Why whatch this movie?

Simple, karena pengen nonton aja. Hahaha. Saya pribadi biasa saja dengan film-film Eropa. Tapi harus diakui memang Eropa tak bisa dipungkiri jika kita berbicara tentang film. Beberpa film karya mereka banyak sekali yang bagus, tapi kembali lagi jika kita berbicara tentang film maka masing-masing orang punya selera yang berbeda.

What’s the movie about?

Bercerita tentang Mia, yang baru pindah ke salah satu tempat dan secara otomatis dia juga harus beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya. Mia, gadis berusia 15 tahun yang ingin mencoba bergaul dengan teman-teman populer di sekolahnya dan ingin merasakan pergaulan bebas yang dilakukan teman-temannya. Sampai pada akhirnya, keinginan Mia terwujud yaitu bergaul bersama gadis-gadis populer di sekolah dan mencoba melakukan apa yang dilakukan oleh mereka.

Hal-hal aneh yang dilakukan oleh Mia di awal-awal film akan kamu dapati jawabannya di akhir. Namun, menurut saya ada beberapa plot hole yang seharusnya bisa diisi dan diinterpretasikan dengan baik. Lalu bagaimana film ini? Apakah Lisa Bruhlmann selaku sutradara dan penulis skenario membiarkan karakter Mia hancur sebab pergaulan bebas? Atau Bruhlmann ingin menyampaikan hal lain melalui film ini? Mampukah pesan yang ingin disampaikan ditangkap baik oleh penonton?

Conclusion

Lisa Bruhlmann nampaknya ingin bercerita dan memberikan pesan pada kita tentang menerima diri kita sendiri, apapun itu yang terjadi dengan kita terima saja dan syukuri. Silakan mencoba sesuatu yang kau inginkan dalam hidup tapi jangan lupa kau juga harus tahu konsekuensi yang akan kau terima jika memilih pilihan hidup yang kau inginkan. Ada satu adegan yang membuat saya menggelengkan kepala serta menunduk sambil tertawa-spoiler alert- ketika gadis-gadis populer itu memasuki kamar mandi dan membawa testpack kemudian salah satu dari mereka mentest hasil dari urinnya, kalau diinterpretasikan kemungkinan salah satu dari gadis itu, boleh kali ya saya menjulukinya ketua genk, kebablasan ketika berhubungan dan setelah menunggu ga sampai 3 menit hasilnya negatif sontak mereka semua kegirangan dan loncat-loncat ketika melihat satu garis pada testpack. Melihat adegan itu sontak saya dan seluruh orang yang menonton tertawa terbahak dan saya pun bergumam “Dasar bocah, maunya hidup bebas tapi giliran kebablasan malah takut nerima konsekuensinya. Haha.’’

Setelah menonton ini, cukup lama saya berpikir sebenarnya apa yang penulis ingin sampaikan dlaam film ini? Plot twist diakhir yang membuat saya terbahak karena menurut saya lucu dan ga expect bakal ada adegan itu, adegan yang di luar nalar. Mungkin beberapa orang akan memaklumi akhir dari film ini karena memang genre film ini Drama Fantasy, tapi menurut saya walaupun fantasy tetap tak bisa meninggalkan sisi logika yang ada dong ya. Premis yang menarik, akan membuahkan hasil yang cukup baik jika dieksekusi dengan baik pula kan ya?

Tapi film ini tetap akan saya rekomendasikan untuk kamu yang sudah berusia 21+, walau kedewasaan tak bisa diukur dengan usia tapi usia yang terkadang membatasi kamu berhak menonton film ini atau tidak. Ada beberapa konten yang memang kalau masuk bioskop Indonesia sudah pasti dipangkas abis. Ya karena saya menonton film di Europe On Screen 2019 jadi LSM lewat ya.

Saya akui beberapa pesan dalam film ini memang agak kuat, membahas tentang issue puberty dan ABG masa kini, yang ingin hidup bebas tanpa gangguan orang tua tapi masih minta uang jajan dari orang tua. ABG yang ingin hidup bebas tapi takut menanggung konsekuensi terhadap pilihannya. ABG yang bingung bagaimana menghadapi masa depannya. Pemeran utama yang mengalami perubahan pada tubuhnya, serta memiliki kebiasaan yang agak aneh. Iya adegan aneh tersebut akan membuat kamu bergeming “Oh No” atau “Oh s*it.”

The movie is becoming dark fantasy with a lot of drama, of course.