Teruntuk kau yang telah berjuang selama ini. Ku tulis surat ini, agar kelak jika kau terpuruk bahkan sampai tak ada yang menolongmu, kau selalu ingat masih ada Tuhan dan orang ini yang akan selalu memelukmu. No matter what!

Saya tahu…

Terima kasih, sudah berusaha sejauh ini. Saya tahu ada banyak sekali halang rintang yang kau hadapi berpuluh-puluh tahun ini. Ada banyak sekali kekecewaan yang pernah kau rasakan. Saya tahu berapa kali kau disakiti tapi tetepa saja berusaha tersenyum di depan banyak orang. Saya tahu betapa hancurnya hati kau ketika tahu si mas hanya bisa menjadi seniormu. Saya tahu kau berusahaan mati-matian untuk tak membenci abangmu, tapi tetap saja ada seribu alasan untuk bisa membencinya. Saya tahu betapa sedihnya kau ketika suami dari sahabat karibmu mengatakan “Yaampun segitu engga lakunya lo sampe minta dicariin?” padahal jelas-jelas kau tak minta dicarikan kekasih. Saya tahu betapa kesalnya kau ketika mereka menganggapmu tetap anak kecil di keluarga, anak kecil yang hanya mengikuti keputusan keluarga tanpa punya hak untuk berpendapat. Saya tahu seberapa sering kau mendengarkan perkataan orang-orang yang berpendapat negatif tentang mu dan berujung kau kesal, marah dan dendam dengan mereka. Saya tahu seberapa terpuruknya kau ketika salah menjatuhkan hati kepada pria yang tak tepat. Saya tahu seberapa kuat kau berjam-jam dalam sehari di depan laptop demi cuan. Saya tahu seberapa sering kau berusaha menampilkan yang terbaik, tapi tak jarang mereka mencemooh kau. Saya tahu seberapa kecewanya kau ketika mereka mendekatimu hanya karena ada maunya.

Kau bisa…

Tapi, saya kira kau bisa menangis ketika kecewa menghampirimu. Kau bisa menyendiri ketika kau disakiti. Jika kau mau, kau bisa berkata jujur ke si masnya sekarang, mungkin itu yang bisa memerapikan kembali hatimu yang hancur. Jika kau mau, kau juga bisa sambat di depan abangmu tentang kelakuannya yang engga becus jadi abang menurutmu. Jika kau mau, kau bisa tak berteman lagi dengan temanmu yang lakinya akhlakless. Jika kau mau, kau bisa berbicara enam mata dengan orang tua mu dan katakan bahwa kau sudah cukup dewasa untuk mencampuri urusan keluarga ini. Jika kau mau, kau bisa menghajar secara fisik atau memberikan pelajaran non fisik kepada mereka yang selalu memberikan komentar negatif tanpa tahu bagaimana dirimu yang sebenarnya. Jika mau, kau bisa sumpah serapah dengan cowok Padang yang jumawa itu. Jika kau mau, kau bisa bermalas-malasan rebahan engga perlu capek-capek kerja demi cuan. Jika mau, kau bisa membuat sesuatu yang diluar nalar sekalian agar mereka tak tanggung-tanggung mencemoohmu. Jika mau, kau bisa nyinyir di depan mereka bahwa kau tau maksud mereka mendekatimu.

Tapi, kau tak…

Tapi, kau tak melakukannya. Olehkarena itu, saya sungguh salut dengan kau yang sekarang. Saya termaksud orang yang melihat dan melewati segalanya ingin sekali memelukmu agar kau semakin kuat dan terus menjadi kuat. Kau berevolusi menjadi pribadi yang terbaik versimu sekarang. Kau sudah cukup dewasa sekarang, paham betul mana yang terbaik untukmu. Pesan saya satu untukmu, fokus dengan tujuanmu jangan hiraukan mereka yang memberikanmu komentar negatif. Mereka akan selalu mengomentarimu tak peduli seberapa hebat dan semenyenangkannya kau. Oh, masalah jodoh kau tak perlu khawatir, walau saya juga tak tahu dimana jodohmu tapi saya yakin Tuhan sudah menyediakannya untukmu, jadi jangan pernah lagi memikirkan kata-kata orang yang pernah bilang “Yaampun segitu engga lakunya lo sampe minta dicariin?”.

Cause, you’are stronger then what you think.

– Peluk hangat untuk Diah Sally dari Diah Sally –