Why watch this movie?

Awalnya saya juga tak terlalu ingin menonton film ini, karena ketika itu hanya ingin meramaikan Europe On Screen yang setiap tahun pasti dilaksanakan dengan menayangkan film-film Eropa. Dan karena jarak dari rumah lebih dekat ke Erasmus Huis (Kedutaan Belanda) jadilah meluncur kesana. Melihat review yang biasa saja di IMDB jadilah saya menonton tanpa ekspektasi tinggi, lagi pula saya juga sangat jarang akur dengan plot drama family.

What’s the movie about?

Bercerita tentang keluarga besar, sungguh sangat besar yang berkumpul kembali pada acara ulangtahun pernikahan ke 50 orang tua mereka. Kumpul keluarga yang direncanakan di sebuah Villa, namun konflik mulai terjadi ketika setelah acara mereka tak bisa kembali ke tempat tinggal masing-masing karena ada badai yang tak memungkin mereka untuk kemanapun.

How’s the conflict going on?

Jika kita berbicara tentang keluarga yang terdiri dari; ayah, ibu dan satu anak saja permasalahan yang bisa terjadi cukup banyak dan kompleks, lalu kamu bisa kebayang bukan bagaimana jika sebuah film menawarkan cerita tentang keluarga besar? Konflik yang ditawarkan banyak sekali, namun mudah dingat karena beberapa dari konflik yang hadir sungguh sangat relate dengan kehidupan sehari-hari bahkan mungkin bagi kamu yang sudah menikah pernah mengalami konflik serupa.

Konflik yang terasa dekat membuat film ini sungguh sangat nyata, mungkin di beberapa cerita kamu akan senyum sinis sendiri karena merasa konflik itu kamu banget atau kamu akan menggeleng-gelengkan kepala karena konflik yang kamu lihat pada film ini adalah konflik yang terjadi pada kerabatmu/saudaramu.

Conclusion

Jujur, saya jarang sekali menjamah film-film drama family, karena memang beberapa film drama family yang saya tonton agak kurang menarik perhatian. Mungkin karena memang kebanyakan drama family yang hadir dengan konflik yang mainstream dan karena related dengan kehidupan jadi sudah kebaca kemana cerita akan bermuara. Untungnya dalam fim There is No Place Like Home plot dibalut dengan comedy sehingga siapapun yang menontonnya mungkin akan terbahak dengan ke-chaos-an yang diciptakan oleh Penulis skenario. Act out dan dialog yang bisa menghentakan seluruh ruangan di theater menggelegar dengan tawa penonton. Dan sungguh keluarga yang sangat besar ini sangat sangat kacau; mulai dari kekacauan karena sang suami yang diam-diam selingkuh, istri yang ngambek karena sang suami mengundang mantan istrinya ke acara tersebut, anak yang dipertanyakan keperawanannya, pasangan yang siap menanti sang buah hati namun kesulitan secara financial, Lelaki yang paling sukses secara karir namun ditinggal istrinya karena selingkuh, istri yang harus rela merawat sang suami yang Alzhmeir dll.

Chaos bukan? Hahaha. Dan jujur saya bahkan tak ingat salah satu nama kartakter dari film tersebut. Karena itu tadi terlalu banyak karakter yang hadir, bahkan saya agak sedikit kebingungan menyusun kepingan-kepingan cerita pada film ini. Tapi saya terbahak beberapa kali karakter dalam film ini mulai mengoceh  ocehan yang di luar dugaan. Sayangnya, film ini mudah sekali ditebak alur ceritanya bahkan sampai ke-ending. Namun, saya tetap akan merekomendasikan There is No Place Like Home untuk kamun tonton, agar kamu bisa melihat bahwa semua keluarga punya masalah masing-masing, dan mungkin setelah menonton ini kamu bisa mengantisipasi konflik yang mungkin terjadi di keluargamu atau kamu juga bisa menonton film ini hanya untuk hiburan semata.