Aku lebih suka menghabiskan malam, hari dan berjam-jam di dalam kamar, orang tua sering sekali heran kenapa aku tak keluar kamar, apa tidak lapar. Tentu saja sebagai manusia yang butuh asupan, aku punya stock cemilan biasanya kalau stock cemilan aku malas sekali untuk makan di bawah, untuk minum bahkan di kamar ku ada dispenser jadi aku tak perlu khawatir jika kehausan. Ayahku pernah bertanya “Kamu kalau di kamar ngapain aja sih? Kok bisa ga keluar seharian?” aku justru malah heran dengan pertanyaan ayahku, karena menurutku aku kekurangan waktu untuk mengerjakan banyak hal di kamar ku, misal aku harus menyelesaikan buku yang tebalnya 300 halaman, harusnya hari itu selesai kubaca tapi aku harus memperpanjang karena ada beberapa kata dalam buku itu harus kucari artinya atau aku tulis review-nya.

Tapi kali ini aku di kamar sengaja mengurungkan diri, dari kehidupannya duniawi. Hari ini aku baru mendapat kabar kalau Cave telah memiliki belahan jiwa yang baru. Air mataku menetes mengingat kenangan-kenangan bersama Cave, senyumannya, matanya yang berbinar ketika bercerita dan rambutnya yang selalu dicukur plontos yang membuat dia makin terlihat seksi di mataku. Jika saat ini aku bertemu mu, Cave kamu pasti bisa membaca dari guratan wajahku bahwa aku masih mencintaimu, aku juga tak mengerti kenapa ketika itu aku melepaskanmu. Cave mungkin kamu tak tahu betapa bahagianya aku mencintai mu, aku senang Tuhan memertemukan aku kepadamu dan aku waktu itu adalah orang yang paling bahagia dicintai orang yang juga aku cintai.

Aku berharap kita bisa lebih dari sekedar pacar, namun apaboleh buat keegoisanku yang menjadi boomerang untuk ku sendiri. Aku terpaksa harus kehilanganmu karena keegoisanku.  Jika aku diberi kesempatan untuk mengulang waktu itu, aku harap aku tak melakukan kebodohan yang sama, Cave. Tapi ayahku bilang berandai-andai itu kelakuan setan, jadi aku tak ingin berandai-andai dan berharap. Tak apa Cave, jika kita tak bisa dipersatukan di dunia semoga kita tetap dipersatukan dengan orang-orang yang kita cintai dan berbahagia selamanya sampai akhir waktu. Cave, disepertiga malamNya aku selalu berdoa gara tidak ketemukan denganmu lagi, aku juga berdoa agar tidak terlalu membencimu, karena lagi-lagi aku ingat pesan ayah,

“Jangan terlalu membenci seseorang, tak ada yang tahu jangan-jangan nanti kamu sama dia besanan lho!”

Kan ga lucu ya Cave, aku besanan dengan cinta pertamamku yang tak pernah jadi terakhir.