Categories
Movie Review

5 Film Terbaik Karya Sineas Asia

Kemenangan Bong Joon Ho di Academy, Oscar 2020 adalah kemenangan bagi Asia. Gimana engga? Akhirnya, Hollywood ga rasis lagi dan sadar bahwa Sineas Asia juga bisa bikin film yang ‘Rise above the crowd’. Selain film Parasite, berikut saya sudah rangkum 5 film terbaik karya Sineas Asia yang sayang banget kalau ga ditonton.

Bad Genius – Thailand

Sejujurnya, saya agak kurang suka dengan film-film Thailand. Awal perkenalan saya dengan film Thailand agak sedikit ga enak, yaitu dengan film Pee Mak, film yang Naudzubillah seremnya tapi tetap asyik ditonton karena ketampanan sang actor utama, Mario Maurer. Namun, jujur saja saya tidak menonton film tersebut sampai habis, bukan karena saya takut tapi memang filmnya agak-agak bikin senyum kecut.

Karena awal perkenalan yang agak-agak kurang mengenakan dengan film Thailand, semenjak itu saya sudah ga pernah lagi nonton film Thailand. Kembali di tahun 2018, iseng-iseng buka aplikasi streaming Viu dan nonton film Bad Genius dengan harapan bisa terlelap tapi ternyata, malah ga bisa tidur. The movie is really f***ing genius. Sepanjang film umpatan dan sambatan ga berhentinya terucap. Mulai dari cast, plot sampai eksekusi parah genius-nya.

Bad Genius film Thailand yang ber-genre drama criminal dengan latar belakang kisah anak SMA yang mencontek ketika ujian, bukan hanya ujian nasional tapi juga ujian masuk ke perguruan tinggi luar negeri. Premis yang simple namun dibalut dengan eksekusi yang luar biasa akan membuat kamu mungkin tercengang. Si miskin yang pintar butuh uang untuk menghidupi keluarganya dan si kaya yang bodoh dan orang tua si kaya yang terobsesi anaknya kudu wajib masuk perguruan tinggi ternama di luar negeri. Dari sinilah cerita semakin seru, bagaimana si miskin memberikan contekan kepada si kaya dengan memainkan jarinya layaknya sedang memencet tuts piano. Cara si miskin memberikan contekan sangat rapi, detil dan jenius ini yang membuat saya terima kasih sekali kepada Nattawut Poonpiriya selaku orang yang duduk di bangku Sutradara pada film tersebut, karena arahan dan matanya yang tajam film ini banyak mendapat penghargaan dan pastinya membuat saya mau menonton film-film Thailand yang lain seperti: ATM, I Fine Thank you, Brother of The Year, Friendzone dll.

3 Idiot – India

Whoah, anyone of you haven’t watch this movie yet? Seriously? Oh noway, kamu kemana aja kalau belom nonton film ini. Ini film yaampun paling bisa ngunyel-ngunyel emosi deh. Ceritanya inspiratif? Iya. Ceritanya sedih? Iya. Ada karakter yang nyebelin? Ada dong. Ceritanya lucu? Banget! Hahaha. Dan yang paling mengagumkan adalah bagaimana si sutradara, Rajkumar Hirani menceritakan flashback yang sangat-sangat relatable dengan orang-orang yang pernah ke India.

Gimana maksudnya? Cerita flashback film 3 Idiot relate dengan India? Yaiyalah, itu kan film India.

Iya, iya gini-gini maksudnya, ketika kecil mungkin kamu menonton Kuch Kuch Hota Hai atau film India lainnya yang menggambarkan India is so awesome, baby. Hahahah. Sesungguhnya kehidupan di India itu seperti flashback dalam film 3 idiot.

Jadi inget perkataan bos saya yang beberapa tahun lalu ke India dia bilang “lo tau ga sih, India itu hiih. Ampun deh. Kalau lo nonton film 3 Idiot, cerita flashback nya seperti kehidupan di India sesungguhnya dan pemeran utamanya seperti orang-orang India kebanyakan juga.”

Paham ga maksudnya? Kalau belum paham you guys better watch that awesome movie. Hahaha.

Perempuan Tanah Jahanam – Indonesia

Perempuan Tanah Jahanam karya sineas Indonesia favorit saya, Joko Anwar. Sudah menonton seluruh filmnya Joko Anwar dan menurut saya Perempuan Tanah Jahanam ini yang eksekusinya paling Jahanam. Bahkan setelah menonton saya menduga Joko Anwar ini titisan penghuni neraka Jahanam. Bisa-bisanya semua hal dalam film ini….. Oh God, can I skip this part? When I write this, saya langsung keinget setan kecil yang super menjijikan dalam filmnya. And I still wonder about How can they made that little satan, so memorable in my brain.

Disclaimer: Don’t watch this movie before sleep and alone, if u don’t want get vomit after watch this movie, as I did. Hahaha.

Snowpiercer – Korea

Sudah menonton semua film-film karya Bong Joon Ho. Bukannya saya tidak mendukung film-film Asia tapi sejujurnya saya lebih suka Joker memenangkan Oscar di kategori best picture. Ohya, tapi dari tahun ke tahun prediksi saya tentang pemenang-pemanang Oscar selalu melesat. Maklumlah ya, saya memang bukan cenayang.

Tapi bagi kamu yang sudah menonton film Parasite mungkin berpendapat bahwa film Bong Joon Ho ini memiliki premis yang mainstream dengan eksekusi yang bagus. Betul memang, tapi saya rasa ini bukan film terbaiknya Bong Joon Ho. Snowpierces film karya sineas Korea, Bong Joon Ho memang sungguh sangat mencengangkan. Film fiksi ilmiah yang diangkat berdasarkan novel grafis Perancis, Le Transperceneige. Film ini memang ciri khas Bong Joon Ho, yang kerap sekali membuat film dengan peran si kaya dan miskin. Dalam film ini, kamu akan menemukan bintang-bintang Hollywood yang sudah tak asing seperti; my baby, Chris Evans (hahaha), Octavia Spencer, Jamie Bell dll. Dan tentu 80% dalam film ini, menggunakan Bahasa Inggris dan sisanya Bahasa kalbu Korea.

Kalau saya petakan beginilah urutan film-film Bong Joon Ho dengan eksekusi mulai dari yang terbaik hingga biasa sekali;

  • Snowpiercer (2013)
  • Okja (2017)
  • The Host (2006)
  • Parasite (2019)
  • Memories of Murder (2003)

One Cut of the Dead – Jepang

Akhirnya, sampai juga pada bagian film terbaik karya sineas Asia versi Diah Sally tentunya. Film yang bercerita tentang zombie ini ga ada serem-seremnya bahkan 30 menit di awal saya ingin sekali keluar bioskop tapi masih sabar nunggu dimana plot twistnya. Tapi selama menunggu plot twist mulut ini ga berenti sambat dalam hati.

“Yaampun balikin duit dan waktu saya”

‘Amburadul sekali acting mereka, ini casting nya gimana deh?”

“Bisa ga sih, bikin film yang masuk akal dikit”

“Awas ya kalau ga ada bagus-bagusnya, ga akan saya mau nonton film-film Jepang”

“Maaf, ini ceritanya kok kaya hubungan seseorang ya. Ga tau mau dibawa kemana”

Seinget saya, ini pertama kalinya saya  nonton film Jepang non anime. Dan 60 menit ke belakang saya ga berenti-berenti ketawa. Astaga, benar-benar kacau lucunya.

Kalau ditanya film terbaik yang pernah saya tonton, ya tentu One Cut of The Dead. Satu kata yaitu “Pom” yang keluar di awal 30 menit awal mengundang senyum kecut saya, 60 menit ke belakang kata “Pom” di call-back berkali-kali dan menggelegarkan tawa seluruh insan di muka bumi ini, woelah enggak deh seluruh insan di dalam bioskop. Baru kali itu saya benar-benar mendengar tawa yang berkepanjangan dari penonton di bioskop.

Film ini cocok sekali buat penghibur di kala duka, lelah atau keadaan dimana si dia ga bisa kasih kejelasan. Kalau si dia ga jelas, kamu harus nonton film ini yang ga jelasnya kebangetan. Bedanya kalau yang ini ga jelas tapi lucu sekali.

Dan kamu harus tahu, film ini dibuat dengan budget 3 Million Yen yang setara dengan 25.000 Dolar Amerika dengan keuntungan di Jepang 3.12 billion yen & 30.5 million Dolar Amerika. Jadi cuannya berapa tuh? Banyak deh pokoknya. Hahahaha.

Ohya, saya sungguh berterima kasih kepada Shin Ichiro Ueda yang duduk di bangku Sutradara. Film Anda sungguh kelewatan jenakanya.

Itu dia film-film kebanggaan saya karya sineas Asia, ini murni dari sudut pandang saya, mungkin kamu ada yang ga setuju ya ga apa. Atau mengeluh karena tulisan ini terlalu panjang? Ya ga apa juga, saya kalau ngomongin film-film bagus emang ga bisa berenti, apalagi kalau ngomongin film-film yang ra mutu. Wess lebih lama dan panjang lagi. Haha.

Everything I Learned, I Learned from the Movie – Audrey Hepburn

Dari 5 film terbaik karya sineas Asia di atas, mana yang sudah kamu tonton? Atau kalau kamu punya rekomendasi film-film karya Sineas Asia lainnya dan menurutmu bagus, please drop your comment below. Hehe.

Categories
inspirasi Public Speaking Se-cuap

Menerawang Nasib Podcast di Indonesia

Sejak empat tahun ke belakangan ini, pengguna aplikasi musik streaming Spotify diramaikan bukan hanya oleh penikmat musik tetapi juga penikmat podcast. Podcast lahir bersamaan dengan ipod tahun 2001, wow sudah lama yaa tapi saya sendiri baru tahu dua tahun ke belakangan ini. Haha. Lalu, bagaimana nasib podcast di Indonesia? Apakah perlu kita panggil peramal untuk menerawang masa depan podcast? Saya rasa tidak perlu ya, takut musyrik tapi kalau kamu bisa menerawang masa depanku bersama masnya boleh ya tinggalkan no HP di kolom komentar.

Podcast digagas sebagai alternatif lain dunia radio, podcast (ipod boardcasting) adalah siaran yang menggunakan iPod. Mungkin bagi kamu yang penggila brand apel kroak ini sudah tak asing lagi dengan yang namanya Podcast, karena di setiap handphone apel korak terdapat applikasi Podcast. Bahkan disana kamu bisa nikmati berita dari CNN, acara talkshow dll. Asik ya, dimanapun berada bisa tetap nambah pengetahuan walau lagi mengendarai motor.

Awal mula kenalan dengan Podcast.

Beberapa tahun lalu saya tahu podcast, namun saya baru mendengarkan podcast setahun yang lalu. Berawal dari seorang kawan kantor, yang kerjaanya cari kerjaan baru yang kreatif dan ngasah otak dia. Sebelumnya dia menjelaskan tentang podcast yang pada akhirnya saya menyimpulkan bahwa podcast adalah aplikasi siaran yang hampir mirip dengan soundcloud. Sampai pada akhirnya, dia suruh saya cek podcast di spotify. Pas saya klik, langsung teringat dengan mimpi yang dulu pernah saya peluk lalu lambat laun harus rela melepas walau sampai sekarang masih dipeluk tapi tak seerat zaman awal-awal 2011-an.

Dari dulu ingin sekali menjadi penyiar, Cuma ketabrak sama suara yang rada tipis (paham ya maksud saya? Haha) Tapi dari situ, terus belajar gimana suaranya ga se-tipis ATM tempe. Dari dulu nyari jalan keluar supaya dream come true, gimana caranya bisa coret daftar mimpi-mimpi yang dipeluk. Dan dari dulu juga selalu buat banyak plan setiap punya mimpi. Bahkan saya menganalogikan diri saya sebagai perusahaan, harus punya goal, harus jelas KPI nya atau jelas bagan OKR (Objective Key Result)nya bedanya kalau akhir tahun pemegang saham di perusahaan dapat deviden, kalau saya di kahir tahun yaa malam tahun baru-an. Hihi. Ohya, selain ketabrak dengan suara tipis, saya juga ketabrak dengan kata-kata yang penuh sayap. Kamu ngerasa paragraf ini penuh sayap alias terbang kemana-kemana? Tapi tenang saja walau bersayap saya hanya ingin menyampaikan kalau kamu itu harus berusaha untuk dirimu sendiri, jangan perusahaan kamu aja yang kamu buat kaya, dirimu juga dong!

Lalu bagaimana nasib podcast di Indonesia?

Awal tahun 2019, Saya pernah tanya dengan kawan kantor saya dulu, Runa.

