Categories
inspirasi Public Speaking Se-cuap

Menerawang Nasib Podcast di Indonesia

Sejak empat tahun ke belakangan ini, pengguna aplikasi musik streaming Spotify diramaikan bukan hanya oleh penikmat musik tetapi juga penikmat podcast. Podcast lahir bersamaan dengan ipod tahun 2001, wow sudah lama yaa tapi saya sendiri baru tahu dua tahun ke belakangan ini. Haha. Lalu, bagaimana nasib podcast di Indonesia? Apakah perlu kita panggil peramal untuk menerawang masa depan podcast? Saya rasa tidak perlu ya, takut musyrik tapi kalau kamu bisa menerawang masa depanku bersama masnya boleh ya tinggalkan no HP di kolom komentar.

Podcast digagas sebagai alternatif lain dunia radio, podcast (ipod boardcasting) adalah siaran yang menggunakan iPod. Mungkin bagi kamu yang penggila brand apel kroak ini sudah tak asing lagi dengan yang namanya Podcast, karena di setiap handphone apel korak terdapat applikasi Podcast. Bahkan disana kamu bisa nikmati berita dari CNN, acara talkshow dll. Asik ya, dimanapun berada bisa tetap nambah pengetahuan walau lagi mengendarai motor.

Awal mula kenalan dengan Podcast.

Beberapa tahun lalu saya tahu podcast, namun saya baru mendengarkan podcast setahun yang lalu. Berawal dari seorang kawan kantor, yang kerjaanya cari kerjaan baru yang kreatif dan ngasah otak dia. Sebelumnya dia menjelaskan tentang podcast yang pada akhirnya saya menyimpulkan bahwa podcast adalah aplikasi siaran yang hampir mirip dengan soundcloud. Sampai pada akhirnya, dia suruh saya cek podcast di spotify. Pas saya klik, langsung teringat dengan mimpi yang dulu pernah saya peluk lalu lambat laun harus rela melepas walau sampai sekarang masih dipeluk tapi tak seerat zaman awal-awal 2011-an.

Dari dulu ingin sekali menjadi penyiar, Cuma ketabrak sama suara yang rada tipis (paham ya maksud saya? Haha) Tapi dari situ, terus belajar gimana suaranya ga se-tipis ATM tempe. Dari dulu nyari jalan keluar supaya dream come true, gimana caranya bisa coret daftar mimpi-mimpi yang dipeluk. Dan dari dulu juga selalu buat banyak plan setiap punya mimpi. Bahkan saya menganalogikan diri saya sebagai perusahaan, harus punya goal, harus jelas KPI nya atau jelas bagan OKR (Objective Key Result)nya bedanya kalau akhir tahun pemegang saham di perusahaan dapat deviden, kalau saya di kahir tahun yaa malam tahun baru-an. Hihi. Ohya, selain ketabrak dengan suara tipis, saya juga ketabrak dengan kata-kata yang penuh sayap. Kamu ngerasa paragraf ini penuh sayap alias terbang kemana-kemana? Tapi tenang saja walau bersayap saya hanya ingin menyampaikan kalau kamu itu harus berusaha untuk dirimu sendiri, jangan perusahaan kamu aja yang kamu buat kaya, dirimu juga dong!

Lalu bagaimana nasib podcast di Indonesia?

Awal tahun 2019, Saya pernah tanya dengan kawan kantor saya dulu, Runa.

 “Menurutmu bagaimana nasib podcast di Indonesia?”

“Kalau menurut gue masa depannya cerah banget. Sekarang orang dengerin spotify bukan cuma buat dengerin musik tapi cari konten bagus pun dari sana”

Benar saja kata dia, tak beberapa lama kemudian saya mendengar King of Youtube buat podcast. Walau rada telat, tapi pasti pengikutnya akan melipir juga dengar podcastnya. Terlebih menurut saya konten podcast-nya lebih fresh ketimbang youtube-nya, eh atau sama saja. Ohya, maaf saya sudah tak lihat lagi konten-konten youtubenya.

Dan jika dianalisa juga, bisa jadipodcast bukan hanya sebagai alternatif dunia radio tapi juga alternatif bagi kamu para pencari cuan. Memang kalau sekarang dan kalau tidak salah juga hanya podcaster Amerika yang bisa mendapatkan pundi-pundi dari podcast, tapi tak mustahil dan bisa jadi kamu bisa mencari pundi-pundi dari sana. Bahkan, beberapa youtuber juga membuat versi podcast dari konten youtube-nya. Ohya, bukan hanya itu beberapa radio juga membuat konten untuk channel podcast mereka. Bukan hanya itu, podcast kumpulan para penyiar sebuah radio sekarang sudah dapat tawarin iklan dari podcast mereka dan sudah tembus 1 juta pendengar. Yah kalau saya mah yang penting bisa menyalurkan cuap-cuap saya aja di podcast dan ga pernah berharap juga kalau punya podcast dapat tawaran iklan, ada yang ngedengerin podcast nya aja udah untung banget haha.

Jadi, kalau kamu belum punya podcast segera buat. Peluangnya bagus, sebagus masa depan apel kroak itu. Tapi kalau dirasa perlu ya, kalau menurutmu podcats ga perlu buat dirimu ya ga apa. Nah, biasanya saya dapat banyak message yang tanya bagaimana caranya buat podcast? Kalau ada yang tanya pasti saya suruh untuk rekam dulu apa yang mau ditayangkan di podcast, kalau sudah baru balik lagi ke saya. Cara masukin rekaman kamu di podcast itu hanya perihal teknis, kadang yang sulit itu mau ngerekam atau mau ngomongin apa di podcast-nya.

Tapi kalau kamu sudah punya, boleh ya share ID podcast kamu di kolom komentar, misal ID podcast saya “Podcast Cuma Ngomong”

Categories
inspirasi Public Speaking Se-cuap

Menteri Favorit ala Diah Sally

Siapa Menteri Favorit Kamu? 

Beberapa waktu lalu, setelah diskusi tentang dunia politik dan pemerintahan di Indonesia, spontan saya bertanya kepada kawan “Menteri favorit versi lo siapa?” kawan saya pun langsung diam, mukanya terlihat mencari nama yang ingin diucapkan dan akhirnya keluar kata “I don’t know” diikuti dengan gelengan kepala.


Karena saya adalah orang yang cukup suka diskusi, tanpa ditanya balik menteri favorit versi saya, langsung saja saya sebut satu nama Sri Mulyani beserta dengan beberapa track record beliau sebagai menteri Keuangan. Sebelumnya, saya sempat (agak) kesal dengan beliau karena tahun ini pembagian deviden di perusahaan tempat saya berinvestasi cukup mengiris hati ketika tahu bahwa deviden yang dikeluarkan sudah dengan potongan pajak 15%. Oh God, itu banyak banget kan? Banyak menurut saya, sedangkan zakat dalam agama saja yang harus dikeluarkan hanya 2.5%. Saya cukup geram, jadilah saya mencari tahu kemana kah uang yang kita bayarkan untuk pajak?


Kinerja ibu menteri kita sekarang, Sri Mulyani dengan mudah kamu akan temui. ketika ingin tahu uang saya kemana nih, yang saya kasih buat pajak? Saya langsung cek fanpage Kementerian Keuangan RI dan disana kamu akan menemukan #UangKita #UangKitaUntukApa dan beberapa kinerja beliau yang mungkin kamu sering dengar. Yang paling santer akhir-akhir ini adalah tax amnesty& nabung saham. For me, Sri Mulyani too genius dan (bisa) jadi presiden selanjutnya #BukanTulisanTitipan


Kenapa Pilih Beliau?


Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, kinerja beliau nyata sekali, bahkan beberapa situs diantaranya sindonews memaparkan salah tiganya; beliau tegas memangkas anggaran, melakukan extra effort dalam penerimaan pajak dan reformasi birokrasi di internal kementerian keuangan Republik Indonesia yang terus berlanjut. Tiga hal itulah yang membuat Sri Mulyani, sebagai Menteri Terbaik Dunia, saya ulangi sekali lagi, Menteri Terbaik Dunia di World Government Summit yang di gelar di Dubai, Uni Emirat Arab. Penghargaan tersebut diberikan kepada satu menteri terbaik di seluruh dunia, memang penghargaan ini baru di mulai tahun 2016, namun Indonesia harus cukup bangga karena di tahun 2018 kita memiliki menteri terbaik di dunia, walaupun tetap saja angka korupsi di Indonesia masih cukup tinggi.


Muncul nama menteri terbaik versi saya, Sri Mulyani sebelum adanya pengumuman bahwa beliau meraih penghargaan menteri terbaik dunia. Pasalnya, beliau menjadi favorit saya sejak saya bertemu langsung dengan beliau 15 Januari 2018. Ketika itu saya berkesempatan untuk memandu acara Kolaboraksi Kementerian Keuangan RI yang diikuti oleh Eslon I & II. Ga usah ditanya bagaimana perasaan saya memandu mereka, deg-deg-an itu pasti, eslon I & II itu adalah pejabat Kemenkeu RI, bahkan EO-nya pun sudah mewanti-wanti untuk memperlakukan mereka dengan sangat-sangat sopan dan harap maklum kalau ada yang ngeselin. Eslon II dari seluruh Indonesia yang mana mereka adalah orang penting bahkan eslon II di daerah ibaratnya setara dengan eslon I di Jakarta. Dan tambahan, beberapa dari mereka banyak yang sebentar lagi, bahkan beberapa bulan lagi pensiun.

Eslon I & II Kementerian Keuangan RI di seluruh Indonesia 


Eslon I & II aktif mengutarakan ide #KolaborAksi antar divisi
Nyatanya, beliau-beliau ini sangat-sangat menghargai saya dan partner sebagai MC. Kami sengaja berbaur ke seluruh pejabat eslon I & II sebelum acara di mulai dan bertanya-tanya beliau dari mana asalnya, pasangannya berapa divisi apa dll? Mereka pun menjawab dengan antusias. Sambutan dengan crowd yang sangat ditunggu oleh kami, sebagai pemandu acara, tentunya suasana itulah yang menentukan arah acara ini.

Si rakyat antusias banget ketika menyapa pejabat

Ketika sudah dimulai pemaparan eslon I dari beberapa divisi serta wakil menteri keuangan RI, bapak Mardiasmo dan terkahir pamaparan dari ibu Sri Mulyani. Pemaparan beliau agak sedikit berbeda, cara beliau berbicara seperti ngobrol 4 mata, ibarat penyiar radio yang lagi siaran, dan kalau kita denger suara penyiar itu pasti berasa si penyiar ngomong sama kita doang, padahal dia ngomong sama seluruh pendengarnya. Asik banget dengar beliau speech, dan isinya sungguh mencerminkan seorang pemimpin yang wajib digugu dan ditiru.


Ada 2 kalimat yang membuat saya ketika mendengar pingin banget standing ovation buat beliau; ketika beliau bilang “Saya tahu beberapa dari Anda, ada yang sudah berumur dan sebentar lagi sudah mau pensiun. Mungkin Anda akan bilang dalam hati, Sri Mulyani ini orang mau pensiun kok malah disuruh kerja terus.” Hahaha spontan saya terbahak ketika mendengar itu, ya mau gimana lagi ya, selama meraka masih kerja di kementerian ya harus siap untuk kerja. Dan beliau juga bilang “kementrian bukan hanya melayani dan tidak merusuhi rakyat tapi juga aktif mendukung rakyat.” Saya langsung menggelengkan kepala pas mendengar beliau. Pantesan aja, pejabatnya menghargai kami sebagai MC, lha wong Bu Sri Mulyani pesannya juga harus aktif mendukung rakyat, saya dan partner kan rakyat, oiya ditambah kami memang taat bayar pajak. Hahaha.

Sri Mulyani dan Eslon I & II berswafoto
Beliau juga pesan, agar perekonomian Indonesia minimal naik 5.4% serta seluruhnya menyiapkan diri untuk IMF-World Bank annual meeting di Bali bulan Oktober mendatang. So, pastikan kamu ga traveling ke Bali ya pada buan tersebut, karena 15.000 kamar hotel sudah full booked. Saya pun menyimpulkan bahwa beliau ini leadershipnya okay banget, bukan hanya mengayomi tim-nya tapi juga punya ide yang cemerlang untuk Kementerian Keuangan RI. Beliau karismatik sekali orangnya, mengingatkan saya kepada Menteri Keuangan di rumah, Mamak saya. Beliau juga gitu, dikit-dikit potong anggaran, kalau udah awal bulan rajin banget ngingetin anaknya ngeluarin zakat dan bayar pajak (read: ngasih uang belanja). Harapan pengeluaran zakat dan pajak juga sama untuk mewujdukan perekonomian keluarga naik 50%. Aamiin. 


Pas 5 Band, bentukan Kemenkeu RI.
Konon, namanya lahir karena mereka latihannya setelah pulang kerja, pukul 5 sore.

Dirigen Kemenkeu RI, sedangkan dua orang di belakangnya adalah rakyat yang taat bayar pajak.
Kasian si rakyat fotonya di-blur. 
Wah ternyata, tulisan ini panjang banget ya. Saya yakin, kalau kamu yang kurang tertarik dengan dunia politik, pemerintahan dan perekonomian Indonesia (mungkin) bacanya akan dilompat-lompat atau ketika kamu baca ini kamu ngebatin kalau saya masuk dunia politik atau bisa jadi ada yang bilang bahwa tulisan ini dibuat bukan hanya untuk meng-endorse bu Sri Mulyani tapi penggiringan isu/framing buat Bu Sri Mulyani ikut Pilpres 2019. Whatever you think about me, saya cuma mau menjelaskan walaupun saya anak millenial yang bukan kuliah jurusan ilmu politik, hukum atau pun ekonomi tapi saya berusaha memahami negeri ini dengan cara mengamati orang-orang pemerintahan dan memang seharusnya kaum millenial juga melek politik agar jangan sampai mudah dibohongi ketika Pilpres/Pilkada. Dan hasilnya saya menyebut satu nama menteri, Sri Mulyani sebagai menteri favorit. Walaupun beliau favorit saya, tapi tetap saya sebagai rakyat harus mengawal dan mengawasi kinerja beliau, apabila beliau salah pastinya harus ditegur dan kalau terciduk korupsi harus dihukum. 

Itu menteri favorit saya, kalau menteri favorit kamu siapa? Dan kenapa kamu pilih beliau?

Categories
Se-cuap

Selamat Jalan, Ibu

Hari ini, saya mendapat berita duka dari orang tua saya. Mereka bilang Ibu-nya Ela sudah kembali ke pangkuan Yang Maha Segalanya. Saya sejenak bingung dengan perkataan orang tua saya. Kemudian, bapak saya bilang, sebelum kamu berangkat kerja mampir dulu ya, ke rumah Ela, ibu sudah tiada. Memori saya langsung tertuju pada masa SD.

Ela, teman main di rumah sejak saya TK. Dari dulu orang tua saya selalu sibuk dengan pekerjaannya, setiap saya pulang sekolah, langsung bermain dengan Ela. Kawan saya, Ela mempunyai banyak saudara, dia anak ke 9 dari 9 bersaudara dan bapaknya sudah lama meninggal sejak dia kecil. Saya tidak pernah kesepian walaupun orang tua saya pulang kerja pada sore hari, karena saya bisa bermain dengan puas bersama Ela sampai sore dan saya pun selalu suka dengan kesederhanaan Ela dan keluarganya.

Ibu, begitu saya menyapa Mamaknya Ela, sangat baik sekali kepada saya, bahkan ketika makan siang tiba beliau mengajak saya untuk makan bersama dan beliau juga selalu bilang ‘Diah, sini makan bareng-bareng. Makannya seadanya ya’. Lauk yang saya paling suka dari Ibu adalah tempe, tahu, oncom dan sambal. Berkat Ibu, oncom jadi makanan favorit saya. Makan di rumah Ibu memang tidak mewah dan seadanya, tetapi saya selalu pingin nambah terus kalau makan di rumah Ibu. Sampai ketika Mamak saya pulang dan menawarkan makan, saya pun menolak karena saya kenyang sekali sudah makan di rumah Ibu. Mamak selalu marah kalau saya makan di rumah Ibu, mamak selalu bilang kalau kita jadi manusia tidak boleh sering meminta kepada orang lain, apalagi sama Ibu, karena Ibu punya banyak tanggungan.

