Home / Review / Movie / Tips Menyontek Kreatif & Genius (?)

Tips Menyontek Kreatif & Genius (?)

 

Menyontek dan dicontek adalah hal yang sangat lumrah. Bahkan kamu mungkin atau langganan jadi pelakunya. Hahaha. Mau tahu tips menyontek yang kreatif & genius? Oh, sayangnya saya tak akan memberikan tips itu, tapi lain cerita jika kamu sudah menonton film Thailand yang berjudul Bad Genius.
 
 
Bad Genius film Thailand ber-genre drama kriminal, kisah dengan latar dunia sekolah (SMA). Awalnya, saya kira film ini paling tentang contek menyontek di dunia sekolah yang dibalut dengan romance ala ABG. Ternyata film ini dieksekusi dengan sangat detil, kreatif & genius, seperti judul film ini.
 
 
Lynn, perempuan genius bahkan bisa menjawab soal matematika dengan hanya melihat soalnya, geniusnya sudah keblinger. Kehidupan Lynn berubah ketika bertemu Grace yang ingin sekali mengikuti ekstrakulikuler teater tetapi peraturan sekolah memutuskan untuk siswa/i yang ingin mengikuti ekskul tersebut harus memiliki nilai bagus. Grace yang memiliki kemampuan akademik yang tak cukup bagus, menginkan Lynn untuk menjadi gurunya. Pada ujian matematika tiba, ternyata Grace tetap tak bisa mengerjakan soal-soal tersebut, padahal soal tersebut serupa dengan yang diajarkan oleh Lynn. Dan Lynn pun memberikan jawabannya lewat penghapus yang di taruh di bawah sepatu dan diberikan kepada Grace. Yeah, menyontek pun berbuah hasil, Grace berhasil mendapatkan nilai bagus.
 
 
Namun, setelah nilainya tercapai, ternyata sang penulis skenario melupakan misi utama Grace meraih nilai bagus. Tanpa menyinggung Grace yang ingin aktif di teater, nampaknya penulis langsung membelokkan untuk fokus pada sindikat nyontek menyontek.
 
 
Grace menceritakan kisah Lynn ke pacarnya, Pat. Lynn sang genius di bidang akademik, miskin & pendiam. Sedangkan Pat anak orang kaya yang orang tuanya mengharapkan anaknya bisa bagus dalam akademik tapi selama ini tak bisa membahagiakan orang tuanya lewat nilai-nilai akademiknya. Karakter dalam film ini sangat nyata dan dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari.
 
 
Akhirnya, Pat & teman-temannya juga menyewa Lynn agar bisa memberikan jawaban saat ujian, sehingga mereka lulus dengan nilai yang tak mengkhawatirkan. Tentunya, Lynn menerima karena adanya imbalan yang menggiurkan. Menariknya dalam film ini, cara Lynn memberikan jawaban untuk kliennya dengan sangat kreatif, dengan menggerakan jari layaknya memencet tuts piano, sehingga pengawas mana pun mungkin tak akan sadar, bahwa Lynn sedang memberikan jawaban untuk klien-kliennya.
 
 
Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh. Sepandai-pandainya manusia menutupi kesalahan atau kecurangan apapun pasti akan ketahuan juga. Film genius, ditulis orang digenius, kurang afdol jika tak di-direct oleh orang genius. Director dalam film ini, berhasil memainkan emosional saya, pasalnya jika kamu menonton akan diajak untuk berpikir, tegang & sedih. Menarik bukan?
 
 
Bahkan, setelah ketahuan memberikan jawaban ke kline-kliennya, Lynn mendapat tawaran untuk memberikan jawaban untuk teman-temannya dalam ujian SAT, STIC. Lynn mengembangkan sayapnya untuk menyontek ujian yang dilaksanakan secara International. Lagi-lagi kecurangan terjadi diatur dengan sangat apik, detil dan rapi. Memang kampret banget karakter Lynn ini, kampret geniusnya, ga pernah kebayang malah kalau menyontek macam itu, kalau dulu saya punya teman sepinter Lynn, lumayan ga perlu susah payah belajar. Iya kan? Eh. Hahaha.
 
 
Lynn melakukan itu semua demi uang, karena uang kamu bakal bisa melihat sisi gelap dari seseorang. Padahal jika ditelaah kembali, orang yang punya uang belum tentu bahagia, ya walau tak munafik tentu saja dengan uang bisa masuk universitas luar negeri tanpa beasiswa. Dalam film ini, kamu akan mendapat pesan bahwa uang memang bukan segalanya, ternyata setelah berhasil meraup keuntungan dari para kliennya, Lynn mengaku pada pihak berwenang jika dia melakukan kecurangan pada saat STIC dan memilih menjadi seorang guru.
 
 
Kejeniusan dalam film ini terdapat pada bagaimana emosi penonton dimainkan, cara Lynn melakukan kecurangan yang sangat rapi agar tak ketahuan, serta pemain-pemain dengan acting yang pas dan tak berlebih.
 
 
Awalnya, saya menganggap film ini pasti akan membosankan dan klise. Sungguh di luar ekspetasi sehingga yang tadinya menonton hanya agar cepat tidur, malah jadi tak bisa tidur karena out of the box. Tak heran film ini mendapat banyak penghargaan baik national maupun international, pastinya sang director (Nattawut Poonpiriya) mendapat banyak penghargaan berkat kerja kerasnya. 
 
 
Pesan moralnya sepandai-pandainya kamu curang pasti bakal ketahuan dan uang tak akan bisa membeli kebahagianmu. So, jangan nyontek! Karena menyontek adalah awal/akar dari korupsi. Kok bisa? Ya iyalah, dari hal kecil menganggap enteng jadi kebablasan nyolong uang rakyat. Jadi, ngebayangin para koruptor itu dulu nyonteknya gimana yaa? Ah, pasti ga kreatif, buktinya sekarang masuk penjara gara-gara nyolong duit. Atau jangankan ujian, ngerjain PR aja pakai joki mungkin. Entahlah.

 

About

Check Also

Rahasia Simbol Satanic di Jakarta (Book Review)

Sampul Buku The Jacrta Secret Hal yang paling menyenangkan di dunia ini adalah menguak rahasia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *