Home / Review / Book / Rahasia Simbol Satanic di Jakarta (Book Review)

Rahasia Simbol Satanic di Jakarta (Book Review)

Sampul Buku The Jacrta Secret

Hal yang paling menyenangkan di dunia ini adalah menguak rahasia yang berdasarkan fakta.Saya pun senang sekali ketika dikenalkan dengan buku The Jactra Secret karya Rizky Ridyasmara. Buku keluaran tahun 2013 entah kenapa hits kembali di tahun2018. Sehingga buku yang diterbitkan Bentang Pustaka ini harus mengeluarkanedisi kedua yang lebih segar. Baik secara visual maupun isi.

The Jacarta Secret bercerita tentang kelompok satanic di Jakarta. Hal-hal yang berkaitan tentang kelompok ini biasanya disebut dengan konspirasi. Sebelum Rizki Ridyasmara, ada Dan Brown yang dengan konsisten menulis tentang konspirasi-konspirasi yang terjadi di dunia. Bahkan dengan gamblang dia memaparkan tentang komunitas tersebesar di dunia ini lewat buku dan diadaptasi lewat film. Bahkan beberapa orang menyebut Rizki adalah Dan Brown-nya Indonesia, karena buku yang ia tulis konflik dan gaya penuturannya mirip sekali dengan Dan Brown. Well, saya bahkan belum membaca buku-buku karya Dan Brown, namun saya menonton beberapa filmnya yang diadaptasi dari bukunya.

Membaca buku The Jacarta Secret, saya pun langsung menyimpulkan bahwa buku ini akan membongkar sejarah tentang komunitas terbesar di dunia yang ada di Indonesiaatau lebih tepatnya peninggalan mengikut komunitas terbesar tersebut. Yang memang nyata masih ada dan memang tak pernah dipaparkan dalam buku sejarah disekolah.

Buku fiksi yang bercerita tentang Doktor John Grant simbolog di Amerika yang datang ke Indonesia untuk mengisi sebuah acara, namun Grant harus terseret ke dalam kasus pembunuhan seorang pejabat. Pejabat yang terbunuh dan konon adalah bagian dari komunitas terbesar dunia tersebut yang harus diteliti oleh Grant dengan cara memecahkan simbol-simbol yang ada. Namun, perjalanan memecahkan simbol tersebut menjadi sangat lebar, dalam artian konflik ini terlalu melebar kemana-mana.

Nampaknya menjadi sangat wajar, jika konflik yang dihadirkan melebar. Berbicara tentang komunitas terbesar di dunia, memang banyak kaitannya dengan hal-hal yang lain. Hal yang wajar ini saya jadikan pemakluman, hanya saja judulnya yang harus diubah agar beberapa konflik atau peristiwa lainnya bisa dimasukan.

Buku fiksi yang bisa dibilang sejarah tentang keeksisan komunitas terbesar di dunia ini patut diacungkan jempol. Rizki berani mengungkapkan apa yang tak pernah diungkapkan sebelumnya, dan Penerbit Bentang Pustaka dengan berbagai kemungkinan bisa terjadi, berani mengambil resiko dengan menerbitkan buku ini. Tercengang membaca buku ini, ternyata dahulu komunitas itu eksis sekali di Indonesia, bahkan tempat berkumpul para alumni 212 kemarin adalah salah satu peninggalannya.

Lambang Monas yang konon katanya memang adalah perpaduan lambang alat kelamin laki-laki dan perempuan yang membuat saya agak sedikit bingung, bagaimana sang penulis mengetahui akan hal tersebut. Saya pun agak sedikit lama menganalisa lambang Monas yang dikatakan pada buku ini, memang tak masuk di akal atau bisa jadi memang otak saya yang ga sampai kesana? Haha.

Ada lagi, Bunderan HI yang memang setelah direnovasi mirip sekali dengan All Seeing eye, simbol mata Horus. Gerbang utama Museum Fatahillah, bagian atas yang melengkung terdiri dari 13 batu, dengan batu tengah dipahat simbol mawar dengan 13 bagian. Patung Hermes, Dewa Penulis kitab Kabbalah yang ada dibelakang halaman MuseumFatahillah. Yang mana tongkatnya yang dipegang adalah simbol persaudaraan. Peta pusat wilayah Menteng diputar 180 derajat yang mana Taman Surapati menjadi simbol kepala Baphomet dengan gedung Bappenas sebagai otaknya. Baphomet adalah Lucifer atau Kambing Iblis. Konon kabarnya Bappenas menjadi tempat berkumpuldan melakukan ritual para pengikutnya. Kemudian yang tak kalah mencengangkanadalah batu di makam Museum Taman Prasasti dengan simbol tengkorak yang lazim digunakan sebagai tanda makam Grandmaster dari komunitas terbesar di dunia. Semua itu, konon adalah peninggalan komunitas terbesar yang dibalut dengansimbol-simbol.

Rizki nampaknya berhasil mengungkapkan yang sejarah tak pernah diungkapkan. Komunitas ini, konon memang  berkomunikasi dengan simbol-simbol yang tak banyak orang tahu. Namun, kini banyak yang sudah tahu mengenai simbol-simbol itu bahkan simbolnya dekat sekali atau bahkan bisa kita temukan di sekeliling kita. Yang jadi pertanyaan akankah mereka masih berkomunikasi dengan simbol-simbol tersebut? Atau mereka sudah beralih ke simbol bahasa kalbu? Hihi.

About Diah Sally

Perempuan yang tidak pernah serius, karena terakhir dia serius, si Mas minta putus! Walaupun begitu, dia selalu senang diajak berdiskusi santai ataupun serius tentang buku, film dan apapun. Selain gemar berdiskusi, dia juga suka menulis yang dibicarakan & membicarakan yang ditulis. Serta siap meramaikan acaramu. Mari, undang dia untung menjadi Master of Ceremony (MC) di acara spesialmu

Check Also

A Star is Born. She’s Lady Gaga (Movie Review)

Film A Staris Born adalah film yang sudah di-remake sebanyak dua kali. Sukses dengan A …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *