Home / Review / Book / 24 Jam bersama Gaspar, Buku Detektif yang Kreatif Karya Sabda Armandio

24 Jam bersama Gaspar, Buku Detektif yang Kreatif Karya Sabda Armandio

Bercerita tentang kisah detektif, Sabda Armandio lewat bukunya 24 jam bersama Gaspar berhasil membuktikan bahwa menulis itu bukan tentang teknik tetapi tentang bagaimana membungkus sebuah cerita dengan sudut pandang yang berbeda. Buku detektif karyanya memang sangat kreatif, bagaimana tidak, Dio broke the rules. Cerita detektif yang dihadirkan sangat menggelitik perut dan hati.

Sampul depan buku 24 Jam Bersama Gaspar

Dibuka dengan obrolan antara dua orang, yang membuat saya mengerutkan dahi. Karena memang testimoni tentang buku ini menjabarkan bahwa buku ini digarap dengan menampilkan sisi humornya. Then, saya mencoba keep reading sampai pada akhirnya, bum tawa pertama saya. Dio begitu sapaan akrab sang penulis adalah pemenang unggulan sayembara novel Dewan kesenian Jakarta 2016. Sampai buku ini selesai dibaca, saya mengerti mengapa Dio menjadi pemenang unggulan.

Dari pemaparan pada buku ini, Dio bisa dibilang adalah penulis yang kaya akan bacaan buku yang bagus, referensi film yang membludak dan musik-musik bagus. Bukankah memang untuk menulis sebuah buku yang menawan, sang penulis harus membaca jutaan buku bagus. Itu sebabnya mengapa ada kalimat yang berisi penulis yangbaik adalah pembaca yang baik. Dalam buku ini Dio menyajikan bacaan dari sudut pandang kacamata humor, bukan hanya itu dialog yang terkadang satire atau sarkas, menjadi hal yang paling menggelitik dan tak enggan saya menyunggingkan bibir kiri.

Buku yangbercerita tentang tokoh utama Gaspar yang hendak merampok toko emas Wan Ali, membawa kita pada kisah yang penuh makna. Dan benar kata Dewan Juri Sayembara tersebut, bahwa tokoh yang hadir memang hanya sepintas namun sesungguhnya kaya dan mengayakan. Buku ini, sekaligus sebagai kritik terhadap cerita detektif yang mana setiap ada pembunuhan pastilah ada motifnya. Bukankah memang begitu?Bahkan saya pernah dengar cerita Kang Maman, Notulen ILK alumni Kriminologi UI mengatakan bahwa memang setiap pembunuhan yang terjadi pasti ada motifnya, jika tak ada motifnya bisa jadi si pembunuh kelainan jiwa. Namun, berbeda dengan Dio, entah sampai akhir lembar buku ini tak kunjung saya temukan jawabannya.

Ada banyak yang mengantung dalam buku ini, seperti sosok Budi Arazon. Bingung ketika karakter ini muncul. Budi Arazon adalah rocker yang comeback setelah sekian lama tak tampil di depan publik, namun tetiba Budi Arozon muncul juga sebagai stalker Gaspar. Masih banyak yang menjadi pertanyaan-pertanyaan saya tentang isi buku ini. Namun, bagaimana pun juga Dio berhasil memberikan bacaan yang segar dan genius. Pemaparan tentang baik dan jahat dalam buku ini cukup membuat menggelengkan kepala.

Dari buku ini pula saya menyadari bahwa mari memandang segala sesuatu dengan kritis, maka kamu akan mendapatkan hal yang berbeda, sekalipun tak berbeda setidaknya kamu cukup bijak menghadapi sesuatu. Bahkan kamu bisa menertawakan kepahitan hidup dengan terbahak. Buku-buku terbitan penerbit independent memberikan ruang baru bahwa buku apapun yang ditulis namun jauh dari pakemnya atau pada umumnya,tetap akan bisa dinikmati dan mempunyai pasarnya sendiri. Thank you Dio for making good plot! Hehe.

About Diah Sally

Perempuan yang tidak pernah serius, karena terakhir dia serius, si Mas minta putus! Walaupun begitu, dia selalu senang diajak berdiskusi santai ataupun serius tentang buku, film dan apapun. Selain gemar berdiskusi, dia juga suka menulis yang dibicarakan & membicarakan yang ditulis. Serta siap meramaikan acaramu. Mari, undang dia untung menjadi Master of Ceremony (MC) di acara spesialmu

Check Also

A Star is Born. She’s Lady Gaga (Movie Review)

Film A Staris Born adalah film yang sudah di-remake sebanyak dua kali. Sukses dengan A …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *