“Everything I learned I learned from the movies.” ― Audrey Hepburn

Menjadi penikmat film bertahun-tahun membuat saya makin banyak tahu arti kehidupan. Menonton film adalah hal yang wajib dilakukan ketika waktu luang, bahkan hampir setiap hari saya selalu menyempatkan diri untuk menonton minimal film pendek di Youtube. Karena suka sekali dengan menonton, menjadi sebuah impian untuk bisa mengunjungi Rooftop Movie ala Perth, Australia.

Rooftop Movie yang berada di Perth ini saya tahu dari salah satu rekan saya, Raudha Kashmir. Kala itu saya melihat postingan instagramnya sedang berada di Rooftop Movie, Perth. Ketika saya melihat postingan tersebut, entah kenapa saya langsung ingin sekali segera kesana padahal sebelumnya saya tak pernah niat untuk mengunjungi Australia kecuali untuk nonton konser.

Layar Tancap Versi Perth

Rooftop Movie ini bisa dibilang seperti layar tancap di Indonesia, hanya saja menawarkan keunikan yang tiada tara. Jikalau layar tancap di Indonesia biasa kita temui di sebuah lapangan luas yang beralaskan tanah atau rerumputan, rooftop movie di Perth berada enam tingkat di permukaan tanah di tengah keramaian kota, tanpa dinding dan langit-langit. Can you imagine that? If you’re lucky, you can watch the movie and staring to the stars.

Oh my God! Hal ini yang langsung membuat saya ingin sekali segera pergi kesana, namun hal itu saya urungkan, karena setelah dipikir-pikir lebih baik mengunjungi Rooftop Movie bersama kekasih hati. Mungkin Perth akan menjadi tempat honeymoon yang pas dan lebih menyenangkan lagi kalau ketika berkunjung ke Perth ada Sam Smith atau Katy Perry atau Demi Lovato yang sedang mengadakan tur dunia album baru mereka. Kan lumayan, nonton film & konser bersama orang kesayangan. Aduh, tolong dong bangunin saya, halunya terlalu panjang nih! 😀

Program Film Menarik

Daya tarik dan keunikan adalah khas yang memang seharusnya ditonjolkan oleh Rooftop Movie, karena kalau tidak maka akan kalah saing dengan bioskop indoor yang pastinya ketika menonton, penonton merasa aman tidak takut kehujanan atau kena telek burung yang sedang terbang. Selain itu, tentunya program filmnya pun harus menarik, seperti bioskop indie di Jakarta yang pernah saya kunjungi, rooftop movie juga memiliki program film yang bagus-bagus, salah satu keunggulannya adalah menayangkan film-film yang tidak tayang di bioskop, seperti; Film-film festival yang bagus dan film-film yang mungkin haram ditayangkan di bioskop.

Seperti bioskop indie di Jakarta, Rooftop Movie menawarkan film-film yang sesuai tema yang mana bisa jadi tema setiap bulannya berbeda-beda. Dan salah satu alasan saya ingin berkunjung kesini adalah ingin langsung menyaksikan film buatan orang Australia di negaranya sendiri. Seperti yang kita ketahui, beberapa pemain film asal Australia terkenal di ranah Hollywood mulai dari artis favorit saya si Wolverine, Hugh Jackman, Chris Hemsworth yang terkenal sebagai Thor, sang adik yang beberapa bulan terakhir baru saja cerai dengan Miley Cyrus, Liam Hemsworth, Margot Robie yang terkenal sebagai Harley Quinn, Nicole Kidman dll.

Harga Tiket yang Lebih Murah

Tiket bioskop indoor di Perth dibandrol senilai $20 dalam hitungan Dollar Australia, jika dirupiahkan maka satu ticket kurang lebih seharga 200ribu, wow cukup mahal ya, mengingat di Indonesia kalau mau nonton 50rb saja sudah dapat, beberapa kali nonton film di bioskop indie di Jakarta malah dibandrol gratis atau cukup bayar donasi se-ikhlasnya. Hehe. Karena itu, rooftop movie membandrol harga mulai dari $18 untuk satu tiket + sewa satu beanbag di hari kamis sampai minggu. Jika menonton selain hari itu tiket bisa didapatkan dari harga $14, tapi kalau takut kesemutan duduk di beanbag mereka juga menyediakan kursi dibandrol seharga $20. Sambil menonton film di atas beanbag, mereka juga menyediakan makanan-makanan yang bisa dinikmati selain popcorn, ada pizza yang bisa dinikmati sepanjang film bersama orang terkasih. Ya Tuhan, saya makin tak karuan pengen ke sana! ckck.

Walaupun banyak kelebihan dari rooftop movie di Perth, namun pasti juga ada kekurangannya dan mungkin saja pas pertama kali baca judulnya kamu sudah bertanya-tanya “Kalau hujan gimana itu?” Yang jelas ga bisa nonton dong klaau hujan. Kaya layar tancap di Indonesia, kalau hujan yaa bubar acarane. Hehe. Selain itu kalau pun tidak hujan, karena rooftop movie terletak di tengah kota, kemungkinan kamu akan mendengar bising dari luar, saya pun belum ngecek apakah rooftop movie ini dekat dengan stadion atau enggak. Kalau dekat stadion dan pas ada Taylor Swift konser kemungkinan besar gemuruh suara yang terdengar dari stadion. Dan kalau benar dekat stadion dan Sam Smith lagi konser di sana kemungkin saya juga bakal belain nonton Sam Smith dulu baru esoknya ke rooftop movie. Hehe. Saya akan menulis lebih lengkap tentang rooftop movie jika saya sudah mengunjungi tempat tersebut. Doain ya, semoga bisa kesana bersama tambatan hati. Nabung. Nabung 😀