Akhirnya, setelah penantian ratusan hari tayang juga drakor kebanggaan gue, Hospital Playlist season 2. Setelah season 1-nya yang berhasil ndusel-ndusel batin gue, kini geng Mido Falasol hadir dengan membawa cerita yang bisa jadi akan membuat kita susah move-on sama drama ini.

Sebelum kita bahas tentang apa saja yang terjadi di episode 1 Hospital Playlist Season 2 dan kemana cerita selajutnya akan bermuara, gue mau angkat topi dulu buat penulis scenario dan sutradara yang berhasil membuat dan mengembangkan karakter-karakter dalam drama ini dengan sangat baik dan sangat dekat dengan kita, paling enggak di episode 1 ini mereka berhasil melakukan itu, mudah-mudahan episode berikutnya masing-masing karakternya makin shining yaa! Aamiin.

Ada 5 hal yang gue highlight dari episode perdana Hospital Playlist Season 2, kuy dibaca ya, abis itu kita diskusi deh di kolom komentar. Hehe.

 

Seok-Hyeong vs Ex-Wife vs Min-Ha

Episode perdana yang tayang di hari kamis 17 Juni 2021 dengan durasi 1 jam 35 menit (whoah daebak berasa nonton film yang sekali habis! :D) dibuka dengan scene Min-Ha, dokter kandungan (junior) yang mengajak makan malam Seok-Hyeong, dokter kandungan (senior) pada saat malam natal. Min-Ha yang memang pada season 1 terlihat naksir gela sama si dokter senior ini, membuat gue agak gemas dengan sika psi dokter yang dingin dan rada pendiam sama Min-Ha. Aduh, Pak Dokter tolonglah lihat itu ada rekannya yang suka dengan bapak.

Sayangnya, ajakan Min-Ha ditolak oleh Seok-Hyeong. Padahal Min-Ha sudah booking di restaurant depan rumah sakit, bersamaan dengan penolakan itu ternyata si Sutradara dan Penulis Skenario sudah menyuguhkan adegan yang mengiris-ngiris hati. Min-Ha yang akhirnya memutuskan untuk tetap makan malam sendiri di restaurant tersebut dan cara Pak Sutradara mengeksekusi adegan ini sungguh ingin ku tampol! Baru juga mulai beberapa menit, masa sih udah disajikan adegan sedih ini.

Bayangkan yorobon, Min-Ha tetap makan malam sendiri sambil pura-pura Bahagia dan menganggap kalau ga apa kok si Dokter ga dating sekali pun, life must go on bukan? Sambil kamera mengarah pada hadiah yang dibawa Min-Ha untuk si dokter. Andai Seok-Hyeong tahu gimana perasaan Min-Ha ke dia. Dasar ga peka kau, dokter! Huft!

Sudah jatuh, tertimpa tangga dan kaki patah lagi!

Mungkin itu analogi yang pas untuk keadaan Min-Ha di awal episode ini, gimana enggak setelah berakhir makan malam sendirian dan Kembali ke rumah sakit ternyata Min-Ha menemukan Seok-Hyeong menggandeng seorang wanita dan ternyata wanita itu adalah mantan istri Pak Dokter. Aigoo, ahjussi!

Dari sinilah gue merasakan bahwa pada season 2 ini, karakter Seok-Hyeong sepertinya akan bersinar. Bahkan dari adegan pembuka itu gue berpikir plot selanjutnya tentang karakter Seok-Hyeong adalah bagaimana masa lalu dia Bersama sang istri dan kenapa meraka cerai? Apakah ending dari karkater ini akan rujuk dengan sang istri? Karakter Seok-Hyeong yang pendiam dan agak dingin juga membuat gue bertanya-tanya, si dokter ini kalua marah gimana ya? Biasanya kan orang pendiam kalua marah lebih seram ya ga sih yoroboun?

Dari season 2 ini sungguh gue sangat mengharapkan karakter Seok-Hyeong lebih bersinar dan berkembang lagi. Tell us more about Seok-Hyeong please!

Perkembangan Ik-Joon & Song-Hwa

Di akhir Season 1, Ik-Joon sempat memberikan pertanyaan kepada Song-Hwa tentang bagaimana jika dia menyatakan perasaanya ke teman lamanya yang sudah dia taksir sejak lama. Pada, episode perdana season 2 ini, Song-Hwa menjawab pertanyaan Ik-Joon. Apa jawabannya? Song-Hwa melarang Ik-Joon untuk gak menyatakan perasaannya kepada teman lamanya tersebut. Itu tandanya Ik-Joon ditolak oleh Song-Hwa, nampaknya kalau kamu menonton season 1 akan mengerti adegan ini. Ik-Joon yang memang dari zaman kuliah suka dengan Song-Hwa akhirnya menyatakan perasaannya setelah sekian lama kepada Song-Hwa.

“Jangan nyatakan perasaanmu, karena itu hanya akan membuat canggung.”

Begitulah kurang lebih dialog yang disampaikan Song-Hwa kepada Ik-Joon, tapi gue sendiri sudah menduga mereka akan berakhir Bersama sepertinya entah di season 2 ini tau season 3 (rumornya mereka memang aka nada sampai season 3), Hip hip huray!

Kenapa gue bilang begitu? Melihat bagaimana si penulis scenario menulis cerita-cerita di drama sebelumnya seperti, Reply 1988 yang mana ceritanya mirip-mirip bukan? Tentang persahabatan, ga ada peran antagonis, cerita tentang masa lalu dan kini, pemain utama wanita yang Cuma satu dan berakhir dengan salah satu dari beberapa pemain utama pria. Predictable ya? Well, let see how their relationship end!

Jeong-Won & Gyeo-Wool

Aigoo! Couple kita satu ini memang menggemaskan. Di season 1, Jeong-Won memutuskan untuk menjadi pastur dan meninggalkan dunianya yang sekarang. Namun, hal itu berubah dengan kehadiran Gyeo-Wool doctor juniornya. Akhirnya pun di season 2 ini kisah mereka bersemi bak bunga yang bermekaran di musim semi. Kisah cinta mereka pun banyak dinanti para penonton. Karena kekuatan cinta merekalah Jeong-Won gagal menjadi pastur dan membuat ibunya Bahagia.

Ibu Jeong-Won memiliki 4 anak yang sudah memutuskan menjadi pastur sejak lama, dan iya pun tak ingin anak terakhirnya Jeong-Won mengikuti jejak kakak-kakaknya. Di sisi lain, gue juga bingung harus happy atau sad yaa melihat adegan ini. Kan, jadi pastur ini baik yaa tapi di sisi lain kasian ibunya juga kalau anak terakhirnya jadi pastur siapa yang mengurus ibunya. Gue jadi inget kata-kata “ridho Tuhan itu ada pada ridho orang tua”, jadi kalau orang tua ridho yaa semuanya akan berjalan dengan lancar, kalau orang tua ga ridho aduh bisa susah tuh kita ngejalanin hidup. Jadi, selama ibu Jeong-Won ga ridho dia jadi pastur, ya lebih baik Jeong-Won mematuhi perkataan ibunya yaa. Haha.

Selain itu, gue agak khawatir juga kalau karakter ini agak kurang berkembang di season 2. Gue pribadi belum bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya pada kedua karakter ini, dan sepertinya karakter ini harus agak redup di season 2. Tapi yaa ga ada yang tau kalau ternyata si penulis kasih twist lain ya. Mudah-mudahan aja lah ya!

Jun-Wan & Ik-Soon

Jun-Wan mengencani adik dari sahabatnya Ik-Jun, yaitu Ik-Soon. Pada season sebelumnya Jun-Wan mengirimkan Ik-Soon cincin, namun paket tersebut di-retur. Ternyata, paket itu di-retur bukan karena ditolak Ik-Soon melainkan karena memang tidak ada orang di apartmentnya Ketika itu. Jun-Wan dan Ik-soon terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh karena Ik-Soon harus menempuh Pendidikan di Inggris.

