Home / Review / Book / Dilarang Gondrong! Kok bisa? (Book Review)

Dilarang Gondrong! Kok bisa? (Book Review)

Awal melihat judul buku ini, membuat saya bertanya-tanya kok bisa ya dilarang gondrong? Emangnya kenapa? Oh mungkin, karena memang kalau rambut gondrong terlihat kurang rapi atau mungkin pemerintahan zaman dulu religius sekali sehingga laki-laki dilarang gondrong karena menyerupai perempuan.

Sampul Buku Dilarang Gondrong!

Karena penasaran dengan judulnya dan penyebab terjadinya Dilarang Gondrong pada zaman Soeharto. Masalah ini (tentang rambut gondrong) semakin serius ketika salah satu gubernur melarang warganya untuk berambut gondrong bahkan dulu keamanan harus membawa gunting kemana-mana untuk memotong rambut-rambut gondrong. Ditambah artis-artis yang berambut gondrong dilarang untuk tampil di layar kaca, fantastis bukan? Rambut gondrong pada artis nampaknya menjadi permasalahan yang cukup pelik, ketimbang artis zaman sekarang yang grebek istrinya selingkuh saja harus undang banyak wartawan dan sampai sekarang artis itu tak dicekal untuk tak tampil lagi atau di-scorsing kali yaa dari keartisannya.

Buku Dilarang Gondrong adalah hasil penelitian Aria Wiratma, pemaparan yang lengkap dengan data-data di berbagai koran dan televisi membuat saya geleng-geleng membaca buku ini. Pasalnya gondrong dipandang negatif, dipandang gaya hippies atau kebarat-baratan. Padahal gaya kebaratan ditimbulkan dari anak-anak orang-orang berduit yang memang liburannya pergi keluar negeri. Namun, kalau disimpulkan gaya hippies ini mungkin tak akan terjadi jika saja Presiden kita terdahulu, Soeharto tak membuka investasi besar-besaran untuk asing. Menurut saya ini adalah awal titik mula kenapa gaya hippies bisa ada di Indonesia. Soekarno yang memang kita tahu anti asing, dan tak membiarkan negara ini dijajah asing (lagi). Jelas tak akan mungkin membuka investasi untuk asing. Namun tak bisa dipungkiri, karena investasi asing itulah, kita sekarang bisa menikmati banyak hal pula kala ini.

Seharusnya, pemerintah dahulu lebih fokus pada isu yang lebih penting ketimbang memikirkan rambut generasi muda. Karena apa yang mereka gunakan, lakukan dan melekat dalam diri manusia adalah hak mereka. Biarkan anak muda berekspresi lewat apa yang dikenakan, lakukan serta melekat dalam dirinya. Karena rambut gondrong tak ada hubungannya dengan akhlak apalagi kemajuan bangsa ini. Atau mungkin kasus rambut gondrong diberitakan hanya untuk penggiringan opini atau pengalihan isu?

About Diah Sally

Perempuan yang tidak pernah serius, karena terakhir dia serius, si Mas minta putus! Walaupun begitu, dia selalu senang diajak berdiskusi santai ataupun serius tentang buku, film dan apapun. Selain gemar berdiskusi, dia juga suka menulis yang dibicarakan & membicarakan yang ditulis. Serta siap meramaikan acaramu. Mari, undang dia untung menjadi Master of Ceremony (MC) di acara spesialmu

Check Also

Rahasia Simbol Satanic di Jakarta (Book Review)

Sampul Buku The Jacrta Secret Hal yang paling menyenangkan di dunia ini adalah menguak rahasia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *