Categories
inspirasi Public Speaking Se-cuap

Menerawang Nasib Podcast di Indonesia

Sejak empat tahun ke belakangan ini, pengguna aplikasi musik streaming Spotify diramaikan bukan hanya oleh penikmat musik tetapi juga penikmat podcast. Podcast lahir bersamaan dengan ipod tahun 2001, wow sudah lama yaa tapi saya sendiri baru tahu dua tahun ke belakangan ini. Haha. Lalu, bagaimana nasib podcast di Indonesia? Apakah perlu kita panggil peramal untuk menerawang masa depan podcast? Saya rasa tidak perlu ya, takut musyrik tapi kalau kamu bisa menerawang masa depanku bersama masnya boleh ya tinggalkan no HP di kolom komentar.

Podcast digagas sebagai alternatif lain dunia radio, podcast (ipod boardcasting) adalah siaran yang menggunakan iPod. Mungkin bagi kamu yang penggila brand apel kroak ini sudah tak asing lagi dengan yang namanya Podcast, karena di setiap handphone apel korak terdapat applikasi Podcast. Bahkan disana kamu bisa nikmati berita dari CNN, acara talkshow dll. Asik ya, dimanapun berada bisa tetap nambah pengetahuan walau lagi mengendarai motor.

Awal mula kenalan dengan Podcast.

Beberapa tahun lalu saya tahu podcast, namun saya baru mendengarkan podcast setahun yang lalu. Berawal dari seorang kawan kantor, yang kerjaanya cari kerjaan baru yang kreatif dan ngasah otak dia. Sebelumnya dia menjelaskan tentang podcast yang pada akhirnya saya menyimpulkan bahwa podcast adalah aplikasi siaran yang hampir mirip dengan soundcloud. Sampai pada akhirnya, dia suruh saya cek podcast di spotify. Pas saya klik, langsung teringat dengan mimpi yang dulu pernah saya peluk lalu lambat laun harus rela melepas walau sampai sekarang masih dipeluk tapi tak seerat zaman awal-awal 2011-an.

Dari dulu ingin sekali menjadi penyiar, Cuma ketabrak sama suara yang rada tipis (paham ya maksud saya? Haha) Tapi dari situ, terus belajar gimana suaranya ga se-tipis ATM tempe. Dari dulu nyari jalan keluar supaya dream come true, gimana caranya bisa coret daftar mimpi-mimpi yang dipeluk. Dan dari dulu juga selalu buat banyak plan setiap punya mimpi. Bahkan saya menganalogikan diri saya sebagai perusahaan, harus punya goal, harus jelas KPI nya atau jelas bagan OKR (Objective Key Result)nya bedanya kalau akhir tahun pemegang saham di perusahaan dapat deviden, kalau saya di kahir tahun yaa malam tahun baru-an. Hihi. Ohya, selain ketabrak dengan suara tipis, saya juga ketabrak dengan kata-kata yang penuh sayap. Kamu ngerasa paragraf ini penuh sayap alias terbang kemana-kemana? Tapi tenang saja walau bersayap saya hanya ingin menyampaikan kalau kamu itu harus berusaha untuk dirimu sendiri, jangan perusahaan kamu aja yang kamu buat kaya, dirimu juga dong!

Lalu bagaimana nasib podcast di Indonesia?

Awal tahun 2019, Saya pernah tanya dengan kawan kantor saya dulu, Runa.

 “Menurutmu bagaimana nasib podcast di Indonesia?”

“Kalau menurut gue masa depannya cerah banget. Sekarang orang dengerin spotify bukan cuma buat dengerin musik tapi cari konten bagus pun dari sana”

Benar saja kata dia, tak beberapa lama kemudian saya mendengar King of Youtube buat podcast. Walau rada telat, tapi pasti pengikutnya akan melipir juga dengar podcastnya. Terlebih menurut saya konten podcast-nya lebih fresh ketimbang youtube-nya, eh atau sama saja. Ohya, maaf saya sudah tak lihat lagi konten-konten youtubenya.

Dan jika dianalisa juga, bisa jadipodcast bukan hanya sebagai alternatif dunia radio tapi juga alternatif bagi kamu para pencari cuan. Memang kalau sekarang dan kalau tidak salah juga hanya podcaster Amerika yang bisa mendapatkan pundi-pundi dari podcast, tapi tak mustahil dan bisa jadi kamu bisa mencari pundi-pundi dari sana. Bahkan, beberapa youtuber juga membuat versi podcast dari konten youtube-nya. Ohya, bukan hanya itu beberapa radio juga membuat konten untuk channel podcast mereka. Bukan hanya itu, podcast kumpulan para penyiar sebuah radio sekarang sudah dapat tawarin iklan dari podcast mereka dan sudah tembus 1 juta pendengar. Yah kalau saya mah yang penting bisa menyalurkan cuap-cuap saya aja di podcast dan ga pernah berharap juga kalau punya podcast dapat tawaran iklan, ada yang ngedengerin podcast nya aja udah untung banget haha.

Jadi, kalau kamu belum punya podcast segera buat. Peluangnya bagus, sebagus masa depan apel kroak itu. Tapi kalau dirasa perlu ya, kalau menurutmu podcats ga perlu buat dirimu ya ga apa. Nah, biasanya saya dapat banyak message yang tanya bagaimana caranya buat podcast? Kalau ada yang tanya pasti saya suruh untuk rekam dulu apa yang mau ditayangkan di podcast, kalau sudah baru balik lagi ke saya. Cara masukin rekaman kamu di podcast itu hanya perihal teknis, kadang yang sulit itu mau ngerekam atau mau ngomongin apa di podcast-nya.

Tapi kalau kamu sudah punya, boleh ya share ID podcast kamu di kolom komentar, misal ID podcast saya “Podcast Cuma Ngomong”

Categories
inspirasi Movie Review

Tips Menyontek Kreatif & Genius (?)

Menyontek dan dicontek adalah hal yang sangat lumrah. Bahkan kamu mungkin atau langganan jadi pelakunya. Hahaha. Mau tahu tips menyontek yang kreatif & genius? Oh, sayangnya saya tak akan memberikan tips itu, tapi lain cerita jika kamu sudah menonton film Thailand yang berjudul Bad Genius.


Bad Genius film Thailand ber-genre drama kriminal, kisah dengan latar dunia sekolah (SMA). Awalnya, saya kira film ini paling tentang contek menyontek di dunia sekolah yang dibalut dengan romance ala ABG. Ternyata film ini dieksekusi dengan sangat detil, kreatif & genius, seperti judul film ini.


Lynn, perempuan genius bahkan bisa menjawab soal matematika dengan hanya melihat soalnya, geniusnya sudah keblinger. Kehidupan Lynn berubah ketika bertemu Grace yang ingin sekali mengikuti ekstrakulikuler teater tetapi peraturan sekolah memutuskan untuk siswa/i yang ingin mengikuti ekskul tersebut harus memiliki nilai bagus. Grace yang memiliki kemampuan akademik yang tak cukup bagus, menginkan Lynn untuk menjadi gurunya. Pada ujian matematika tiba, ternyata Grace tetap tak bisa mengerjakan soal-soal tersebut, padahal soal tersebut serupa dengan yang diajarkan oleh Lynn. Dan Lynn pun memberikan jawabannya lewat penghapus yang di taruh di bawah sepatu dan diberikan kepada Grace. Yeah, menyontek pun berbuah hasil, Grace berhasil mendapatkan nilai bagus.


Namun, setelah nilainya tercapai, ternyata sang penulis skenario melupakan misi utama Grace meraih nilai bagus. Tanpa menyinggung Grace yang ingin aktif di teater, nampaknya penulis langsung membelokkan untuk fokus pada sindikat nyontek menyontek.


Grace menceritakan kisah Lynn ke pacarnya, Pat. Lynn sang genius di bidang akademik, miskin & pendiam. Sedangkan Pat anak orang kaya yang orang tuanya mengharapkan anaknya bisa bagus dalam akademik tapi selama ini tak bisa membahagiakan orang tuanya lewat nilai-nilai akademiknya. Karakter dalam film ini sangat nyata dan dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari.


Akhirnya, Pat & teman-temannya juga menyewa Lynn agar bisa memberikan jawaban saat ujian, sehingga mereka lulus dengan nilai yang tak mengkhawatirkan. Tentunya, Lynn menerima karena adanya imbalan yang menggiurkan. Menariknya dalam film ini, cara Lynn memberikan jawaban untuk kliennya dengan sangat kreatif, dengan menggerakan jari layaknya memencet tuts piano, sehingga pengawas mana pun mungkin tak akan sadar, bahwa Lynn sedang memberikan jawaban untuk klien-kliennya.


Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh. Sepandai-pandainya manusia menutupi kesalahan atau kecurangan apapun pasti akan ketahuan juga. Film genius, ditulis orang digenius, kurang afdol jika tak di-direct oleh orang genius. Director dalam film ini, berhasil memainkan emosional saya, pasalnya jika kamu menonton akan diajak untuk berpikir, tegang & sedih. Menarik bukan?


Bahkan, setelah ketahuan memberikan jawaban ke kline-kliennya, Lynn mendapat tawaran untuk memberikan jawaban untuk teman-temannya dalam ujian SAT, STIC. Lynn mengembangkan sayapnya untuk menyontek ujian yang dilaksanakan secara International. Lagi-lagi kecurangan terjadi diatur dengan sangat apik, detil dan rapi. Memang kampret banget karakter Lynn ini, kampret geniusnya, ga pernah kebayang malah kalau menyontek macam itu, kalau dulu saya punya teman sepinter Lynn, lumayan ga perlu susah payah belajar. Iya kan? Eh. Hahaha.


Lynn melakukan itu semua demi uang, karena uang kamu bakal bisa melihat sisi gelap dari seseorang. Padahal jika ditelaah kembali, orang yang punya uang belum tentu bahagia, ya walau tak munafik tentu saja dengan uang bisa masuk universitas luar negeri tanpa beasiswa. Dalam film ini, kamu akan mendapat pesan bahwa uang memang bukan segalanya, ternyata setelah berhasil meraup keuntungan dari para kliennya, Lynn mengaku pada pihak berwenang jika dia melakukan kecurangan pada saat STIC dan memilih menjadi seorang guru.


Kejeniusan dalam film ini terdapat pada bagaimana emosi penonton dimainkan, cara Lynn melakukan kecurangan yang sangat rapi agar tak ketahuan, serta pemain-pemain dengan acting yang pas dan tak berlebih.


Awalnya, saya menganggap film ini pasti akan membosankan dan klise. Sungguh di luar ekspetasi sehingga yang tadinya menonton hanya agar cepat tidur, malah jadi tak bisa tidur karena out of the box. Tak heran film ini mendapat banyak penghargaan baik national maupun international, pastinya sang director (Nattawut Poonpiriya) mendapat banyak penghargaan berkat kerja kerasnya. 


Pesan moralnya sepandai-pandainya kamu curang pasti bakal ketahuan dan uang tak akan bisa membeli kebahagianmu. So, jangan nyontek! Karena menyontek adalah awal/akar dari korupsi. Kok bisa? Ya iyalah, dari hal kecil menganggap enteng jadi kebablasan nyolong uang rakyat. Jadi, ngebayangin para koruptor itu dulu nyonteknya gimana yaa? Ah, pasti ga kreatif, buktinya sekarang masuk penjara gara-gara nyolong duit. Atau jangankan ujian, ngerjain PR aja pakai joki mungkin. Entahlah.

Categories
inspirasi Public Speaking Se-cuap

Menteri Favorit ala Diah Sally

Siapa Menteri Favorit Kamu? 

Beberapa waktu lalu, setelah diskusi tentang dunia politik dan pemerintahan di Indonesia, spontan saya bertanya kepada kawan “Menteri favorit versi lo siapa?” kawan saya pun langsung diam, mukanya terlihat mencari nama yang ingin diucapkan dan akhirnya keluar kata “I don’t know” diikuti dengan gelengan kepala.


Karena saya adalah orang yang cukup suka diskusi, tanpa ditanya balik menteri favorit versi saya, langsung saja saya sebut satu nama Sri Mulyani beserta dengan beberapa track record beliau sebagai menteri Keuangan. Sebelumnya, saya sempat (agak) kesal dengan beliau karena tahun ini pembagian deviden di perusahaan tempat saya berinvestasi cukup mengiris hati ketika tahu bahwa deviden yang dikeluarkan sudah dengan potongan pajak 15%. Oh God, itu banyak banget kan? Banyak menurut saya, sedangkan zakat dalam agama saja yang harus dikeluarkan hanya 2.5%. Saya cukup geram, jadilah saya mencari tahu kemana kah uang yang kita bayarkan untuk pajak?


Kinerja ibu menteri kita sekarang, Sri Mulyani dengan mudah kamu akan temui. ketika ingin tahu uang saya kemana nih, yang saya kasih buat pajak? Saya langsung cek fanpage Kementerian Keuangan RI dan disana kamu akan menemukan #UangKita #UangKitaUntukApa dan beberapa kinerja beliau yang mungkin kamu sering dengar. Yang paling santer akhir-akhir ini adalah tax amnesty& nabung saham. For me, Sri Mulyani too genius dan (bisa) jadi presiden selanjutnya #BukanTulisanTitipan


Kenapa Pilih Beliau?


Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, kinerja beliau nyata sekali, bahkan beberapa situs diantaranya sindonews memaparkan salah tiganya; beliau tegas memangkas anggaran, melakukan extra effort dalam penerimaan pajak dan reformasi birokrasi di internal kementerian keuangan Republik Indonesia yang terus berlanjut. Tiga hal itulah yang membuat Sri Mulyani, sebagai Menteri Terbaik Dunia, saya ulangi sekali lagi, Menteri Terbaik Dunia di World Government Summit yang di gelar di Dubai, Uni Emirat Arab. Penghargaan tersebut diberikan kepada satu menteri terbaik di seluruh dunia, memang penghargaan ini baru di mulai tahun 2016, namun Indonesia harus cukup bangga karena di tahun 2018 kita memiliki menteri terbaik di dunia, walaupun tetap saja angka korupsi di Indonesia masih cukup tinggi.


Muncul nama menteri terbaik versi saya, Sri Mulyani sebelum adanya pengumuman bahwa beliau meraih penghargaan menteri terbaik dunia. Pasalnya, beliau menjadi favorit saya sejak saya bertemu langsung dengan beliau 15 Januari 2018. Ketika itu saya berkesempatan untuk memandu acara Kolaboraksi Kementerian Keuangan RI yang diikuti oleh Eslon I & II. Ga usah ditanya bagaimana perasaan saya memandu mereka, deg-deg-an itu pasti, eslon I & II itu adalah pejabat Kemenkeu RI, bahkan EO-nya pun sudah mewanti-wanti untuk memperlakukan mereka dengan sangat-sangat sopan dan harap maklum kalau ada yang ngeselin. Eslon II dari seluruh Indonesia yang mana mereka adalah orang penting bahkan eslon II di daerah ibaratnya setara dengan eslon I di Jakarta. Dan tambahan, beberapa dari mereka banyak yang sebentar lagi, bahkan beberapa bulan lagi pensiun.

Eslon I & II Kementerian Keuangan RI di seluruh Indonesia 


Eslon I & II aktif mengutarakan ide #KolaborAksi antar divisi
Nyatanya, beliau-beliau ini sangat-sangat menghargai saya dan partner sebagai MC. Kami sengaja berbaur ke seluruh pejabat eslon I & II sebelum acara di mulai dan bertanya-tanya beliau dari mana asalnya, pasangannya berapa divisi apa dll? Mereka pun menjawab dengan antusias. Sambutan dengan crowd yang sangat ditunggu oleh kami, sebagai pemandu acara, tentunya suasana itulah yang menentukan arah acara ini.

Si rakyat antusias banget ketika menyapa pejabat

Ketika sudah dimulai pemaparan eslon I dari beberapa divisi serta wakil menteri keuangan RI, bapak Mardiasmo dan terkahir pamaparan dari ibu Sri Mulyani. Pemaparan beliau agak sedikit berbeda, cara beliau berbicara seperti ngobrol 4 mata, ibarat penyiar radio yang lagi siaran, dan kalau kita denger suara penyiar itu pasti berasa si penyiar ngomong sama kita doang, padahal dia ngomong sama seluruh pendengarnya. Asik banget dengar beliau speech, dan isinya sungguh mencerminkan seorang pemimpin yang wajib digugu dan ditiru.


Ada 2 kalimat yang membuat saya ketika mendengar pingin banget standing ovation buat beliau; ketika beliau bilang “Saya tahu beberapa dari Anda, ada yang sudah berumur dan sebentar lagi sudah mau pensiun. Mungkin Anda akan bilang dalam hati, Sri Mulyani ini orang mau pensiun kok malah disuruh kerja terus.” Hahaha spontan saya terbahak ketika mendengar itu, ya mau gimana lagi ya, selama meraka masih kerja di kementerian ya harus siap untuk kerja. Dan beliau juga bilang “kementrian bukan hanya melayani dan tidak merusuhi rakyat tapi juga aktif mendukung rakyat.” Saya langsung menggelengkan kepala pas mendengar beliau. Pantesan aja, pejabatnya menghargai kami sebagai MC, lha wong Bu Sri Mulyani pesannya juga harus aktif mendukung rakyat, saya dan partner kan rakyat, oiya ditambah kami memang taat bayar pajak. Hahaha.

Sri Mulyani dan Eslon I & II berswafoto
Beliau juga pesan, agar perekonomian Indonesia minimal naik 5.4% serta seluruhnya menyiapkan diri untuk IMF-World Bank annual meeting di Bali bulan Oktober mendatang. So, pastikan kamu ga traveling ke Bali ya pada buan tersebut, karena 15.000 kamar hotel sudah full booked. Saya pun menyimpulkan bahwa beliau ini leadershipnya okay banget, bukan hanya mengayomi tim-nya tapi juga punya ide yang cemerlang untuk Kementerian Keuangan RI. Beliau karismatik sekali orangnya, mengingatkan saya kepada Menteri Keuangan di rumah, Mamak saya. Beliau juga gitu, dikit-dikit potong anggaran, kalau udah awal bulan rajin banget ngingetin anaknya ngeluarin zakat dan bayar pajak (read: ngasih uang belanja). Harapan pengeluaran zakat dan pajak juga sama untuk mewujdukan perekonomian keluarga naik 50%. Aamiin. 


Pas 5 Band, bentukan Kemenkeu RI.
Konon, namanya lahir karena mereka latihannya setelah pulang kerja, pukul 5 sore.

