Kemenangan Bong Joon Ho di Academy, Oscar 2020 adalah kemenangan bagi Asia. Gimana engga? Akhirnya, Hollywood ga rasis lagi dan sadar bahwa Sineas Asia juga bisa bikin film yang ‘Rise above the crowd’. Selain film Parasite, berikut saya sudah rangkum 5 film terbaik karya Sineas Asia yang sayang banget kalau ga ditonton.

Bad Genius – Thailand

Sejujurnya, saya agak kurang suka dengan film-film Thailand. Awal perkenalan saya dengan film Thailand agak sedikit ga enak, yaitu dengan film Pee Mak, film yang Naudzubillah seremnya tapi tetap asyik ditonton karena ketampanan sang actor utama, Mario Maurer. Namun, jujur saja saya tidak menonton film tersebut sampai habis, bukan karena saya takut tapi memang filmnya agak-agak bikin senyum kecut.

Karena awal perkenalan yang agak-agak kurang mengenakan dengan film Thailand, semenjak itu saya sudah ga pernah lagi nonton film Thailand. Kembali di tahun 2018, iseng-iseng buka aplikasi streaming Viu dan nonton film Bad Genius dengan harapan bisa terlelap tapi ternyata, malah ga bisa tidur. The movie is really f***ing genius. Sepanjang film umpatan dan sambatan ga berhentinya terucap. Mulai dari cast, plot sampai eksekusi parah genius-nya.

Bad Genius film Thailand yang ber-genre drama criminal dengan latar belakang kisah anak SMA yang mencontek ketika ujian, bukan hanya ujian nasional tapi juga ujian masuk ke perguruan tinggi luar negeri. Premis yang simple namun dibalut dengan eksekusi yang luar biasa akan membuat kamu mungkin tercengang. Si miskin yang pintar butuh uang untuk menghidupi keluarganya dan si kaya yang bodoh dan orang tua si kaya yang terobsesi anaknya kudu wajib masuk perguruan tinggi ternama di luar negeri. Dari sinilah cerita semakin seru, bagaimana si miskin memberikan contekan kepada si kaya dengan memainkan jarinya layaknya sedang memencet tuts piano. Cara si miskin memberikan contekan sangat rapi, detil dan jenius ini yang membuat saya terima kasih sekali kepada Nattawut Poonpiriya selaku orang yang duduk di bangku Sutradara pada film tersebut, karena arahan dan matanya yang tajam film ini banyak mendapat penghargaan dan pastinya membuat saya mau menonton film-film Thailand yang lain seperti: ATM, I Fine Thank you, Brother of The Year, Friendzone dll.

3 Idiot – India

Whoah, anyone of you haven’t watch this movie yet? Seriously? Oh noway, kamu kemana aja kalau belom nonton film ini. Ini film yaampun paling bisa ngunyel-ngunyel emosi deh. Ceritanya inspiratif? Iya. Ceritanya sedih? Iya. Ada karakter yang nyebelin? Ada dong. Ceritanya lucu? Banget! Hahaha. Dan yang paling mengagumkan adalah bagaimana si sutradara, Rajkumar Hirani menceritakan flashback yang sangat-sangat relatable dengan orang-orang yang pernah ke India.

Gimana maksudnya? Cerita flashback film 3 Idiot relate dengan India? Yaiyalah, itu kan film India.

Iya, iya gini-gini maksudnya, ketika kecil mungkin kamu menonton Kuch Kuch Hota Hai atau film India lainnya yang menggambarkan India is so awesome, baby. Hahahah. Sesungguhnya kehidupan di India itu seperti flashback dalam film 3 idiot.

Jadi inget perkataan bos saya yang beberapa tahun lalu ke India dia bilang “lo tau ga sih, India itu hiih. Ampun deh. Kalau lo nonton film 3 Idiot, cerita flashback nya seperti kehidupan di India sesungguhnya dan pemeran utamanya seperti orang-orang India kebanyakan juga.”

Paham ga maksudnya? Kalau belum paham you guys better watch that awesome movie. Hahaha.

Perempuan Tanah Jahanam – Indonesia

Perempuan Tanah Jahanam karya sineas Indonesia favorit saya, Joko Anwar. Sudah menonton seluruh filmnya Joko Anwar dan menurut saya Perempuan Tanah Jahanam ini yang eksekusinya paling Jahanam. Bahkan setelah menonton saya menduga Joko Anwar ini titisan penghuni neraka Jahanam. Bisa-bisanya semua hal dalam film ini….. Oh God, can I skip this part? When I write this, saya langsung keinget setan kecil yang super menjijikan dalam filmnya. And I still wonder about How can they made that little satan, so memorable in my brain.

Disclaimer: Don’t watch this movie before sleep and alone, if u don’t want get vomit after watch this movie, as I did. Hahaha.

Snowpiercer – Korea

Sudah menonton semua film-film karya Bong Joon Ho. Bukannya saya tidak mendukung film-film Asia tapi sejujurnya saya lebih suka Joker memenangkan Oscar di kategori best picture. Ohya, tapi dari tahun ke tahun prediksi saya tentang pemenang-pemanang Oscar selalu melesat. Maklumlah ya, saya memang bukan cenayang.

Tapi bagi kamu yang sudah menonton film Parasite mungkin berpendapat bahwa film Bong Joon Ho ini memiliki premis yang mainstream dengan eksekusi yang bagus. Betul memang, tapi saya rasa ini bukan film terbaiknya Bong Joon Ho. Snowpierces film karya sineas Korea, Bong Joon Ho memang sungguh sangat mencengangkan. Film fiksi ilmiah yang diangkat berdasarkan novel grafis Perancis, Le Transperceneige. Film ini memang ciri khas Bong Joon Ho, yang kerap sekali membuat film dengan peran si kaya dan miskin. Dalam film ini, kamu akan menemukan bintang-bintang Hollywood yang sudah tak asing seperti; my baby, Chris Evans (hahaha), Octavia Spencer, Jamie Bell dll. Dan tentu 80% dalam film ini, menggunakan Bahasa Inggris dan sisanya Bahasa kalbu Korea.

Kalau saya petakan beginilah urutan film-film Bong Joon Ho dengan eksekusi mulai dari yang terbaik hingga biasa sekali;

  • Snowpiercer (2013)
  • Okja (2017)
  • The Host (2006)
  • Parasite (2019)
  • Memories of Murder (2003)

One Cut of the Dead – Jepang

Akhirnya, sampai juga pada bagian film terbaik karya sineas Asia versi Diah Sally tentunya. Film yang bercerita tentang zombie ini ga ada serem-seremnya bahkan 30 menit di awal saya ingin sekali keluar bioskop tapi masih sabar nunggu dimana plot twistnya. Tapi selama menunggu plot twist mulut ini ga berenti sambat dalam hati.

“Yaampun balikin duit dan waktu saya”

‘Amburadul sekali acting mereka, ini casting nya gimana deh?”

“Bisa ga sih, bikin film yang masuk akal dikit”

“Awas ya kalau ga ada bagus-bagusnya, ga akan saya mau nonton film-film Jepang”

“Maaf, ini ceritanya kok kaya hubungan seseorang ya. Ga tau mau dibawa kemana”

Seinget saya, ini pertama kalinya saya  nonton film Jepang non anime. Dan 60 menit ke belakang saya ga berenti-berenti ketawa. Astaga, benar-benar kacau lucunya.

Kalau ditanya film terbaik yang pernah saya tonton, ya tentu One Cut of The Dead. Satu kata yaitu “Pom” yang keluar di awal 30 menit awal mengundang senyum kecut saya, 60 menit ke belakang kata “Pom” di call-back berkali-kali dan menggelegarkan tawa seluruh insan di muka bumi ini, woelah enggak deh seluruh insan di dalam bioskop. Baru kali itu saya benar-benar mendengar tawa yang berkepanjangan dari penonton di bioskop.

Film ini cocok sekali buat penghibur di kala duka, lelah atau keadaan dimana si dia ga bisa kasih kejelasan. Kalau si dia ga jelas, kamu harus nonton film ini yang ga jelasnya kebangetan. Bedanya kalau yang ini ga jelas tapi lucu sekali.

Dan kamu harus tahu, film ini dibuat dengan budget 3 Million Yen yang setara dengan 25.000 Dolar Amerika dengan keuntungan di Jepang 3.12 billion yen & 30.5 million Dolar Amerika. Jadi cuannya berapa tuh? Banyak deh pokoknya. Hahahaha.

Ohya, saya sungguh berterima kasih kepada Shin Ichiro Ueda yang duduk di bangku Sutradara. Film Anda sungguh kelewatan jenakanya.

Itu dia film-film kebanggaan saya karya sineas Asia, ini murni dari sudut pandang saya, mungkin kamu ada yang ga setuju ya ga apa. Atau mengeluh karena tulisan ini terlalu panjang? Ya ga apa juga, saya kalau ngomongin film-film bagus emang ga bisa berenti, apalagi kalau ngomongin film-film yang ra mutu. Wess lebih lama dan panjang lagi. Haha.

Everything I Learned, I Learned from the Movie – Audrey Hepburn

Dari 5 film terbaik karya sineas Asia di atas, mana yang sudah kamu tonton? Atau kalau kamu punya rekomendasi film-film karya Sineas Asia lainnya dan menurutmu bagus, please drop your comment below. Hehe.