Saya yang ketika itu tidak tahu apapun hanya mengangguk, tapi keesokan harinya Ibu selalu menyuruh saya untuk makan siang bersama Ela dan keluarganya. Ketika itu saya tidak mengerti, kenapa Mamak melarang saya makan di rumah Ibu, dan kenapa Mamak marah kalau saya makan di rumah Ibu? Padahal, saya tidak pernah meminta, tetapi Ibu selalu memberikan saya makan dan saya terkadang makan di rumah Ibu bukan karena lapar, namun karena saya suka dengan keluarga Ibu yang ramai.

Dari Mamak saya belajar bagaimana hidup mandiri dan tidak boleh banyak meminta kecuali dengan Allah, dari Ibu saya belajar bahwa memberikan dan membagikan sesuatu itu tidak perlu harus kaya. Masa kecil menurut saya adalah hal yang sangat susah sekali untuk dilupakan, mangkanya muncul beberapa penelitian yang menganjurkan untuk mengajarkan anak sejak kecil atau pada masa golden age, karena masa itulah awal mula tumbuh anak. Dan biasanya, ketika kecil mudah sekali untuk mengingat sesuatu.

Ibu, terima kasih sudah menjadi orang tua saya di kala Mamak dan Bapak saya kerja. Saya merasakan kehangatan yang Ibu berikan kepada saya, bahkan Ela sudah saya anggap sebagai kaka saya sendiri. Padahal, seharusnya Ibu bisa melihat sosok lelaki yang siap menjadi imam Ela. Ibu juga belum melihat bagaimana gantengnya imam saya, dan Ibu juga belum melihat bahwa anak yang dulu sering main ke rumah Ibu dan main bersama Ela, sudah besar bahkan sekarang sudah bisa bersolek. Tapi tenang bu, saya masih suka oncom, dan oncom favorit saya adalah buatan Ibu dan Mamak.

Ibu, hati-hati di sana ya. Kata Pak Ustad yang saya dengar ceramahnya, konon orang baik meninggal di hari yang baik. Tepat tanggal 3 November 2017 hari jumat, Ibu meninggalkan keluarga, saya hanya bisa berdoa Ibu segera sampai di surga Allah dan Ela insyaAllah kuat menghadapi ini semua, serta doa selalu dipanjatkan untuk Ibu. Semua yang di dunia ini milik Allah, dan semuanya pun akan kembali pada Allah.

Categories
Music Review Se-cuap

AKAD: Janji Atau Angan (?)

Apa bagusnya?

Kok bisa sih suka?

Dan saya pun langsung mengernyitkan dahi. Setidaknya itulah first impression yang saya berikan ketika mendengar lagu-lagu Payung Teduh. Kekeluargaan, begitulah saya menyebut kondisi keadaan antara teman-teman kantor. Merekalah orang pertama yang mengenalkan saya dengan band indie asal Jakarta, Payung Teduh. Bukan hanya itu, bahkan beberapa kenalan yang umurnya lebih banyak dibanding saya juga, suka dengan karya-karya band ini. To be honest, pengetahuan tentang musik tanah air sangat sedikit sekali, karena memang saya lebih sering mendengarkan lagu-lagu barat. Tujuannya simple, untuk belajar bahasa Inggris, setiap saya mendengarkan lagu bahasa Inggris pasti saya menerjemahkan kata per kata, serta maksud dari lagu tersebut. Mungkin setelah ini, kamu akan bergeming ‘Dasar kebarat-barat-an’. Tapi saya punya cara sendiri dengan mencintai Indonesia lewat koleksi beberapa batik dan tenun dari berbagai daerah. Kamu dan saya punya cara mencintai Indonesia masing-masing.

Singkat cerita, saya pun pensaran. Kenapa banyak sekali yang suka dengan Payung Teduh? Akhirnya, saya memutuskan untuk follow instagram Payung Teduh. Ingat sekali, ketika itu baru saja mengeluarkan lagu baru yang berjudul, Akad. Mendengar sekali, kali kedua dan kali ketiga. Voila! Emang lagunya enak banget didengerin! Asli, Akad adalah lagu pertama yang saya suka dari Payung Teduh. Suka banget. Bukan hanya itu, saya pun menyempatkan diri menyambangi FX Sudirman untuk melihat live Payunng Teduh. Dan… saya makin suka dengan Payung Teduh! Haha. Payung Teduh adalah musisi Indonesia kedua yang saya sukai setelah, Sheila On 7. Sampai sekarang pun Sheila On 7 dan Payung Teduh menjadi playlist wajib di akun Joox dan Spotify saya.

Sangat menarik perhatian, siapa pun tak terkecuali saya adalah judul dari lagu tersebut, akad. Menurut sepengatuhan saya, yang dulu pernah belajar bahasa Arab. Akad itu adalah bahasa Arab, dari asli kata ‘qoda-ya’qidu dan ‘aqdun artinya adalah ‘JANJI’. Sementara tafsiran menurut Abu Bakar Al-Jazair, akad adalah janji antara seorang hamba dan Tuhannya dan antara seorang hamba dan saudaranya. Hukum akad adalah jaiz atau boleh, sedangkan menepati janji hukumnya wajib, melanggar janji sudah pasti hukumnya haram. Bahkan, menurut hadist shahih Bukhari dan Muslim, apabila ada orang yang melanggar janji termasuk salah satu ciri orang munafik. Dan juga menurut Bukhari dan Muslim, orang yang tidak menepati janji akan dilaknat Allah, Malaikat dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan.

Kita lagi ngomongin apa sih Sal? Kan tadi lagi ngomongin lagunya Payung Teduh? Kok, jadi melebar?

Bukan melebar, biar kamu tahu juga, akad itu apa dan bagaimana kalau ga bisa menepati akad. Ternyata, memang kalau diteliti dan ditelaah, judul akad itu hadir dari lirik-lirik yang memang nampaknya penuh dengan janji. Saya rasa siapapun, tak terkecuali saya, mau benar ada orang yang selalu menjaga kita, walau dia tidak bisa beriringan bersama ke pelaminan. Nyatanya, ada tidak orang, laki-laki maupun perempuan yang bisa melakukan hal itu. Haha. Tapi setidaknya Payung Teduh memberikan secercah harapan bagi para pemimpi dengan lagu itu.

Coba sekarang cek ke mantan kamu, yang pernah bilang sayang dan ga bisa hidup tanpa kamu? Masih hidup ga sekarang? Atau sekarang sudah putus berapa kali setelah sama kamu? Haha. Kalau ada yang janji kasih tahu aja, kalau ga mau jadi orang munafik ga usah janji, dosanya besar. Jadi, sekarang kalau pasangan kamu janji, akan sayang sama kamu, mending kamu pakai jurus Dilan, buku yang ditulis oleh Pidi Baiq. Suruh dia tanda tangan di atas materai, jadi kalau dia bohong, kamu bisa lapor polisi atau sekalian kamu punya slogan/visi/misi “Kami pasangan yang berjanji, tidak akan berjanji, karena takut tidak dapat menepati janji.

Untungnya ketika itu, saya tidak berjanji untuk tidak suka dengan Payung Teduh. Kalau gak, gawat deh, soalnya sekarang saya suka banget sama om kribo, eh Payung Teduh maksudnya. Haha. 

Categories
inspirasi Se-cuap

Welcome to My Second Home, SweetHeart

Konon katanya sejauh apapun kita pergi, tetap tempat terbaik adalah rumah dan keluarga. Dan sejauh apapun kita ambil cuti ketika liburan, tetap akan balik lagi keaktifitas semula, back to work. And for me, wherever my office is, it’ll be my second home. Semua pekerjaan yang saya lakukan, I’ll do it with all of pleasure.

Dulu, saya adalah orang yang percaya bahwasanya kerja itu yang sesuai hobi jadi tidak akan bosan. And, do what you love and love what you do. Walaupun pada akhirnya, sekarang saya lebih percaya bahwa, perkara do what you love and love what you do itu terlalu utopis-meminjam kata Alanda Kariza-. Namanya juga manusia, tidak mungkin toh kalau selalu suka? Pada akhirnya juga akan sampai pada titik yang namanya, bosan.

Dan menurut saya, mencari sebuah pekerjaan itu, sama seperti kita mencari rumah yang pas di Jakarta dan sama juga seperti mencari jodoh, terlalu sulit jika tidak punya banyak teman, link dan berdoa. Kalau boleh saya jabarkan, my 1st home is my real house, 2nd home is my office dan ketika waktunya sudah pas dan tepat mungkin jodoh saya nantinya akan menjadi alasan kenapa selalu ingin pulang and may be jodoh saya akan menjadi rumah idaman tanpa angka.

Setelah percaya dengan do what you love and love what you do itu terlalu utopis, mungkin waktunya saya untuk mencari second home yang lain, yang benar-benar seperti rumah ada orang tua, saudara-saudara dan keponakan. Mencari kantor yang diisi dengan bos yang bisa mengayomi, teman kantor yang seperti kakak sendiri dan bisa diajak main seperti keponakan saya.

Tapi lagi-lagi seperti yang sudah saya jabarkan, bahwa mencari pekerjaan sama seperti mencari jodoh, yang harus pas dan pastinya direstui Sang Khaliq, sampai sekarang saya belum bisa mempunyai new second home. Terlebih memang di Jakarta sangat-sangat sulit mencari pekerjaan. Namun, saya percaya bahwa Allah selalu memberikan hamba-Nya yang terbaik.

Teman saya yang baru menikah, meninggalkan rumah keduanya, karena memang dia sudah bosan, dan dilarang juga oleh suaminya untuk memiliki rumah kedua. Dia pun tidak butuh berbagi pikiran antara mengisi kekosongan rumah pertama atau kedua. Iya, karena yang dia punya sekarang hanyalah rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah.


So, however you second home right now. You just pick one of them, stay or leave. If you’ll stay, carilah sesuatu yang bisa membuatmu betah, but if you’ll leaving, I hope you get better second home and if you dont, I wish you’ve best rumah tangga. Aamiin. 
Categories
Se-cuap

Akhirnya, Saya Menemukan Tempat Curhat Untuk Setiap Masalah

Dari dulu sampai sekarang, saya sangat percaya bahwa setiap orang yang mempunyai masalah pada dasarnya tahu apa solusinya. Saya ingat sekali dulu ketika saya dihadapkan beberapa pilihan dan bimbing, saya curhat ke teman. Tetapi, dalam hati saya sudah tahu apa yang harus saya pilih dan lakukan. Setelah curhat, saya bertanya pada teman saya, bagaimana kalau saya pilih A dan melakukan ini, dan teman saya pun menyetujuinya. Bagaimana dengan saya? Jelas saya pun langsung mengeksekusi pilihan saya yang disetujui olehnya.

See, setiap permasalahan yang ada pada diri, pasti mita sudah tahu solusinya. Lalu, kenapa masih butuh curhat? Ya, karena memang karena dengan curhat dapat melepas beban yang ada dan terkadang kita hanya perlu seseorang meyakini dan mendukung solusi yang menjadi pilihan kita.

Tetapi pentingkah curhat? Tergantung orangnya. Kalau seperti saya yang memang agak extrovert saya akan sering curhat, jika mendapat masalah. Tetapi adakalanya, beberapa topik yang memang menurut saya agak rahasia, apalagi membahas cowok, saya akan cerita dengan satu orang kepercayaan.

Tetapi menurut saya curhat itu agak kurang penting, karena memang saya sering sekali curhat dan no respon dari orang yang saya curhatin, malah kadang besoknya saya mau continue cerita tentang masalah kemarin, dia pun sudah lupa. Lupa adalah hal yang menurut saya agak kurang humanis, ketika kamu jadi tempat curhat orang lain.

Dan kejadian pula ketika saya sebagai pendengar curhat, beberapa kali memberikan saran, tetapi tidak didengar. Misal, ada teman yang curhat kalau dia habis disakitin pacarnya, sudah saya kasih nasihat untuk menjauh dari cowoknya, besoknya malah jalan bareng dan besoknya lagi disakitin lagi, terus curhat lagi? Ah bosankan, dengar cerita yang itu-itu aja.

Lagi pula, setiap orang sudah punya masalah masing-masing, jangan sampai kamu curhat jadi tambah beban buat si pendengar. Dan pastikan juga kamu tidak curhat dengan laki-laki, dijamin dia bakal ninggalin kamu dan tidak mau berteman lagi. Terbukti, laki-laki memang jarang ingin mendengar curhatan kamu, gak percaya? Coba saja.

Curhat atau curahan hati yaitu seseorang yang mempunyai masalah dan ingin menceritakannya kepada seseorang, ceritanya bisa macam-macam, mulai dari permasalahan keluarga, pacar, sekolah, karir dll. Dan yang jelas jika kamu perempuan jangan sampai curhat dengan laki-laki yang sudah punya pacar apalagi istri, karena biasanya lelaki yang mendengarkan curhatan kita, bisa jadi dia sedang menarik hati kita or something like that yaa. Lagi pula kamu nggak mau dibully seantero raya gara jadi PELAKOR (Perebut Laki Orang) kan?

Mangkanya, mulai sekarang boleh curhat tapi sama sesama jenis dan kalau mau main aman curhatnya jam 3 pagi sama Allah, insyaAllah kamu bakal segera mendapat solusi dari yang Maha Pengatur. Kalau kamu curhat sama Allah Sang Maha Khaliq, semua pasti jadi asik.

Categories
Se-cuap

Galau Memilih Presiden Kehidupan

Presiden menurut KBBI adalah kepala (perusahaan, lembaga dan sebagainya), dan juga kepala negara republik. Dan menurut wikipedia, presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan sebuah negara. Presiden sebagai kepala negara juga sebagai simbol negara di dunia. Dan sebagai kepala pemerintahan, presiden dibantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam kabinet, memegang kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemetintah setiap hari. Presiden (dan wakil presiden) menjabat selama 5 tahun.

Dari penjabaran di atas, saya menarik kesimpulan bahwasanya presiden adalah kepala yang memunyai peran sangat penting dalam mengambil segala keputusan dan kebijakan. Sama halnya dengan kepala keluarga, Presiden dalam keluarga mempunyai peran yang penting pula.
Olehkarena itu, jika warga Indonesia sangat hati-hati dan penuh pertimbangan untuk memilih Presiden, begitu pun juga dengan kami para wanita yang harus hati-hati dalam memilih Presiden untuk keluarga kami kelak. Bahkan kami para wanita pun, harus beberapa kali menolak lelaki yang datang karena siapa pun yang akan menjadi suami dan kepala keluarga harus bisa menjadi Presiden bukan hanya untuk 5 tahun, tetapi seumur hidup.

Di seluruh negara republik, Presiden hanyalah satu orang, sama halnya dengan wanita yang hanya bisa mempunyai satu suami untuk menjadi imam serta kepala keluarga, hal itu pula tertera dalam Al Quran. Dan seorang Presiden, hanya memiliki satu Wakil Presiden, sama saja seperti satu kepala keluarga, cukup satu istri. Bayangkan bagaimana sebuah negara republik, jika mempunyai 2 Presiden 10 Wakil Presiden, dan masing-masing mempunyai peran pengambil keputusan. Nah lho ribet kan?!

Jika merujuk kepada Wikipedia, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dengan cara disumpah dengan menyebut nama Tuhan. Sama halnya pernikahan, kedua mempelai harus berjanji dan bersumpah dengan menyebut nama Tuhan. Yang membedakan Presiden negara republik dan Presiden keluarga adalah bagian hak administrasi. Jika dalam sebuah negara penghasilan Presiden hanya miliknya, jika Presiden dalam rumah tangga, apabila mempunyai penghasilan, maka penghasilan tersebut bukan hanya milik Presiden tetapi hak milik Wakil Presiden alias istri.

Dan jika dalam sebuah negara, Presiden menjabat selama 5 tahun. Namun, berbeda dengan Presiden dalam rumah tangga, ia menjabat selamanya seumur hidup, tetapi biasanya di tahun ganjil Presiden dan Wakil Presiden di uji pernikahannya. Walaupun saya belum menikah, tetapi menurut beberapa film layar lebar yang saya lihat maka dapat disimpulkan untuk memperpanjang umur pernikahan, hanya ada 2 hal yang harus dilakukan, percaya dan mengerti satu sama lain.

Dua hal yang mudah diungkapkan namun, nyatanya sulit dilakukan. Tetapi apapun, ingat kalau kamu sudah memutuskan untuk menikah, maka kamu harus komitmen. Sama juga jika bapak atau ibu yang nantinya terpilih menjadi Presiden atau Wakil Presiden, maka berkomitmenlah, karena semua yang diberikan adalah amanah. Jangan sampai lupa kalau itu adalah amanah dan jangan disalah artikan, dan jangan menjadi pencuri berdasi yang hanya bisa menggerogoti uang rakyat. Rakyat sudah miskin, kok malah dirampok. 
Categories
Se-cuap

Obesitas Membuat Kamu Susah MOVE ON (?)

“Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”

Ketika SMA, pemimpin saya selalu menyelipkan kalimat tersebut di sela-sela pidatonya. Yang artinya, makan itu secukupnya dan tidak berlebihan. Hidup itu harus fokus dengan tujuan. Kalau segala sesuatu punya tujuan maka kita pun akan selalu menjaganya tetap dalam jalur atau on track. Jadi, jangan terlalu fokus, dikit-dikit makan, tetapi jangan sampai juga kita lupa makan karena bagaimana pun juga tubuh kita butuh asupan yang baik.

Tanggal 23 Juli, adalah hari anak nasional di Indonesia, ketika itu saya melihat di televisi bahwa ada beberapa pakar yang mengatakan bahwa menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, terdapat 18,8 persen anak-anak di Indonesia, usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 10,8 persen mengalami obesitas. Wow, angka yang sangat mengejutkan. Obesitas pada anak-anak akan menghambat beberapa aspek pertumbuhan anak. Bukan hanya itu saja, anak-anak yang mengalami obesitas, maka kemungkinan besar akan cenderung mengalami obesitas ketika dewasa, bahkan parahnya lagi akan terserang beberapa penyakit, seperti, asma, diabetes dan perlemakan hati.

Perlemakan hati ini sangat berbahaya karena kemungkinan besar jika kamu terkena penyakit ini akan susah move on, dikarenakan kamu memiliki hati yang besar, hati yang penuh cinta berlebihan, jadi dipastikan kamu akan susah move ondari mantan. Punya hati yang tidak berlemak saja sudah susah move on apalagi berlemak. Tidak, seluruh kalimat pada paragraf ini hanya bercanda, jadi jangan menanggapi terlalu serius. Eh, maaf maksud saya bersungguh-sungguh, saya agak trauma dengan kata serius, karena yang dulu, ketika saya serius, dia minta putus.

Obesitas pada ank sangat mudah sekali dikenali, salah satunya adalah berat badan di atas rata-rata normal pada anak sebayanya dan juga mengalami kenaikan berat badan setiap bulannya. Kenali obesitas sejak dini, agar menjauhkan anak dari beberapa penyakit ketika dewasa. Dan juga menghindari penyakit menurun, karena bisa jadi anak-anak terkena obesitas karena faktor genetik.

Olehkarena itu, alangkah baiknya untuk mencegah atau menghindari obesitas pada anak, orang dewasa memberikan makanan yang sehat dan sempurna. Berikan anak makanan yang kaya akan protein dan bergizi. Jangan biarkan anak jajan sembarangan di luar sana.

Rumah saya dekat dengan sekolah, dan pernah sewaktu-waktu saya melihat anak-anak sekolah jajan makanan tersebut. Dan saya pun penasaran kenapa anak-anak ini rela antre untuk jajan. Melihat cara si penjual menyajikan makanan tersebut, saya cukup terkejut, tangan si penjual (yang entah habis pegang apa atau mungkin saja mengupil), yang sudah dipastikan tidak terlalu memikirkan kebersihan apalagi kesehatan.

Dan sebagai orang dewasa, jangan memberikan anak-anak makanan cepat saji atau junk food. Karena junk food inilah yang sangat berbahaya dan menjadi kontributor utama bagi obesitas. Beberapa waktu lalu saya melihat artis Hollywood mem-posting foto diri dengan memakai costum dari restoran cepat saji ternama untuk merayakan hari junk foodse-dunia.

Saya pun terheran dengan kejadian tersebut, saya yakin mereka pasti tahu bahwa junk food adalah makanan yang sangat berbahaya. Lalu, apa alasannya untuk merayakan sesuatu yang mempunyai impact sangat berbahaya bagi tubuh. Perusahaan junk food ternama di dunia, mulai menggunakan artis-artis papan atas untuk mempromosikan brandnya. Hal ini lah yang menjadikan anak-anak ingin memakan junk food, karena melihat makanan tersebut dipromosikan oleh artis ternama. Padahal belum tentu, makanannya sehat apalagi bergizi.

So, avoiding the children from junk food and stay healthy, kids.

Categories
Se-cuap

Ingat! PELAKOR Bukan Sebuah Karya!

Karya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya adalah pekerjaan, hasil buatan, ciptaan. Beberapa artis Indonesia berhasil menorehkan karyanya di Amerika, seperti Agnes Monica, Cinta Laura, Demian dll. Okay berarti kita ambil presepsi bahwa karya adalah sesuatu yang diciptakan atau dibuat oleh seseorang baik original maupun inovatif.

Pada dasarnya memang apabila kita berbicara mengenai karya pasti sangat-sangat berhubungan dengan hal-hal yang sangat positif, karena memang di otak manusia bahkan alam bawah sadar kita sudah men-setting, bahwasanya yang berhubungan dengan karya adalah hal-hal yang positif dan menginspirasi.

Membuat karya adalah hal yang harus dilakukan oleh setiap manusia di muka bumi ini, karena dengan kita membuat karya, dapat menginspirasi banyak orang, kita menjadi sebaik-baiknya manusia, yang bermanfaat bagi orang lain. Dan bahkan ketika kita dapat menginspirasi orang tak jarang orang itu akan mendoakan kita, dan kita pun akan selalu menjadi role model bagi penduduk di muka bumi, dan bisa jadi mereka akan berdoa untuk kita atas segala kebaikan dan inspirasinya.

Hadiah yang paling mengharukam dalam dunia ini adalah di mana seseorang mendoakan kita secara diam-diam dan tulus. Dan juga tidak ada yang tahu, dari mulut mana doa akan mustajab. Olehkarena itu, berkaryalah dengan sungguh-sungguh dan bermanfaat bagi orang lain dan jikalau bisa membuat karya yang long lasting (kaya merk lipstick ya). Sehingga ketika kita sudah tidak ada di dunia ini, pahala untuk kita tetap terhanturkan.

So, apa saja yang harus di lakukan? Banyak hal yang dapat dilakukan untuk berkarya. Nadiem Makarim, Founder PT. Gojek menorehkan karya anak bangsa yang sangat luar biasa, bahkan kita semua yang mempunyai smartphone pasti men-download aplikasi tersebut. Suksesnya Nadiem Makarim, karena beberapa tahun dia menyelesaikan studinya di Harvard University, dan akhirnya membuka banyak lapangan pekerjaan bagi warga Indonesia, bahkan beberapa kompetitor langsung bermunculan untuk menyaingi Go-Jek.

Mengambil kesimpulan yang harus dilakukan agar bisa terus berkarya adalah:

1. Pastinya FOKUS
Jika kita sudah memulai sesuatu silahkan fokus. Jika kamu fokus maka, apa yang kamu mulai akan berakhir dengan baik bahkan tak akan berakhir.

2. Do what you love
Benar apabila kita melakukan pekerjaan akan terasa lebih ringan jika kita melakukannya untuk hobi, maka pekerjaan pun akan tak terasa.

3. Upgrading your self
Do what you love and love what you do adalah sesuatu yang sangat benar, namun agaknya terlalu utopis-meminjam kata dari Alanda Kariza. Pada dasarnya kita hanya manusia biasa yang pasti bisa bosan, olehkarena itu perkara do what you love and love you do tidak akan terasa utopis, jika kamu selalu upgradeilmu yang kamu cintai. Jangan cepat puas, dan terus belajar karena di atas langit masih ada langit. Terus ber-inovasi ya.

So, kalau menarik kesimpulan adalah karya itu berhubungan dengan sesuatu yang positif, sesuatu yang diciptakan dan dihasilkan/dibuat (pekerjaan). Namun, pastinya tidak pada hal satu ini, Pelakor alias Perebut Laki Orang! Entah bagaimana ceritanya, tetapi akhir-akhir banyak sekali di sosial media Instagram beredar tentang Pelakor, awalnya kata tersebut dilontarkan oleh akun gosip terkenal mulai tahun 2016 di Indonesia.

Dan sebutan ini berlaku bagi para wanita yang suka merebut laki atau suami orang. Dan biasanya hal ini diucapkan sang pemilik akun bagi artis wanita yang merebut laki orang. Pelakor bukan bagian dari karya karena karya diciptakan atau dibuat secara original maupun diinovasi kembali dan pastinya tertuju dengan hal positif. Walaupun sekarang banyak orang yang berprofesi pelakor tetap saja itu bukan karya, tapi hal yang (sangat) hina.

So… Ayo berkarya positif untuk diri sendiri, mengharumkan bangsa ini dan jadi sebaik-baiknya manusia.  
Categories
Se-cuap

Nge-date Ter-Asik

Beberapa waktu lalu saya bergabung sekaligus menjadi MC di acara Sosialisa (sosialisasi Simfoni Aksara), Nge-date Bareng Editor Elex Media, Mas Whindy dengan bintang tamu Kang Maman Suherman. Simfoni Aksara adalah komunitas dan kumpulan bagi para Penulis & Calon Penulis di seluruh Indonesia. Sejak tahun 2015 komunitas ini berdiri dan aktif pada tahun 2017.

Acara Sosialisa, Nge-date bareng Editor menjadi salah acara besar perdana Simfoni Aksara dan acara ini juga mendapatkan apresiasi yang sangat bagus dari Mas Whindy, selaku editor Elex Media. Konsep acara yang sangat elegan dan mewah hadir khusus seluruh anggota Simfoni Aksara, big thank’s to Mba Aria Sardjono, Penulis buku The Beautiful Flaws yang telah meng-konsep secara detil, baik dan istimewa, beliau juga otak dibalik acara ini. Dan kamu bisa lihat keseruan Sosialisa (Nge-date Bareng Editor) disini.


Dan kali ini Simfoni Aksara kembali hadir dengan acara Sosialisa (Nge-date Bareng Penulis) bersama Pak Agus Sudiyar Tanjung, Inspirator Motifinance Optimizer & Perencana Keuangan. Kali ini ngabuburit nya berbeda, cari ilmu dan jangan lupa sedot sampai habis yaa ilmunya. Bukan hanya itu saja nanti kita juga akan buka puasa dengan konsep ngaliwet, unik ya. Iya dong mangkanya pastikan kamu hadir dan ilmunya dipakai buat manage keuangan kamu saat THR sudah turun.