Dirigen Kemenkeu RI, sedangkan dua orang di belakangnya adalah rakyat yang taat bayar pajak.
Kasian si rakyat fotonya di-blur. 
Wah ternyata, tulisan ini panjang banget ya. Saya yakin, kalau kamu yang kurang tertarik dengan dunia politik, pemerintahan dan perekonomian Indonesia (mungkin) bacanya akan dilompat-lompat atau ketika kamu baca ini kamu ngebatin kalau saya masuk dunia politik atau bisa jadi ada yang bilang bahwa tulisan ini dibuat bukan hanya untuk meng-endorse bu Sri Mulyani tapi penggiringan isu/framing buat Bu Sri Mulyani ikut Pilpres 2019. Whatever you think about me, saya cuma mau menjelaskan walaupun saya anak millenial yang bukan kuliah jurusan ilmu politik, hukum atau pun ekonomi tapi saya berusaha memahami negeri ini dengan cara mengamati orang-orang pemerintahan dan memang seharusnya kaum millenial juga melek politik agar jangan sampai mudah dibohongi ketika Pilpres/Pilkada. Dan hasilnya saya menyebut satu nama menteri, Sri Mulyani sebagai menteri favorit. Walaupun beliau favorit saya, tapi tetap saya sebagai rakyat harus mengawal dan mengawasi kinerja beliau, apabila beliau salah pastinya harus ditegur dan kalau terciduk korupsi harus dihukum. 

Itu menteri favorit saya, kalau menteri favorit kamu siapa? Dan kenapa kamu pilih beliau?

Categories
inspirasi Music Review

TULUS: Yang Dilakukan Dengan Hati, Akan Sampai Ke Hati.

Mengikuti karya Tulus, sejak album pertamanya. Pertama kali menonton Tulus, kebetulan secara tidak sengaja, ketika itu saya hadir di acara konser dengan bintang tamu Sheila On 7 dan ternyata Tulus juga meramaikan acara tersebut. To be Honest, saya langsung ngomong sama kawan ketika Tulus tampil. Kok, dia aslinya ganteng banget ya, suaranya kalau live lebih bagus! Mulai dari situ saya tambah jatuh cinta dengan karya-karyanya Tulus.


Sampai beberapa bulan lalu, saya diberi kesempatan nonton Tulus live (lagi). Seminggu sebelum nonton live, saya mendengar semua album ketiga tulus. Hafal seketika. Dan Tulus berhasil membuat mata saya mbrebes mili. Setiap lagu yang ada di album ketiga, sunggu sangat sampai ke hati saya. Nampaknya memang album ini sangat-sangat special untuk saya dan seluruh pendengar musik Tulus. Baru kali ini saya suka sekali dengan penyanyi ibukota dan bahkan saya tidak bisa memilih best song di album ini, Karena semua yang lagunya best of best.


Menurut saya, sejak kemunculan Tulus beberapa tahun lalu, membawa angin segar bagi industri musik di Indonesia. Sejak awal, semua lagu dinyanyikan Tulus, sangat beda dari pasaran yang ada. Di setiap lagunya memiliki diksi yang asik. Bahkan di album ketiga ini, semua emosi muncul mulai dari; bahagia, bosan, penasaran & sendu. Atau mungkin siapapun mendengar lagu Tulus akan merasa dapat pesan/petuah dari Tulus.


Mustahil, orang-orang akan mendengar lagu Tulus tidak tersentuh/tergerak. Terbukti, tahun ini Tulus banyak memenangkan award best song & movie clip. Tulus selalu membuat karyanya dengan sepenuh hati, dengan arti, vocal, konsep, lagu, lirik bahkan sampai video clipnya pun digarap dengan sangat serius. Dan tak heran, banyak sekali penikmat karya Tulus.


Nama adalah doa dan amanah. Mungkin itu alasannya kenapa Tulus tidak pernah setengah-setengah dalam berkarya, karena memang amanah dari orang tua, agar Tulus selalu bersikap Tulus/ikhlas/sepenuh hati dalam melakukan segala hal.


Di album ketiga, yang berjudul Pamit. Lagu ini digadang-gadang Tulus sebagai jembatan antara album kedua dan ketiga. Dan meledak di pasaran. Bahkan, muncul meme: “Yang Tulus aja bisa PAMIT, apalagi kamu” hahaha.


Berbeda dengan pamit, yang agak sendu. Tergila-gila membuat saya tersenyum-senyum mendengarnya. Pasalnya, lagu ini bercerita tentang seseorang yang tergila-gila dengan pasangannya. Alunan terompet, membuat lagu ini lebih istimewa. Lirik di bagian “Ini bukan yang pertama, tapi ini paling menarik” membuat saya bergeming, iya iyah kenapa bisa gitu. Hahaha.


Lagu Lekas, justru berbeda. Terkadang Tulus menyanyikan lagu bisa untuk siapa saja. Dan ternyata setelah saya pikir, lagu ini juga cocok untuk kamu yang sudah memiliki buah hati. Menyemangatkan buah hati, agar terus melakukan hal yang baik karena waktu yang sangat terbatas. Kalau saya punya anak nanti, akans aya kenalkan lagu ini kepada anak saya.


Mahakarya, membuat kamu yang mendengarnya  semangat melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, agar terwujudnya Mahakarya. Dan yang baru saja dibuat video klip nya Tukar Jiwa, menurut saya ini konsep lagunya, lirik, video klip dan vocal nya Tulus edan kerennya. Lagu ini banyak disukai karena, memang lagi lagi Tulus mewakili perasaan kita.


Kalau kamu pegang kendali penuh pada cahaya, jalanmu pasti terang. Kurang lebih, begitulah lirik lagu Cahaya. Ada beberapa lagu Tulus, yang jika kamu dengarjkan sekali, kamu belum bisa mendapat pesannya. Olehkarena itu, harus didengarkan secara seksama, sehingga kamu paham pesannya. Sedangkan Monokrom, kamu harus lihat video klip nya dulu, baru akan paham isi dan makna lagunya. Silahkan cek sekarang.


Di Langit abu-abu inilah mata saya mbrebes mili. Kalau kamu belum menemukan tulak rusuk mata kamu bisa basah. Coba aja dengarkan lagunya. Dan yang terakhir Manusia Kuat. Setiap dengar lagu Manusia Kuat, seperti mantra, saya langsung menjadi semangat dan benar-benar ingin menunjukan bahwa saya bisa lebih hebat dari yang mereka lihat. Bahwa, sejauh mana orang lain menjatuhkan saya, semakin jauh juga saya bertambah kuat.


Dan semua konsep, lirik, aransement & video klip, tidak akan sempurna tanpa vokal yang apik dari Tulus. Bukan hanya sekedar bernyanyi, tetapi dalam lagu ini Tulus membuktikan bahwa Mahakarya itu, bisa terjadi, jika kita melakukannya dengan sepenuh hati.


Terima kasih, Tuhan sudah memeberi kesempatan pada Tulus sehingga saya dan seluruh warga net bisa menikmati mahakarya dari Tulus. Sehat selalu dan terus mengudara di industri musik. Lagumu membuat hidup semakin jauh dari rasa gugup. 
Categories
#JumuahBerfaedah inspirasi

#JumuahBerfaedah : Apakah Kamu Termasuk Orang Yang Zalim?

Dua tahun terakhir, saya selalu berhati-hati dengan perbuatan zalim. Zalim menurut pemaparan dari wikipdedia adalah meletakan sesuatu atau perkara bukan pada tempatnya. Lawan kata dari zalim adalah adil. Zalim, ada dua yaitu; zalim terhadap orang lain dan diri sendiri. Dan yang saya simpulkan dari paparan wikipedia, zalim bisa juga digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berprikemanusiaan.


Dan menurut al quran,  ayat al ‘ankabut 46 zalim adalah orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan. Serta menurut hadist shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Sirin, Muhammad pernah mengatakan bahwa, “Di antara bentuk kezaliman seseorang terhadap saudaranya adalah apabila ia menyebutkan keburukan yang ia ketahui dari saudaranya dan menyembunyikan kebaikan-kebaikannya.


Sepakat dengan pernyataan di atas, saya pun menyimpulkan zalim bisa juga merusak sesuatu. Dua tahun yang lalu saya adalah orang yang paling tidak bisa minum air jika tidak dingin atau berwarna. Singkat cerita, ada kawan yang kasih saya petuah bahwa yang saya lakukan tersebut, dapat merusak tubuh dan bahaya untuk tubuh, yang mana nantinya bermuara pada penyakit. So, sampai sekarang saya sangat berhati-hati jika ingin makan, minum dll. Salah sedikit, bisa-bisa saya menzolimi diri sendiri.


Zalim terhadap orang lain juga, sering sekali bahkan kamu pun mungkin menemuinya. Seringkali beberapa kawan saya, curhat mengenai masalah mereka. Sebagai kawan yang senang mendengarkan cerita sesama, saya pun mendengarkannnya dengan seksama. Suatu ketika kawan saya, Selena Gomez (bukan nama asli) bercerita bahwa, dia bekerja di tempat A, kerjaannya banyak, namun gajinya segitu-gitu saja. Bahkan, karena bosnya yang keterlaluan dalam memberikan kerjaan sehingga timbullah kata ketika curhat, menjelek-jelekan si bos dengan sumpah serapahnya.


Saya pun menyimak ceritanya sampai akhir, dan alih-alih tidak mau hanyut dalam ghibah yang berujung dosa, saya pun memberi beberapa pernyataan di akhir.


“Sampean boleh aja kesal, tapi inget yang sampean omongin bisa berujung ke ghibah dan zalim. Semua bisa selesai kalau sampean bilang langsung ke si bos. Dan kalau case nya seperti itu sampean bisa ngomong kalau keberatan dengan pekerjaan yang diberikan, serta gaji yang sudah disepakati. Sampaikan juga kalau sampean minta naik gaji. Tapi sebelumnya, introspeksi diri dulu, kalau kerjaan sampean aja belom beres, jangan minta naik gaji dulu.”


Nampaknya Gomez kesal dengan yang saya sampaikan, terbukti dengan sikapnya yang tak berani menatap mata saya ketika berbicara.


‘Gini, saya seneng banget kalau sampean cerita masalah keluh kesah, tapi tugas saya juga sebagai kawan untuk meluruskan. Karena saya, gak mau sampean mendzolimi orang lain. Di awal kan ada kontrak kerja, sampean udah baca kan kontraknya? udah ada hitam di atas putih, kalau sampean udah tanda tangan kontraknya, itu tandanya sampean udah setuju dengan penawaran yang ditawarkan. Saya gak mau bela siapa pun di sini, tapi saya gak mau sampean terjebak dengan zalim dan ghibah.’


Dan sampai, sekarang saya masih gak ngerti dengan orang-orang seperti Selena Gomez. Bagaimana dia bisa kerja dengan orang yang tidak dia sukai?


Menurut saya dunia kerja itu adalah dunia dimana saya dapat mengasah skillsaya, no matter how much they’re paid me. Karena saya yakin, ketika saya kerja semaksimal mungkin dan dengan hati (Profesional), Allah pasti gak tidur dan akan memberikan yang lebih. Dan ketika sebuah tempat atau perusahaan sudah tidak ada tempat untuk mengasah skill saya maka waktunya saya mencari tempat lain.


Bagi kamu yang mungkin merasa seperti Selena Gomez, I know, dalam hidup gak mungkin kalau kita gak butuh DUIT. Tapi sebelum mikir duit mending DO IT with heart dulu, maka DUIT akan mengikuti kemana pun langkah kamu berada. Ingat Allah gak pernah tidur.


Do it with Professional and you’ll get professional paid.



Saya, kamu dan kita semua, yuk kita introspeksi diri masing-masing apakah perilaku kita termasuk perbuatan zalim? 
Categories
inspirasi Public Speaking

Do Your Best Today, For Best Future Tomorrow

Masa depanmu dibentuk oleh apa yang kau lakukan hari ini



Kutipan yang sering saya dengar, nampaknya bukan hanya kutipan semata, namun benar-benar akan terjadi jika kamu melakukannya dengan sungguh-sungguh. Bulan Oktober 2017 saya diberi kesempatan oleh my love (Allah) untuk sharing tentang pengalaman saya selama gabung di Tim Promosi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), yang mana tugasnya adalah mempromosikan UAI kepada adik-adik SMA. 4 tahun menjadi Tim Promosi UAI adalah anugerah yang saya syukuri karena kita saat itu saya diberi kesempatan untuk bisa terus mengeksplore skill Public Speaking. Ketika kuliah saya ambil jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sesuai keinginan orang tua, tetapi di sisi lain saya lebih enjoy di dunia Public Speaking, berguru dengan banyak mentor, membuat saya ingin memperdalam dunia tersebut, sampai pada akhirnya saya menemukan tempat yang Allah berikan agar saya terus bisa mengasah skill.

Ketika saya berlari mengejar kamu ❤

Ekspresi ketika kamu mengabaikan saya 


Empat tahun memngeksplore dunia Public Speaking membuat saya banyak mendapat pelajaran yang sangat berharga. Empat tahun yang lalu saya belajar, dan alhamdulillah Allah selalu memberikan kejutan yang membuat saya mbrembes mili! Sudah tahun kedua ini saya berbagi pengalaman selama menjadi Tim Promosi UAI, walaupun keduanya terjadi karena pemateri utama sakit. So sad ya! Hahaha. Tapi itu memang rencana Allah, pihak panitia boleh berencana panggil salah satu dosen dari jurusan komunikasi untuk menjadi pemateri, tapi Allah yang memutuskan. My Super love, Super duper segalanya.

Kalau lagi Promosi UAI, jangan pernah bergaya seperti ini dan bilang yang sebelah sana apa kabarnya? 
Dress well! ketika mau ketemu siapapun


Tahun 2016 diberi kesempatan sharing dan baru dikabarin karena H-1 sebelum acara, karena kakak-kakak pelaksana sungguh sangat baik dengan saya dan saya pun tak bisa menolaknya. Tahun 2017 saya baru dikasih tahu sebelum 5 jam acara, super duper bingung. Sungguh, saya jarang sekali menolak kalau kakak-kakak dari Tim Promosi UAI yang menawarkan sesuatu. Saya pun ketika itu nego agar bersiap lebih lama dan bagian saya diundur setelah zuhur. Kalau diminta tolong oleh kakak-kakak Tim Promosi UAI, saya gak pernah nanya berapa saya harus dibayar, karena ruang yang mereka berikan buat saya belajar jauh lebih mahal dan sangat berharga.

Bersama kakak & kawan Promosi UAI
Andri, Ka Yuni, saya, Puri, Ka Riesty, Ipech & Mas Nova


Walaupun sudah tidak bisa bantu di Tim Promosi UAI, alhamdulillah sekarang masih terus menjalin silaturahim dan insyaAllah terus akan terjalin ya.




Mata ini selalu berbinar ketika ingat masa-masa di Tim Promosi UAI, saya selalu bersyukur Allah mempertemukan saya dengan kakak-kakak serta teman-teman di sana. Saat ingat sekali, dulu zaman kuliah saya sering mampir ke kantor Promosi UAI, dan saya selalu izin mau nyapa sebentar kakak-kakak di Promosi UAI. Teman saya pun langsung bilang “Lo kalau bilang sebentar ke Promosi gak pernah sesuai makna sesungguhnya. Sebentarnya lo itu paling cepet satu jam.” Saya selalu ketawa kalau kawan ngomong gitu, padahal saya kalau kesana pasti cepet banget, menurut saya. Hahaha.

Geli banget mbak & mas nya ngetawain saya

Add caption


And one more thing, lakukan apapun hari ini dengan sepenuh hati dan jiwa karena kelak kamu tak akan tahu, hal itu akan jadi sangat bermanfaat untukmu dan suatu hari nanti di masa akan datang hal tersebut akan sangat berguna. Do your best today, for your future. 


Take nirmal picture is boring

Bersama seluruh peserta Tim Promosi 2017. Selamat bertugas ❤

Spot foto WAJIB buat alumni kalau kembali ke kampus

Categories
inspirasi Public Speaking

Apa Bedanya Pedagang & Pebisnis?

Saya saat memandu acara Hijrah dari Pedagang ke Pebisnis


Dari judul di atas mungkin beberapa dari kamu tahu perbedaan antara Pedagang dan Pebisnis, atau mungkin sebaliknya. Perbedaannya adalah apabila Pebisnis dia adalah orang mengatur bagaimana sistem bisnis itu berjalan, sedangkan pedagang adalah bagaimana mereka mengatur omset yang masuk. Bedanya hanya pada bagaimana seseorang itu bertindak dengan usahanya, dan kebayang banget kan capeknya kalau kamu harus melakukan sendiri penjualan, marketing, packing, pegang akun dll. Dan kesempatan waktu bulan puasa 2017 kemarin, saya memandukan acara Roadshow Seminar 12 Kota, Hijrah dari Pedagang ke Pebisnis bersama Yukbisnis.com dengan pembicara Mas Jaya Setiabudi.


Diah Sally & Ka Mega bersiap sebelum acara



Beruntungnya saya diberi kesempatan oleh Ka Mega Cua Kavita untuk memandu acara ini, karena saya pernah mendengar Mas Jay, begitu sapaannya, berhasil mencetak pengusaha-pengusaha dengan omset milyaran. Beruntung karena dengan menjadi MC saya dapat kesempatan untuk belajar langsung dengan Mas Jay tentang dunia bisnis, dan juga punya pengalaman yang sangat luar biasa di dunia MC, bayangkan saja ketika itu peserta yang datang sekitar kurang lebih 600 orang ditambah sedang puasa. Kebayang gak, bagaimana hausnya saya ketika itu?


Namun, itu semua luntur karena jujur saja saya senang sekali melihat para calon pengusaha dan pengusaha yang hadir. Mental pengusaha memang salah satu yang harus dipunyaoleh setiap insan, mental pengusaha yang penuh semangat, semangat melihat peluang, mengembangkan bisnis, bangkit dari jatuhnya bisnis yang memang tidak setiap orang punya itu.  Saya pun benar-benar takjub ketika Mas Jay menyampaikan materi dan beberapa orang yang hadir dan sudah membuktikan bahwa mereka sukses di dunia bisnis berkat mentoring dengan Mas Jay.



Materi yang diberikan Mas Jay juga sangat-sangat menambah siapapun yang ingin menjadi Pengusaha terbakar dan semangat berapi-api. Dulu sekali, saya pernah punya online shop, saya pun pernah merasakan bagaimana mempunyai omset 5.000.000/bulan dan saya sangat senang sekali karena dulu saya jadi punya banyak teman yang bergelut di dunia bisnis, saya pun akrab dengan distributor serta kawan-kawan sesama reseller. Asik banget memang punya penghasilan yang besar banget (menurut saya) apalagi ketika itu saya masih kuliah smester 3.