 “Menurutmu bagaimana nasib podcast di Indonesia?”

“Kalau menurut gue masa depannya cerah banget. Sekarang orang dengerin spotify bukan cuma buat dengerin musik tapi cari konten bagus pun dari sana”

Benar saja kata dia, tak beberapa lama kemudian saya mendengar King of Youtube buat podcast. Walau rada telat, tapi pasti pengikutnya akan melipir juga dengar podcastnya. Terlebih menurut saya konten podcast-nya lebih fresh ketimbang youtube-nya, eh atau sama saja. Ohya, maaf saya sudah tak lihat lagi konten-konten youtubenya.

Dan jika dianalisa juga, bisa jadipodcast bukan hanya sebagai alternatif dunia radio tapi juga alternatif bagi kamu para pencari cuan. Memang kalau sekarang dan kalau tidak salah juga hanya podcaster Amerika yang bisa mendapatkan pundi-pundi dari podcast, tapi tak mustahil dan bisa jadi kamu bisa mencari pundi-pundi dari sana. Bahkan, beberapa youtuber juga membuat versi podcast dari konten youtube-nya. Ohya, bukan hanya itu beberapa radio juga membuat konten untuk channel podcast mereka. Bukan hanya itu, podcast kumpulan para penyiar sebuah radio sekarang sudah dapat tawarin iklan dari podcast mereka dan sudah tembus 1 juta pendengar. Yah kalau saya mah yang penting bisa menyalurkan cuap-cuap saya aja di podcast dan ga pernah berharap juga kalau punya podcast dapat tawaran iklan, ada yang ngedengerin podcast nya aja udah untung banget haha.

Jadi, kalau kamu belum punya podcast segera buat. Peluangnya bagus, sebagus masa depan apel kroak itu. Tapi kalau dirasa perlu ya, kalau menurutmu podcats ga perlu buat dirimu ya ga apa. Nah, biasanya saya dapat banyak message yang tanya bagaimana caranya buat podcast? Kalau ada yang tanya pasti saya suruh untuk rekam dulu apa yang mau ditayangkan di podcast, kalau sudah baru balik lagi ke saya. Cara masukin rekaman kamu di podcast itu hanya perihal teknis, kadang yang sulit itu mau ngerekam atau mau ngomongin apa di podcast-nya.

Tapi kalau kamu sudah punya, boleh ya share ID podcast kamu di kolom komentar, misal ID podcast saya “Podcast Cuma Ngomong”

Categories
Movie Review

3 Fakta Tentang Drama Korea Love Alarm

Ada yang menarik akhir-akhir ini muncul di daftar suggestion Netflix saya. Love Alarm selalu muncul di kategori film rekomendasi akun Netflix saya. Akhirnya saya pun tak masalah mengunduh drama tersebut karena hanya delapan episode yang mana per episodenya tak sampai satu jam. Kamu belum menonton Drama Korea Love Alarm? Ini 3 fakta tentang Drama Korea Love Alarm yang perlu kamu ketahui sebelum menontonnya;

  1. Adaptasi dari Webtoon

Well, saya ga heran kenapa drama ini banyak sekali dibicarakan, salah satunya karena di adaptasi dari Webtoon yang mana penulisnya memang terkenal juara untuk menulis kisah romantis. Chon Kye-Young yang memang sudah mempunyai pasar dan cukup banyak fans tak mustahil memang membuat webtoon-nya diangkat menjadi drama series. Saya rasa dari segi bisnis, PH manapun mau mengadaptasi cerita tersebut dan bisa jadi ada perebutan sengit kala itu antar PH. Hmm kalau ada perebutan antar PH, jadi penasaran apakah MD & Falcon juga saling berebut ingin mengadaptasi kisah Love Alarm?

2. Diperankan oleh Artis Ternama

Ketiga pemeran utama Love Alarm memang memiliki acting yang memukau, yang menjadi perhatian saya adalah karakter Lee Hye-Young, di antara ketiga pemeran utama dialah yang paling memberikan kesan natural dalam segala hal, mulai dari senyum bahkan jatuh dari sepeda. Ternyata acting natural itu hadir karena dia sudah memerankan beberapa film dan drama bahkan sampai mendapat penghargaan Best Actor untuk film 4th Place (2016).

3. Drama Korea Orisinil buatan Netflix

“Kenapa harus cerita Love Alarm?”

Itu pertama kali yang ada dibenak saya, masih banyak cerita-cerita lain yang lebih menarik ketimbang cerita Love Alarm. Menonton episode pertama love Alarm membuat saya mengerutkan dahi, terlalu banyak plot hole sejak episode satu, saya pun menonton sampai habis karena ingin tahu apakah plot hole yang saya maksud sengaja mereka isi agar menjadi twisted di akhir-akhir episode? Ternyata makin berlubang ceritanya. Menonton Love Alarm layaknya menonton FTV di salah satu stasiun TV, si laki-laki chaebol (kaya) jatuh cinta dengan si perempuan miskin. Padahal si laki baru ketemu si cewek dan si laki juga tahu bahwa temannya suka duluan dengan itu cewek. Gimana bisa kamu bayangkan? Oh, tak usah dibayangkan kamu bisa ketawa sepanjang hari, apalagi waktu tau si laki itu main ngajak cewek ke suatu tempat terus dicium. Hahaha. Atuhlah, itu si laki macam soang yaa. Masih banyak lagi hal-hal yang mengerutkan dahi dan membuat batin saya ngomong “Ini laki ganteng, kaya tapi kok bucin banget ya”

Namun, yang menarik perhatian saya adalah bagaimana mereka tahu kalau saling jatuh cinta dengan cara mengunduh serta mengaktifkan aplikasi Love Alarm, jadi kalau kamu suka seseorang? Cukup berada di radius 10 meter dari orang yang kamu suka, maka aplikasi Love Alarmnya akan berbunyi dan tanda 1 orang suka dengannya. So, kalau ada 10 orang yang sekitar dia dan bisa jadi ada pemberitahuan 5 orang yang suka dengan dia atau bahkan lebih. Kalau begini saya rasa tak ada seorang pun yang mau jadi public figure, habis kemana pun dia berada pasti notifikasi dari Love Alarm bunyi terus. Eh, kalau aplikasi ini memang ada di dunia nyata kira-kira bagaimana ya notifikasi Love Alarm milik Nikita Mirzani?

Film ini memang bergenre fantasi, jujur saya memang mengharapkan aplikasi ini memang ada di dunia nyata. Asyik pastinya, kalau kita suka seseorang tanpa harus mengucapkannya si dia bisa tau kita suka dengannya tinggal bagaimana dianya? Apakah dia mau juga membunyikan Love Alarm-nya untuk kita. Jadi, kalau dia ga suka kita berarti waktunya kita hunting seseorang yang pas. Bahkan saya berpikir, kalau memang ini ada dan terjadi sesuai yang di film, saya rela terbang ke Jogja agar bisa berada 10meter dekat dengannya, so I’ll ringing my Love Alarm and waiting you ring it back. I wish! Jadikan ga capek yaa berasumsi dia orang suka apa enggak, ya ga sih? Ya tapikan impossible, masa iya aplikasi bisa terhubung dengan hati.

Aplikasi Love Alarm memang sudah hadir khusus buat kamu pengguna Android di Korea Selatan, bisa jadi sebentar lagi akan hadir juga di Indonesia tapi jangan berharap seperti di dramanya yaa. Kemungkinan aplikasi yang hadir seperti Tinder, entah apa kelebihannya. Bisa jadi salah satu kelebihan Love Alarm ketimbang Tinder adalah marketingnya, Love Alarm punya banyak dana promosi. Mungkin. Itulah kecurigaan saya kenapa Netflix mau mengadaptasi webtoon ini. Melihat promosi drama yang sampai dibuat tempat wisata ala Love Alarm di Korsel. Lately, saya selalu melihat Netflix penuh kecurigaan, terlebih setelah munculnya film documenter “The Great Hack” kisah tentang data facebook yang bocor. Hahaha. Jadi lucu, melihat para pemimpin yang katanya berpengaruh versi majalah Forbes dan juga perusahaan pegang data terbesar no. 5 saling sikut demi menguasai pasar.

Sayang sekali, promosi Love Alarm yang gencar tak sesuai sajian filmnya. Tapi setiap film memang punya pasar masing-masing dan bisa jadi saya bukan pasar dari Drama Korea Orisinil pertama buatan Netflix ini. Tapi sekali lagi saya katakana, saya mendukung aplikasi ini muncul sesuai yang di filmnya. Supaya seluruh wanita di dunia ini ga perlu lagi capek-capek menghilangkan gengsi demi bilang, I love you, boy with luv!

Categories
Public Speaking

Jasa Master of Ceremony GRATIS

Jasa Master of Ceremony Gratis untuk acara spesialmu di Bulan September mau?

Bulan September adalah bulan favorit saya, tapi apa yang menjadi favorit saya seseungguhnya tak begitu penting bagi saya. Sungguh berharap di bulan September ini menjadi bulan fovorit kedua orang yang saya cintai. Saya berharap di bulan September ini menjadi bulan favorit bagi kedua orang tua saya juga, bulan kebanggaan karena anaknya yang ketika diberi kesempatan untuk bernafas, melihat dunia dan mengerti tentang dunia sampai saat ini.

Sejak kecil, keluarga saya tak mengerti tentang perayaan hari kelahiran, yang kami tahu semua hari baik dan ketika memperingati hari lahir hanya memberikan ucapan selamat dan doa yang cukup sedikit. Pasalnya, orang tua saya selalu berdoa lebih ketika mengadah ke Tuhan. Doa lebih untuk anak-anaknya, jadi ketika di hari lahir mereka hanya mengucapkan doa basa basi.

Di tahun 2015 saya mulai menghapus jejak tanggal kelahiran di facebook, jadi sampai tahun kemarin jarang sekali yang ngucapin selamat bahkan doa di hari kelahiran. Bukan tanpa alasan, tapi memang saya orangnya ga begitu suka dikasih surprise, sebenarnya suka sekali apalagi kalau kamu yang ngasih surprise, mas. Ihiw. Cuma kadang saya ga tahu harus bersikap bagaimana ketika diberi surprise. Kawan-kawanku kalau ngasih surprise suka ketebak gitu plot & twist-nya. Hahaha. Karena orangnya agak terharu, jadi suka pengen nangis kalau dikasih surprise dan orangnya gengsian kalau nangis di depan umum, iyalah kan eyke bukan bocah ya shay. Malu atuh kalau nangis di depan orang yang dikenal. Pernah dulu cerita ke temen kantor, langsung mereka bilang “Eh tisu mana tisu? Gue tahu banget deh kalau udah ngomongin ini si Sally langsung mberembes”. Malu kan, jangan-jangan mereka bakal inget sampai gue punya cucu. Atuhlah berabe! Haha.

Nah, tahun ini saya ingin yang agak special di bulan pertama kali Tuhan mengizinkan saya melihat dunia yang katanya indah. Nampaknya, saya bukan satu-satunya yang bahagia disini, olehkarenanya saya ingin juga menikmati kebahagiaan kamu karena kebahagiaan saya adalah melihat kamu bahagia di bulan spesialmu. Di bulan ini, izinkan saya meramaikan acara bahagiamu dengan menjadi Master of Ceremony di acara spesialmu. Saya yakin acaramu adalag acara yang sangat penting, mangkanya saya ingin menyukseskan acaramu yang paling special. Saya akan memberikan jasa MC GRATIS untuk kamu yang ingin mengadakan acara di bulan September.

Baca juga: 3 Tugas Wajib Master of Ceremony

Wah, saya ga sabar nih untuk meramaikan acara penting serta bahagiamu. Olehkarenanya, izin saya untuk meramaikan acaramu ya. Program ini saya buat sebagai wujud hadiah yang saya berikan untuk diri sendiri di hari kelahiran saya. Tapi kalau kamu mau ngasih hadiah monggo, saya memang lagi butuh jam tangan baru, tapi tolong jangan jam tangan yang beli di abang-abang mainan yang keliling ya. Aku kan bukan anak-anak dikasih gituan 😛

Yuk, daftarkan acara special dan bahagia kamu ke email hai@diahsally.com dengan subject “Sally, Ramaikan yuk!” serta cantumkan data berikut ya;

  1. Nama: Dian Sastro
  2. Domisili: Jakarta Selatan
  3. Acara: Akad Nikah
  4. Lokasi: Rumah Sarwono, Jakarta Selatan
  5. Dresscode: White & Pink
  6. Audience: 17-70 years old
  7. Date: 22 September 2019
  8. Pukul: 08.00 -10.00 WIB

Setelah kamu mengirimkan data tersebut ke email maka saya akan membalas syarat dan ketentuannya ya. Semoga kita berjodoh di pelaminan acara special dan bahagia kamu. Aamiin ya Rab.

