Ada yang menarik akhir-akhir ini muncul di daftar suggestion Netflix saya. Love Alarm selalu muncul di kategori film rekomendasi akun Netflix saya. Akhirnya saya pun tak masalah mengunduh drama tersebut karena hanya delapan episode yang mana per episodenya tak sampai satu jam. Kamu belum menonton Drama Korea Love Alarm? Ini 3 fakta tentang Drama Korea Love Alarm yang perlu kamu ketahui sebelum menontonnya;

  1. Adaptasi dari Webtoon

Well, saya ga heran kenapa drama ini banyak sekali dibicarakan, salah satunya karena di adaptasi dari Webtoon yang mana penulisnya memang terkenal juara untuk menulis kisah romantis. Chon Kye-Young yang memang sudah mempunyai pasar dan cukup banyak fans tak mustahil memang membuat webtoon-nya diangkat menjadi drama series. Saya rasa dari segi bisnis, PH manapun mau mengadaptasi cerita tersebut dan bisa jadi ada perebutan sengit kala itu antar PH. Hmm kalau ada perebutan antar PH, jadi penasaran apakah MD & Falcon juga saling berebut ingin mengadaptasi kisah Love Alarm?

2. Diperankan oleh Artis Ternama

Ketiga pemeran utama Love Alarm memang memiliki acting yang memukau, yang menjadi perhatian saya adalah karakter Lee Hye-Young, di antara ketiga pemeran utama dialah yang paling memberikan kesan natural dalam segala hal, mulai dari senyum bahkan jatuh dari sepeda. Ternyata acting natural itu hadir karena dia sudah memerankan beberapa film dan drama bahkan sampai mendapat penghargaan Best Actor untuk film 4th Place (2016).

3. Drama Korea Orisinil buatan Netflix

“Kenapa harus cerita Love Alarm?”

Itu pertama kali yang ada dibenak saya, masih banyak cerita-cerita lain yang lebih menarik ketimbang cerita Love Alarm. Menonton episode pertama love Alarm membuat saya mengerutkan dahi, terlalu banyak plot hole sejak episode satu, saya pun menonton sampai habis karena ingin tahu apakah plot hole yang saya maksud sengaja mereka isi agar menjadi twisted di akhir-akhir episode? Ternyata makin berlubang ceritanya. Menonton Love Alarm layaknya menonton FTV di salah satu stasiun TV, si laki-laki chaebol (kaya) jatuh cinta dengan si perempuan miskin. Padahal si laki baru ketemu si cewek dan si laki juga tahu bahwa temannya suka duluan dengan itu cewek. Gimana bisa kamu bayangkan? Oh, tak usah dibayangkan kamu bisa ketawa sepanjang hari, apalagi waktu tau si laki itu main ngajak cewek ke suatu tempat terus dicium. Hahaha. Atuhlah, itu si laki macam soang yaa. Masih banyak lagi hal-hal yang mengerutkan dahi dan membuat batin saya ngomong “Ini laki ganteng, kaya tapi kok bucin banget ya”

Namun, yang menarik perhatian saya adalah bagaimana mereka tahu kalau saling jatuh cinta dengan cara mengunduh serta mengaktifkan aplikasi Love Alarm, jadi kalau kamu suka seseorang? Cukup berada di radius 10 meter dari orang yang kamu suka, maka aplikasi Love Alarmnya akan berbunyi dan tanda 1 orang suka dengannya. So, kalau ada 10 orang yang sekitar dia dan bisa jadi ada pemberitahuan 5 orang yang suka dengan dia atau bahkan lebih. Kalau begini saya rasa tak ada seorang pun yang mau jadi public figure, habis kemana pun dia berada pasti notifikasi dari Love Alarm bunyi terus. Eh, kalau aplikasi ini memang ada di dunia nyata kira-kira bagaimana ya notifikasi Love Alarm milik Nikita Mirzani?

Film ini memang bergenre fantasi, jujur saya memang mengharapkan aplikasi ini memang ada di dunia nyata. Asyik pastinya, kalau kita suka seseorang tanpa harus mengucapkannya si dia bisa tau kita suka dengannya tinggal bagaimana dianya? Apakah dia mau juga membunyikan Love Alarm-nya untuk kita. Jadi, kalau dia ga suka kita berarti waktunya kita hunting seseorang yang pas. Bahkan saya berpikir, kalau memang ini ada dan terjadi sesuai yang di film, saya rela terbang ke Jogja agar bisa berada 10meter dekat dengannya, so I’ll ringing my Love Alarm and waiting you ring it back. I wish! Jadikan ga capek yaa berasumsi dia orang suka apa enggak, ya ga sih? Ya tapikan impossible, masa iya aplikasi bisa terhubung dengan hati.

Aplikasi Love Alarm memang sudah hadir khusus buat kamu pengguna Android di Korea Selatan, bisa jadi sebentar lagi akan hadir juga di Indonesia tapi jangan berharap seperti di dramanya yaa. Kemungkinan aplikasi yang hadir seperti Tinder, entah apa kelebihannya. Bisa jadi salah satu kelebihan Love Alarm ketimbang Tinder adalah marketingnya, Love Alarm punya banyak dana promosi. Mungkin. Itulah kecurigaan saya kenapa Netflix mau mengadaptasi webtoon ini. Melihat promosi drama yang sampai dibuat tempat wisata ala Love Alarm di Korsel. Lately, saya selalu melihat Netflix penuh kecurigaan, terlebih setelah munculnya film documenter “The Great Hack” kisah tentang data facebook yang bocor. Hahaha. Jadi lucu, melihat para pemimpin yang katanya berpengaruh versi majalah Forbes dan juga perusahaan pegang data terbesar no. 5 saling sikut demi menguasai pasar.

Sayang sekali, promosi Love Alarm yang gencar tak sesuai sajian filmnya. Tapi setiap film memang punya pasar masing-masing dan bisa jadi saya bukan pasar dari Drama Korea Orisinil pertama buatan Netflix ini. Tapi sekali lagi saya katakana, saya mendukung aplikasi ini muncul sesuai yang di filmnya. Supaya seluruh wanita di dunia ini ga perlu lagi capek-capek menghilangkan gengsi demi bilang, I love you, boy with luv!