Film asal Polandia yang menuai banyak pujian dari para kritikus di dunia serta penghargaan di berbagai ajang termasuk Oscar & Golden Globe Award. Tak heran hal itu terjadi pada film Cold War, sinematography yang apik serta plot yang tak mudah ditebak, karakter yang kuat dan musik yang entah kenapa saya suka sekali, harmoninya sampai ke lubuk hati mantan. Eh, hati saya maksudnya.

Berlatar nuansa setelah perang dunia di tahun 1940-an, seorang komposer serta pianis berbakat mengadakan tur keliling untuk mencari orang-orang berbakat, sampai pada akhirnya bertemu dengan seorang penyanyi wanita yang berbakat. Dan selang beberapa waktu sang pianist dan penyanyi saling jatuh hati dan mulai menjalin hubungan yang serius. Penampilan dari satu tempat ke tempat yang lain membuat mereka selalu bersua serta menjadi sangat akrab satu sama lain.

Saling mencintai namun tak begitu sejalan dalam pemikiran, begitulah cerita pasangan yang mana orang tua dari sang sutradara. Walau sempat dibuat bingung dengan emosi yang dihadirkan dalam film ini namun saya akui film ini sungguh karya yang harus diapresiasi karena sepanjang film saya bukan hanya dimanjakan dengan plotnya, musik, tarian, pengambilan gambar yang buat saya bergeming “ih kok bisa sih dia, keren gitu” serta editing yang rapi dan smooth, ohya saya tak bisa juga melupakan set dan costume yang dikenakan para pemain.

Wah, saking kerennya film ini saya kehabisan kata-kata untuk mereview-nya. Apa lagi yang perlu dikomentari jika hampir semua aspek dalam film ini sempurna? Gak percaya? Silakan saja tonton film ini. Tapi kamu harus sabar menanti film ini ditayangkan di bisokop alternatif seperti; Kineforum, Paviliun 28, Ke;Kinian, IFI dll karena film ini baru akan tayang di bioskop Desember 2019, itupun kalau tayang di Indonesia ya, kalau kemarin saya menonton di Europe On Screen 2019, semacam festival film Eropa.