Yang jadi pertanyaan adalah, mau dibawa kemana ini hubungan mereka? Menumbuhkan konflik LDR mungkin cukup okay untuk membuat karakter mereka lebih menonjol. Jadi, inget film Korea Sweet & Sour yang ujung-ujungnya si cowok selingkuh sama teman kantornya gara-gara hubungan yang semakin renggang karena sibuk kerja dan LDR. Konflik LDR ini selalu seru, bagaimana dua insan yang slaing jatuh cinta dan harus terpisahkan oleh jarak tetap menjaga hubungan tetap on-track. Beberapa orang berhasil melakukannya, beberapa lagi harus kalah dengan situasi. Mangkanya, gue berharap mereka menumbuhkan karakter ini dengan bagaimana mereka mengatasi LDR dan tetap percaya satu sama lain.

Mungkin bisa jadi tips buat rekan-rekan yang lagi LDR saat ini. Ya ga yorobon? Haha

Kisah tentang Persahabatan, Pasien Rumah Sakit & Band

Seperti yang tadi sudah gue jelaskan bahwa, kita bakal ditawarkan tentang kisah 20 tahun persahabatan mereka. Gemas banget emang film ini, dan gue jadi bertanya-tanya “apa iya ada persahabatan kaya mereka ini terjadi di dunia nyata?”

Gue sendiri belum menemukan ya, walau udah lama sahabatan bukannya konflik antar sahabat pasti ada ya. Kaya misalnya, tetiba ada temen satu geng lo yang ngomongin lo di belakang atau tetiba temen lo yang ngiri atas keberhasilan yang lo dapat. Persahabatan mereka agak too good to be true rasanya. Tapi di satu sisi gue juga merasa bahwa yaa bisa aja persahabatan mereka adem dan tentram gitu karena geng mereka ceweknya Cuma satu, 4 lainnya laki-laki. Ya, persahabatan cowok memang begitu bukan? Kalau ada masalah antar mereka diselesaikan langsung bukan malah ngomongin di belakang dan ga sapa-sapaan berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan.

Selain itu, sepertinya kisah pasien rumah sakit Yulje akan lebih bervariasi lagi. Kalau kita akan dibuat happy dengan persahabatan mereka, sebaiknya beri kita plot yang cukup rumit Ketika para dokter ini mengatasi para pasiennya.

Dan yang paling membahagiakan adalah bagaimana para geng dokter ini kumpul untuk bermain band seperti masa-masa lalu mereka Ketika kuliah kedokteran dulu. Ketika mereka berkumpul memainkan alat music dan bernyanyi inilah adegan yang paling gue suka. Bahkan dari lagu-lagu yang mereka nyanyikan di season 1, gue hafal beberapa liriknya. Aduh, ternyata ga Cuma lagu 90-an di Indonesia yaa yang memorable, tapi lagu 90-an di Korea juga sama memorable dan masih enak banget didengerin saat ini.

Gue tahu ga boleh terlalu berekspektasi penuh pada sesuatu, tapi untuk satu ini ga bisa yaa, gue berharap banget penulis scenario bisa mengembangkan masing-masing karakter utamanya tanpa harus ada yang paling mendominasi, bahkan bukan hanya karakter utama tapi karakter pendukungnya semoga juga bisa hidup dan support dengan baik. Dan sudah percaya deh gue, si sutradara bisa mengeksekusi season 2 ini dengan baik. Selaku fans militant Hospital Playlist, gue udah ga sabar nih buat nonton episode 2. Hahaha.

Nantikan rekap untuk episode 2 dan ekspektasi untuk episode 3 di postingan minggu depan ya, insyaAllah akan gue langsung publish rekapnya di hari jumat, biar kamu tetap update ya!