Sampai jumpa di acara spesialmu yaa…

Categories
Public Speaking

3 Tugas Wajib Master of Ceremony

3 Tugas Wajib Master of Ceremony - Diah Sally

Banyak yang bilang menjadi Master of Ceremony (MC) itu gampang, tinggal modal ngomong doang. Betul memang menjadi Master of Ceremony gampang, kalau kita sudah paham betul tugas dari Master of Ceremony (MC)/Pembawa Acara. Dan perlu digaris bawahi, menjadi MC bukan sekedar membacakan susunan acara serta memanggil pembicara tanpa ada “isi” ya.

Tahun 2011, saya menerima tawaran MC Abang None Cilik di salah satu Mall di Jakarta Selatan. Setelah acara selesai kemudian saya evaluasi diri, bahwa tadi ada beberapa hal yang seharusnya dilakukan dan tidak. Semenjak itu, saya mencari sekolah yang berhubungan dengan dunia Public Speaking. Belajar dari ahlinya memang menguntungkan, walau kalau dihitung-hitung biaya yang sudah dikeluarkan kisaran setengah biaya saya kuliah 4 tahun di kampus, Universitas Al Azhar Indonesia (UAI). Menurut saya tak masalah mengeluarkan banyak uang, toh ini juga bentuk investasi leher ke atas alias otak. Seseorang pernah bilang “Elo ya invest ke baju terus, invest tuh leher ke atas. Isi otak, jangan beli baju bagus biar keliatan cantik. Cantik tuh hadir karena otak lo yang selalu diisi ilmu, kalau otak lo beriisi semesta akan mendukung dan kecantikan lo terpancar”. Padahal ya, selama ini saya juga sudah investasi leher ke atas, memikirkan dia. Lha memikirkan dia kan di dalam otak ya, tapi kok ga masuk kategori investasi ya? Andai memikirkan dia adalah bagian dari investasi pasti saya sudah secantik dan sepintar Dian Sastro kali yaa sekarang.

Belajar dari ahlinya seperti DJ Arie di DJ Arie School, Wanna be Trainer dengan Jamil Azzaini, Kelas Penyiar dengan beberapa pengajar dari dunia radio, Compassion dengan para host Insert dan TalkInc milik Becky Tumewu, kamu tahu Becky Tumewu kan? Pernah lihat beliau hosting acara di TV? Fix kamu sudah dewasa sekali sekarang. Hahahaha. Kali ini izinkan saya berbagi tentang tugas wajib seorang Master of Ceremony sehingga terhindar dari bully-an netizen dengan ucapan “MC-nya gimana deh itu hambar banget” kalua ada netizen yang bilang gitu waktu kamu jadi MC, balas aja “Iya atuhlah hambar, lha si mbak kebanyakan konsumsi micin, micintai dia yang sudah jelas-jelas bahagia bersama kekasihnya”.

So, kali ini mohon izin untuk berbagi hal yang sudah saya pelajari dari mereka. Simak yuk, 3 tugas wajib militer Master of Ceremony;

  1. Membawa Seluruh Rangkaian Acara

Kalau ini sih, udah pasti yaa. Namanya juga pembawa acara ya pasti memandu seluruh rangkaian acara. Perlu diketahui juga, sesungguhnya setiap MC di sebuah acara dapat satu LO (Liaison Office) atau seseorang yang menghubungan dua pihak untuk berkomunikasi dan berkoordinasi mengenai kegiatan antar pihak. Kan, sering yaa kalau lagi acara bulak balik ganti susunannya, yang entah si pemberi sambutan belum datang bahkan sampai pemateri atau pengisi acara yang kejebak macet. Biasanya kalau ada pertukaran acara atau minta tolong ditambah gimmick ini itu dan perintahnya hadir dari orang selain LO biasanya saya menolak dengan sopan. Bahkan, di awal saya pasti bilang ke LO “Mas/mba, segala perubahan acara saya dapat updatenya dari mas/mba ya, biar satu pintu”.

Hal ini harus jelas di awal, karena jika semua pihak bilang ke MC untuk perubahan acara, saya jamin si MC pasti bingung dan ketika acaranya berantakan si EO/panitia menyalahkan MC. Dan kalau kamu menjadi MC di sebuah acara dan tak dikasih LO, berarti kamu harus memastikan orang yang bakal tektokan sama kamu. MC itu punya peran penting di sebuah acara tapi suka ga dikasih LO, kasian ya. Jangankan LO, fee aja bayarannya lebih kecil dari pengisi acara. Hahaha. Taka pa ya bayarannya kecil, asal acara lancer, panitia senang dan repeat order! Hehehe.

2. Menjaga Ketepatan Waktu

Selain memandu rangkaian acara, maka tugas wajibnya MC adalah menjaga ketepatan waktu di setiap acara. Overtime tak apa asal itu perintah dari LO yang mana perwakilan dari si pemilik acara. Acara tepat waktu, jadi kamu sebagai MC juga harus datang early, bukan ontime lagi. Early datang ke venue itu penting banget untuk melihat kondisi venue, sound check, menyapa panitia dan audience serta final briefing.

3. Mengatur Dinamika Acara

Nah, yang terakhir ini juga ga kalah penting nih. Mengatur dinamika acara, jadi biar kamu tak dibilang hambar sama netizen dan juga ga cuma buka acara, panggil bintang tamu trus tutup acara. Kalau masih mandu acara dengan model macam itu bisa diubah mulai sekarang. Misal, beberapa waktu lalu saya diminta memandu acara lamaran kawan, 4 bulan sebelum acara saya memastikan mau dibawa kemana flow acaranya, apakah mau mengharu biru, lucu-lucuan atau sengaja si cowok dibuat nervous sampai si cewek bilang “I Do”? Kala itu kawan saya sudah berpesan untuk ga macem-macem, karena mungkin dia tau saya anaknya agak iseng, dia takut lakinya saya suruh nyanyi sambil berlutut untuk ngelamar kawan saya. Pas hari H dong, ternyata si laki ga kaku-kaku amat kaya kanebo, jadi aman kalau saya kasih flow lucu-lucuan pas sebelum si cewek dilamar.

Untuk mengatur dinamika acara ini, kamu harus paham betul tema dan rangkaian acaranya. Bisa jadi acaranya sama, tapi jika dibawakan oleh MC yang berbeda, yaa hasil dan ambience yang diciptakan juga berbeda. Ini yang membuat kamu dan MC yang lainnya berbeda. Mulai dari cara kamu membuka/menutup acara, memanggil bintang tamu dan bridging antar acara. Ohya, kalau kamu memandu acara seperti lamaran/akad/resepsi ini harus benar-benar kata bahagia yang bertebaran, namanya juga orang mau membangun rumah tangga yaa shay, walau pada kenyataannya berumah tangga itu tak semanis kata-kata bahagia yaa. Eh, saya ga tau deh berumah tangga itu gimana rasanya, lha wong saya masih numpang orangtua saya rumahnya dan tangganya belum beli. Hihi.

Nah, itu dia sharing tentang 3 tugas wajib seorang MC. Mari kita bawakan acara bukan sekedar bacain rangkaian acara, panggil bintang tamu, buka & tutup acara. Mudah-mudahan bermanfaat, jadi kalau ada yang minta kamu jadi MC dan minta harga teman, kamu bisa punya alibi kalau tugas MC itu sebenarnya berat, lebih berat dari merelakan si dia ke pelaminan bersama yang lain.

Ohya, terakhir saya ingin memberikan info ada kabar baik untuk kamu yang ingin melangsungkan acara bahagia lamaran/akad/resepsi di bulan September, saya akan memberikan jasa MC GRATIS! Baca selengkapnya di sini yaa.

Categories
Movie Review

6 Film Festival Eropa Paling Seru yang ditayangkan di  Europe On Screen 2019

Pada tanggal 19-30 April 2019 saya dan beberapa  kawan meramaikan Europe On Screen (EOS) di berbagai tempat di Jakarta. EOS sendiri adalah acara tahunan yang mana sudah dilaksanakan dari tahun 1990, hanya saja dulu namanya Festival Film Eropa tetapi sejak tahun 2003 diubah menjadi Europe On Screen. EOS adalah acara dimana pemutaran film-film Eropa terbaik, dilaksanakan kurang lebih 10 hari serta memutarkan ratusan film dan acara ini membawa kebahgiaan sendiri bagi saya, penikmat film.

Tahun ini EOS dilaksanakan di Jakarta, bekasi, Tangerang, Surabaya, Bandung, Medan, Yogyakarta & Denpasar. Bukan hanya memutarkan film-film dari benua Eropa, tetapi juga ada diskusi, pameran, kompetisi dll.

Nah, kali ini saya akan berbagi tentang 6 film festival Eropa paling seru di EOS 2019;

  1. Cold war

Diah-Sally-6 Film Festival Eropa Paling Seru yang ditayangkan di Europe On Screen 2019

Film yang mengusung banyak piala di berbagai penghargaan salah duanya Oscar & Golden Globes Award kategori Best Foreign Movie,  serta banjir pujian dari berbagai kritikus, membuat film ini wajib ditonton bukan hanya itu sepanjang film kamu akan dimanjakan dengan sinematography hitam dan putih yang memukau.

Berlatar nuansa setelah perang dunia di tahun 1940-an, seorang komposer serta pianis berbakat mengadakan tur keliling untuk mencari orang-orang berbakat, sampai pada akhirnya bertemu dengan seorang penyanyi wanita yang berbakat. Dan selang beberapa waktu sang pianist dan penyanyi saling jatuh hati dan mulai menjalin hubungan yang serius. Penampilan dari satu tempat ke tempat yang lain membuat mereka selalu bersua serta menjadi sangat akrab satu sama lain.

Saling mencintai namun tak begitu sejalan dalam pemikiran, begitulah cerita pasangan yang mana orang tua dari sang sutradara. Walau sempat dibuat bingung dengan emosi yang dihadirkan dalam film ini namun saya akui film ini sungguh karya yang harus diapresiasi karena sepanjang film saya bukan hanya dimanjakan dengan plotnya, musik, tarian, pengambilan gambar yang buat saya bergeming “ih kok bisa sih dia, keren gitu” serta editing yang rapi dan smooth, ohya saya tak bisa juga melupakan set dan costume yang dikenakan para pemain.

  1. Zagros

Diah-Sally-6 Film Festival Eropa Paling Seru yang ditayangkan di Europe On Screen 2019-2

Film tentang pengembala yang mengalami kegoyahan rumah tangga. Si Pengembala yang mulai luntur kepercayaannya terhadap sang istri dan lebih mendengarkan omongan orang lain, keluarganya dan tetangganya membuat awal keretakan rumah tangga mereka. Apakah sang pengembala berhasil mempercayai sang istri sepenuhnya kembali? Atau mungkin rumah tangga mereka retak berkeping-keping akibat sudah tidak ada lagi kepercayaan satu sama lain? Patut ditonton sampai habis, karena kunci pada film ini pada akhir film dan kepingan cerita akan sempurna jika kamu menonton film ini dari awal.

  1. Becoming Astrid

Film tentang perjalan remaja penulis Astrid, Astrid Lindgren, seorang sastrawan yang mana salah satu karyanya yang sangat populer adalah “The Adventure of Pipi Longstocking”. Konflik antar ibu dan anak yang terjadi dalam film ini cukup mengoyak-koyak perasaan. Mampukah Astrid dan ibunya serta Astrid dan anaknya (Lasse) mengatasi konflik secara tuntas? Simak ulasan lengkapnya disini.

  1. Champions

Champion dibangun dengan dialog dan acting yang menggelitik, membuat film ini pantas dijuluki film komedi Eropa ter-brutal yang pernah saya tonton. Beberapa jokes yang berkali-kali di-call back tetap menghadirkan tawa yang menggelegarkan teater, mungkin karena di awal cerita sang penulis dan sutradara mampu bekerja sama untuk membangun pondasi yang jenaka, sehingga hampir dari semua adegan terlihat jenaka dan dialog yang kita dengar menggelitik.

  1. There’s No Place like Home

Drama Comedy Family kali ini, cukup menghibur dengan dialog-dialog yang agak sembarang. Tapi justru karena sembarang itulah yang membuat penonton menertawainya. Walau tak begitu se-jenaka Champions film ini berhasil menggelitik perut karena ceritanya cukup relate di beberapa kehidupan yang saya kenal. Jika kamu menonton film ini, kamu harus punya usaha ekstra untuk menghapal masing-masing karakter, karena karakter yang hadir banyak sekali.

  1. Blue My Mind

Drama Fantasi yang benar-benar membuat saya memikirkan tujuan dari si penulis membuat cerita ini, tentunya selain untuk mendapatkan cuan ya. Hehe. Remaja yang ingin mencoba hidup bebas tapi enggan menerima konsekuensinya serta fantasi yang menurut saya agak kurang masuk di akal sehat, namun tetap layak ditonton. Review lengkap filmnya disini.

Baiklah, itu tadi film Eropa yang menurut saya paling seru yang saya tonton di EOS 2019. Walau, lagi-lagi setiap dari kita mungkin punya selera film yang berbeda-beda. Tapi tak ada salahnya menonton film untuk hiburan kamu di weekend yang singkat atau weekday yang panjang karena kerjaan atau tugas kuliah yang menumpuk.

Dari film di atas cerita mana yang membuat kamu penasaran dan ingin sekali segera kamu tonton? Atau kamu punya rekomendasi film Eropa bagus apa nih buat saya?

Categories
Movie Review

Review Film Eropa Cold War

Film asal Polandia yang menuai banyak pujian dari para kritikus di dunia serta penghargaan di berbagai ajang termasuk Oscar & Golden Globe Award. Tak heran hal itu terjadi pada film Cold War, sinematography yang apik serta plot yang tak mudah ditebak, karakter yang kuat dan musik yang entah kenapa saya suka sekali, harmoninya sampai ke lubuk hati mantan. Eh, hati saya maksudnya.

Berlatar nuansa setelah perang dunia di tahun 1940-an, seorang komposer serta pianis berbakat mengadakan tur keliling untuk mencari orang-orang berbakat, sampai pada akhirnya bertemu dengan seorang penyanyi wanita yang berbakat. Dan selang beberapa waktu sang pianist dan penyanyi saling jatuh hati dan mulai menjalin hubungan yang serius. Penampilan dari satu tempat ke tempat yang lain membuat mereka selalu bersua serta menjadi sangat akrab satu sama lain.

Saling mencintai namun tak begitu sejalan dalam pemikiran, begitulah cerita pasangan yang mana orang tua dari sang sutradara. Walau sempat dibuat bingung dengan emosi yang dihadirkan dalam film ini namun saya akui film ini sungguh karya yang harus diapresiasi karena sepanjang film saya bukan hanya dimanjakan dengan plotnya, musik, tarian, pengambilan gambar yang buat saya bergeming “ih kok bisa sih dia, keren gitu” serta editing yang rapi dan smooth, ohya saya tak bisa juga melupakan set dan costume yang dikenakan para pemain.

Wah, saking kerennya film ini saya kehabisan kata-kata untuk mereview-nya. Apa lagi yang perlu dikomentari jika hampir semua aspek dalam film ini sempurna? Gak percaya? Silakan saja tonton film ini. Tapi kamu harus sabar menanti film ini ditayangkan di bisokop alternatif seperti; Kineforum, Paviliun 28, Ke;Kinian, IFI dll karena film ini baru akan tayang di bioskop Desember 2019, itupun kalau tayang di Indonesia ya, kalau kemarin saya menonton di Europe On Screen 2019, semacam festival film Eropa.

Categories
Movie Review

Review Film Eropa Becoming Astrid

Film tentang biografi Astrid Lindgren, seorang sastrawan yang mana salah satu karyanya yang sangat populer adalah “The Adventure of Pipi Longstocking”. Bercerita tentang kehidupan Astrid dimasa muda yang bekerja sebagai juru ketik di salah satu media. Astrid yang masih muda dan tinggal di pedesaan terpencil jatuh hati kepada bosnya di tempat kerja yang mana sekaligus ayah dari kerabat dekatnya, sampai pada akhirnya Astrid hamil. Respon yang sangat wajar yang terjadi pada orang tua ketika sang anak hamil di luar nikah, terlebih orang tuanya adalah salah satu orang berpengaruh di kalangan gereja tempat mereka ibadah.

Orang tua yang tak mau menanggung malu akibat perbuatan sang anak, berinisiatif untuk menggugurkan janin sang anak namun Astrid bersikeras akan melahirkan dan menjaga sang anak. Ia pun diasingkan keluar negeri oleh sang belahan hati, bosnya. Emosi yang diciptakan pada film ini seperti perempuan yang sedang mengalami menstruasi di hari pertama. Hamil dan harus bekerja agar memiliki uang yang cukup untuk melahirkan sang anak di negeri orang adalah hal yang berat bagi Astrid. Sedangkan, disisi lain sang belahan jiwa harus menyelesaikan proses cerai dengan sang istri dan ia pun diancam akan dipenjarakan karena ketawan menghamili Astrid.

Bingung, Chaos dan buntu adalah penggambaran yang tepat pada kejadian itu, ditambah penonton akan langsung disuguhi adegan dimana Astrid melhairkan bayinya di negeri orang. Tak cukup sampai disitu penonton akan dibawa lagi pada konflik Astrid dan anaknya, Lasse. Lasse terpaksa harus dititipkan di Denmark kepada salah satu pengasuh dan mulai saat itu sang anak pun tak tahu ibu kandungnya.

Seperti yang kita ketahui anak-anak memiliki ingatan yang sangat kuat ketika kecil. Lasse yang hanya tahu bahwa ibundanya adalah sang pengasuh membuat hati Astrid kecewa. Konflik antara anak dan ibu (Astrid dan ibunya, serta Lasse & Astrid) dalam film ini nampaknya menyentuh hati para penontonnya. Apakah mereka dapat membereskan konflik yang terjadi?

Menonton film Becoming Astrid seperti membaca teori psikolog Elizabeth Kubler-Ross tentang tahap seseorang menghadapi masalah. Denial, anger, bargaining, depression sampai pada akhirnya acceptance bahwa yang sudah terjadi memang begitu takdirnya, atau memang begitu jalannya dan tak akan bisa diulang kembali sampai pada akhirnya kita memang harus menerima apa yang telah terjadi.

Categories
Movie Review

Review Film Eropa Blue My Mind

Why whatch this movie?

Simple, karena pengen nonton aja. Hahaha. Saya pribadi biasa saja dengan film-film Eropa. Tapi harus diakui memang Eropa tak bisa dipungkiri jika kita berbicara tentang film. Beberpa film karya mereka banyak sekali yang bagus, tapi kembali lagi jika kita berbicara tentang film maka masing-masing orang punya selera yang berbeda.

What’s the movie about?

Bercerita tentang Mia, yang baru pindah ke salah satu tempat dan secara otomatis dia juga harus beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya. Mia, gadis berusia 15 tahun yang ingin mencoba bergaul dengan teman-teman populer di sekolahnya dan ingin merasakan pergaulan bebas yang dilakukan teman-temannya. Sampai pada akhirnya, keinginan Mia terwujud yaitu bergaul bersama gadis-gadis populer di sekolah dan mencoba melakukan apa yang dilakukan oleh mereka.

Hal-hal aneh yang dilakukan oleh Mia di awal-awal film akan kamu dapati jawabannya di akhir. Namun, menurut saya ada beberapa plot hole yang seharusnya bisa diisi dan diinterpretasikan dengan baik. Lalu bagaimana film ini? Apakah Lisa Bruhlmann selaku sutradara dan penulis skenario membiarkan karakter Mia hancur sebab pergaulan bebas? Atau Bruhlmann ingin menyampaikan hal lain melalui film ini? Mampukah pesan yang ingin disampaikan ditangkap baik oleh penonton?

Conclusion

Lisa Bruhlmann nampaknya ingin bercerita dan memberikan pesan pada kita tentang menerima diri kita sendiri, apapun itu yang terjadi dengan kita terima saja dan syukuri. Silakan mencoba sesuatu yang kau inginkan dalam hidup tapi jangan lupa kau juga harus tahu konsekuensi yang akan kau terima jika memilih pilihan hidup yang kau inginkan. Ada satu adegan yang membuat saya menggelengkan kepala serta menunduk sambil tertawa-spoiler alert- ketika gadis-gadis populer itu memasuki kamar mandi dan membawa testpack kemudian salah satu dari mereka mentest hasil dari urinnya, kalau diinterpretasikan kemungkinan salah satu dari gadis itu, boleh kali ya saya menjulukinya ketua genk, kebablasan ketika berhubungan dan setelah menunggu ga sampai 3 menit hasilnya negatif sontak mereka semua kegirangan dan loncat-loncat ketika melihat satu garis pada testpack. Melihat adegan itu sontak saya dan seluruh orang yang menonton tertawa terbahak dan saya pun bergumam “Dasar bocah, maunya hidup bebas tapi giliran kebablasan malah takut nerima konsekuensinya. Haha.’’

Setelah menonton ini, cukup lama saya berpikir sebenarnya apa yang penulis ingin sampaikan dlaam film ini? Plot twist diakhir yang membuat saya terbahak karena menurut saya lucu dan ga expect bakal ada adegan itu, adegan yang di luar nalar. Mungkin beberapa orang akan memaklumi akhir dari film ini karena memang genre film ini Drama Fantasy, tapi menurut saya walaupun fantasy tetap tak bisa meninggalkan sisi logika yang ada dong ya. Premis yang menarik, akan membuahkan hasil yang cukup baik jika dieksekusi dengan baik pula kan ya?

Tapi film ini tetap akan saya rekomendasikan untuk kamu yang sudah berusia 21+, walau kedewasaan tak bisa diukur dengan usia tapi usia yang terkadang membatasi kamu berhak menonton film ini atau tidak. Ada beberapa konten yang memang kalau masuk bioskop Indonesia sudah pasti dipangkas abis. Ya karena saya menonton film di Europe On Screen 2019 jadi LSM lewat ya.

Saya akui beberapa pesan dalam film ini memang agak kuat, membahas tentang issue puberty dan ABG masa kini, yang ingin hidup bebas tanpa gangguan orang tua tapi masih minta uang jajan dari orang tua. ABG yang ingin hidup bebas tapi takut menanggung konsekuensi terhadap pilihannya. ABG yang bingung bagaimana menghadapi masa depannya. Pemeran utama yang mengalami perubahan pada tubuhnya, serta memiliki kebiasaan yang agak aneh. Iya adegan aneh tersebut akan membuat kamu bergeming “Oh No” atau “Oh s*it.”

The movie is becoming dark fantasy with a lot of drama, of course.

Categories
Uncategorized

Review Film Eropa Champions

Why watch this movie?

Sering menonton Stand Up Comedy membuat saya ingin menertawakan banyak hal, mulai dari kehidupan sehari-hari yang terjadi hingga kehidupan orang lain. Eh ga boleh ya menertawakan kehidupan orang lain? Ga apa kali ya kalau menertawakan kehidupan orang lain tapi tetep harus dijadiin pelajaran. Hehe.

Nah, kali ini nonton Champions penuh harapan filmnya lucu banget melihat di IMDB reviewnya parah kurang ajar bagusnya. Tapi karena ga mau harapan palsu, harusnya nonton film ini di Bekasi ya karena disana adanya Cuma Hrapan Indah doang. Hahaha.

What’s the movie about?

Champions bercerita tentang seorang pelatih basket yang agak mini dikeluarkan dari timnya dan karena kena kasus dan harus mengikuti masa percobaan dengan melatih basket di salah satu tempat yang mana muridnya adalah orang orang berkebutuhan khusus. Konflik dimulai ketika itu ditambah hubungan sang pelatih dengan pasangan diambang perceraian. Mampukah sang pelatih menjadikan murid-muridnya juara di ajang kompetisi? Pasti kamu sudah tahu ya jawabannya? Iya bisa. Tapi kamu harus lihat bagaimana semua crew mengeksekusi film ini dengan sangat apik.

Conclusion

Untuk menjadi juara bukan berarti harus menang dalam sebuah kompetisi, tapi juara bisa juga terjadi bagi kamu yang telah menebar manfaat bagi banyak orang. Begitulah kurang lebih yang bisa diambil hikmah dalam film ini. Tapi yang perlu diacungkan jempol adalah bagaimana mereka memilih pemain yang super duper hebat. And again plot twist di akhir film ini membuat kamu terbahak pastinya bukan hanya itu bahkan ada beberapa adegan yang di-call back berkali-kali dan itu mengundang tawa yang sangat sangat menggelegar.

Walau plot yang agak mudah ketebak, tapi itu tak jadi masalah selama film ini benar-benar membuktikan bahwa Champions adalah film dengan genre comedy yang kurang ajar lucunya. Jangan lupa masukan film ini ke daftar “Must Watch” kamu ya.