Tetap semangat walaupun puasa dan peserta semakin membludak


Bahkan ketika mendengar Mas Jay, saya pingin sekali cepat-cepat membuat bisnis lagi. Namun, nampaknya itu semua saya urungkan, karena memang saya agak lemah dalam matematika, menemukan peluang untuk membuat usaha dll. Saya memang bukan tipe konseptor, penggila ide, tetapi setelah melalui beberapa bulan dan tahun, ternyata memang saya lebih cocok menjadi investor. Bahkan, sekarang saya lebih suka main saham ketimbang membuka bisnis baru. Tetapi senang sekali melihat Mas Jay yang terus menebarkan virus pengusaha dan pebisnis di Indonesia, sebab nabi saja menganjurkan kita untuk berniaga dan ditambah jaman now harus dan kudu banget yang karyawan punya bisnis sampingan lumayan buat tambahan  beli pokok si kecil atau modal buat nikah.

Bersama Mas Jaya Setiabudi yang punya acaranya


Mas Jaya Setiabudi ini adalah founder dari Yukbisnis.com, website tercanggih buat para pengusaha yang mau merambah dunia online, jaman serba internet sih memang butuh banget bisnis apapun merambah dunia online. Kemarin sempet diceritain dan memang website buatan yukbisnis.com itu canggih banget, jadi bisa ngasih norek sendiri, konfirmasi transferan pelanggan dll. Canggih deh pokoknya, coba langsung saja cari di google tentang  yukbisnis.com yaa. Dan semoga setelah dapat infonya kamu bisa jadi pebisnis dan pengusaha  dengan omset berkah berlimpah, serta meninggalkan profesi menjadi pedagang. Kabarin juga ya kalau kamu punya usaha, siapa tahu kamu butuh investor, insyaAllah saya siap bantu. Hehehe. 
Categories
inspirasi Se-cuap

Welcome to My Second Home, SweetHeart

Konon katanya sejauh apapun kita pergi, tetap tempat terbaik adalah rumah dan keluarga. Dan sejauh apapun kita ambil cuti ketika liburan, tetap akan balik lagi keaktifitas semula, back to work. And for me, wherever my office is, it’ll be my second home. Semua pekerjaan yang saya lakukan, I’ll do it with all of pleasure.

Dulu, saya adalah orang yang percaya bahwasanya kerja itu yang sesuai hobi jadi tidak akan bosan. And, do what you love and love what you do. Walaupun pada akhirnya, sekarang saya lebih percaya bahwa, perkara do what you love and love what you do itu terlalu utopis-meminjam kata Alanda Kariza-. Namanya juga manusia, tidak mungkin toh kalau selalu suka? Pada akhirnya juga akan sampai pada titik yang namanya, bosan.

Dan menurut saya, mencari sebuah pekerjaan itu, sama seperti kita mencari rumah yang pas di Jakarta dan sama juga seperti mencari jodoh, terlalu sulit jika tidak punya banyak teman, link dan berdoa. Kalau boleh saya jabarkan, my 1st home is my real house, 2nd home is my office dan ketika waktunya sudah pas dan tepat mungkin jodoh saya nantinya akan menjadi alasan kenapa selalu ingin pulang and may be jodoh saya akan menjadi rumah idaman tanpa angka.

Setelah percaya dengan do what you love and love what you do itu terlalu utopis, mungkin waktunya saya untuk mencari second home yang lain, yang benar-benar seperti rumah ada orang tua, saudara-saudara dan keponakan. Mencari kantor yang diisi dengan bos yang bisa mengayomi, teman kantor yang seperti kakak sendiri dan bisa diajak main seperti keponakan saya.

Tapi lagi-lagi seperti yang sudah saya jabarkan, bahwa mencari pekerjaan sama seperti mencari jodoh, yang harus pas dan pastinya direstui Sang Khaliq, sampai sekarang saya belum bisa mempunyai new second home. Terlebih memang di Jakarta sangat-sangat sulit mencari pekerjaan. Namun, saya percaya bahwa Allah selalu memberikan hamba-Nya yang terbaik.

Teman saya yang baru menikah, meninggalkan rumah keduanya, karena memang dia sudah bosan, dan dilarang juga oleh suaminya untuk memiliki rumah kedua. Dia pun tidak butuh berbagi pikiran antara mengisi kekosongan rumah pertama atau kedua. Iya, karena yang dia punya sekarang hanyalah rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah.


So, however you second home right now. You just pick one of them, stay or leave. If you’ll stay, carilah sesuatu yang bisa membuatmu betah, but if you’ll leaving, I hope you get better second home and if you dont, I wish you’ve best rumah tangga. Aamiin. 
Categories
inspirasi

It’s Time to Shine, Guys.

‘Rise above the crowd’


Bersinar di atas kerumunan adalah PR tersulit bagi setiap manusia. Tapi hal inilah yang membedakan bahkan membuat kita lebih diingat dari orang lain. Membuat orang lain ‘ngeh’ akan adanya diri kita, atau betapa hebatnya kita. Melakukan hal yang berbeda dari orang lain membuat kita lebih unggul. Untuk melakukan yang berbeda kita membutuhkan kretifitas. Jika berbicara kreatifitas, biasanya akan berhubungan dengan ‘unik’.

Saya punya kenalan dulu ketika menempuh ilmu di DJ Arie School Jakarta. Kenalan saya memang mempunyai suara MC pada umumnya, namun yang membedakan adalah bagaimana dia mengeksplore rasa humoris dia, dan parahnya sekarang dia berhasil menjadi selebgram karena konten instagramnya yang lucu-lucu. Kreatif sangat.

Di zaman yang serba teknologi ini memang lebih baik menggunakan sosial media agar bisa mempromosikan apa yang kita punya, terutama expertiseyang kita punya. Ada banyak sekali social media yang dapat kita gunakan untuk menaikkan personal branding kita. Pertanyaannya, media apa yang harus kita gunakan untuk mempromiskan expertisekita?

Ada banyak social media yang bisa digunakan, facebook, instagram, twitter, linked in, google plus, snapchat, youtube dll. Masing-masing punya kelebihan, namun pelajaran yang saya ambil ketika menjadi moderator youtubers ternama di Indonesia. Pada intinya, jika ingin menjadi orang yang berbeda dan lebih dikenal, silahkan beralih ke youtube. Beberapa professional yang saya lihat juga mulai beralih ke youtube.

Youtube seperti layaknya sebuah televisi. Jadi, kalau mau dapat uang dari youtube harus bergabung dengan management, layaknya management artis. Dan beberapa channel youtube yang mendapat banyak klik biasanya konten yang dihadirkan memang sangat kreatif.

Sewaktu menjadi moderator para youtubers, saya bertanya berapa biasanya uang yang datang dari sekali upload video? Dia pun menjawab, kalau youtubers lain, untuk buat iklan dalam video, atau pesanan buat youtube dengan produk yang mereka punya, harganya macam-macam, cuma yang saya tahu ada yang sampai angka ratusan juta. Kalau teman saya yang penyanyi biasa aja, satu kali klik bisa 15.000 jadi kalau viewersnya ribuan tinggal kalikan saja. Mantap kan duitnya. Saya pun membelalakan mata ketika mendengarnya.

Tetapi, menurut saya memang menjadi youtubers sangat worth it, untuk mendapatkan angka yang cukup fantastis. Karena sekarang youtube menjadi kompetitor ketat bagi televisi, bahkan apapun yang tayang di televisi kita bisa lihat keesokan harinya di youtube. To be honest, 2 tahun TV di kamar saya tidak saya nyalakan. Karena selama ini saya merasa bahwa sudah dapat banyak info dari web dan youtube. Bahkan menurut survey yang hadir akhir-akhir ini bahwasanya rating di acara televisi menurun, dan banyak yang sudah mulai beralih ke youtube.

Yuk, bangun personal branding kita lewat youtube. Yang harus segera dilakukan adalah cari apa kelebihan diri kamu, buat sesuatu yang unik lewat konten video yang unik, cari keunikan diri kamu yang tidak dipunyai orang lain, kalau sudah di uploadsegera share ke seluruh teman kamu dan pastinya yang terakhir kamu harus konsisten. Memang yang paling sulit, bukan meraih tapi mempertahankan. Beberapa professional yang saya temui, mereka sukses karena sampai sekarang mereka konsisten membuat video yang kreatif, sehingga karir mereka pun terbantu dengan adanya video itu.


So, let’s choose the right media channel for your best career! 
Categories
inspirasi

Save Your Future Children’s Life


Dewasa ini perempuan yang berkeluarga umumnya mengkombinasikan tugas sebagai ibu dengan kegiatan bekerja, begitulah sebagaimana yang saya baca buku karya Crawford & Unger. Sejalan dengan itu, Papalia & Old pernah meneliti bahwa, 2 dari 5 anak berusia di bawah 5 tahun di Amerika yang merupakan anak dari ibu yang bekerja di luar rumah. Dan hal ini juga dikuatkan dengan perolehan data dari jakarta.go.id mengenai jumlah perempuan yang bekerja di DKI Jakarta setiap tahunnya mengalami penaikan, pada Agustus 2014 jumlah wanita bekerja di DKI Jakarta berjumlah 1.693.773 orang sedangkan pada bulan Agustus 2015 terdapat 1.799.376 orang. Hal ini dapat dilihat bahwa adanya penaikan jumlah wanita bekerja di ibukota sebesar 105.603 orang wanita bekerja dalam statistik dua tahun terakhir.


Berdasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa semakin banyaknya orang tua yang menjadikan sekolah tempat belajar seutuhnya serta menyerahkan anak sepenuhnya kepada sekolah, padahal orang tualah yang seharusnya menjadi sekolah pertama bagi anak dan mempunyai peran utama bagi pertumbuhan anak.


Hari senin tanggal 17 Juli 2017 kemarin adalah hari pertama masuk sekolah, beberapa postingan teman facebook dan instagram memposting foto mereka yang mengantar anaknya sekolah, yang lebih menarik perhatian saya adalah postingan dari artis papan atas, Dian Sastro. Ia mengantarkan anaknya yang laki-laki yang sekarang menginjak Sekolah Dasar (SD), sekolah yang lebih besar dan lebih banyak orangnya ketimbang Taman Kanak-Kanak. Dian Sastro, mengatakan pada postingan tersebut bahwa dia sangat khawatir dengan anaknya, khawatir karena perpindahan dari sekolah yang sebelumnya hanya diisi oleh anak-anak sebaya atau lebih tua 1 sampai 2 tahun. Yang tak kalah menariknya adalah bagaimana dia kembali pada zaman dimana ia dahulu masuk pertama sekolah dengan orangtua nya yang berdandan rapi dengan sepatu hak tinggi karena langsung pergi ke kantor.
Disas, begitu sapaannya, membuktikan apa yang pernah dikatakan oleh Politisi Afrika – Amerika yang pernah didominasikan sebagai presiden AS dari Partai Demokrat tahun 1983 dan 1987, Jesse Jackson yang berpendapat bahwa, anak-anakmu lebih butuh kehadiranmu daripada hadiahmu. Artis papan atas sekaliber Disas cuti satu hari, bisa jadi menolak tawaran photoshoot senilai ratusan juta, demi menemani buah hatinya pergi ke sekolah.


Senada apa yang dilakukan Disas di atas, Bapak Anies Baswedan sewaktu menjabat sebagai Menteri Budaya dan Pendidikan, mempunyai program bagi stafnya yaitu, mengantarkan anaknya sekolah. Menurut saya hal ini sangat-sangat briliant, karena sepengetahuan saya ketika kuliah mengambil program studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengantarkan anak ke sekolah sangat penting, selain membangun attachment (pendekatan) baik secara fisik maupun emosional antar anak dan orang tua, pastinya orang tua walaupun terpaksa akan terlibat pada pendidikan serta pertumbuhan anak. Lebih baik lagi ketika mengantarkan anak ke sekolah orang tua sambil berbincang tentang kegiatan apa saja yang dilakukan di sekolah kemarin, dan lain-lain. Jangan sampai karena ibu bekerja, lalu anak diabaikan, padahal bukankah anak adalah anugerah dan amanat yang dititipkan Allah, yang namanya amanat (titipan) harus dijaga dan dirawat dengan baik.


Jikalau orang tua menempatkan dirinya sebagai sekolah pertama bagi anak, niscaya tidak ada lagi kejadian beberapa waktu lalu, yang sempat viral di instagram, video anak SMP mengatakan kata kasar, serta menjambak dan menendang temannya di salah satu pusat belanja terbesar di Jakarta dan juga tidak ada lagi anak kuliah yang mem-bully dan kompak menertawakan temannya yang berkebutuhan khusus.


If you save your family, it’s mean you save your future children life.