I Miss You, March!

Can we go back to March.

When the first time, we match as couple.

When the first time, you and I decide to be “Us”

When the first time, you talked everything about you and your mom and your messy live after your mom died.

I wish, I never pass the March and found you.

Aku merindukan bulan maret, di bulan itu kala kita saling bertegur sapa. Setelah perayaan genap tujuh tahun patah hati karena ditinggal si mas, kau hadir mengisi hati ini. Bahagianya ketika itu ku kenal dirimu. Walau kau sedikit menyebalkan, tapi justru hal menyebalkan itu yang mebuat hati ini makin meletup-letup. Kau bilang aku satu-satunya wanita yang membuatmu cerita apapun tanpa ada sesuatu yang kau sembunyikan. Faktanya menjadi orang satu-satunya yang bisa membuat cerita saja tak cukup.

Oh, kala itu di bulan Maret kau yang berhasil merebut hati ini dari beberapa orang sedang berusaha mendekat juga. Entah kenapa, aku membuka hati ini untukmu, padahal dari awal aku sependapat dengan otak ku yang berkata kau itu congkak. Tapi sifatmu yang congkak tertutup dengan kegigihanmu dalam menjalani kehidupan, bahkan aku tak bisa menahan air mata di saat kau bercerita betapa hancurnya hidupmu ketika di sekolah dulu, ingin sekali rasanya ketika itu kumenemanimu. Apa daya, ketika hal itu terjadi aku pun hanya bocah yang belum becus mengurus diri sendiri.

Aku suka bagaimana engkau mengucapkan kata ‘kita” di beberapa kali percakapan, sayangnya kata “kita” itu tak bisa melekat selamanya. Mungkin sekarang kau sudah memberikan kata “kita” itu kepada wanita lain. Aku sarankan kau jangan terlalu cepat mengucapkan kata “kita” kepada wanita yang sedang kau incar. Kata “kita’ untuk sebagian wanita sangat berharga, jadi jarang terlalu ringan untuk mengucapkan kata itu.

Aku suka memandangmu yang penuh dengan binar ketika bercerita, hal ini mengingatkanku akan si mas di tujuh tahun yang silam. Aku malah mulai berpikir ketika itu, apa iya aku membuka hati untukmu karena ada hal yang dari dirimu mirip dengan si mas. Matamu yang berbinar ketika bercerita dan kegigihanmu dalam menjalankan hidup membuatku tanpa sadar membuka hati ini. Tapi aku tetap heran kenapa aku bisa jatuh hati kepadamu, padahal kau memiliki satu sifat yang tak bisa aku tolerir, congkak. Berbeda dengan si mas yang down to earth & humble as always.

However, I wish, I never pass the March. Karena dengan begitu, aku tak perlu bertemu denganmu dan menjatuhkan hati ini kepadamu. Sejujurnya, ketika aku bertemu denganmu ada sebagian dari diriku yang hilang dan tulisan ini sebagai pengingat bahwa aku dulu pernah jatuh hati kepada mu, tapi aku berharap itu tak pernah terjadi, karena semakin aku jatuh hati kepadamu, semakin aku kehilangan diriku yang sebenarnya dan aku merindukan diriku yang bisa berdiri tegar tanpamu.

Catatan: Tulisan ini dibuat hanya untuk memenuhi tema postingan KUBBU 30 Hari Menulis Cerita. Jika ada kesamaan tokoh, sifat dan cerita, mungkin memang tulisan ini dibuat untuk kamu. Mangkanya jangan main-main sama orang yang suka menulis, sekali kau buat dia patah hati, bisa jadi royalti itu kisah-kisah kau bersamanya. Sudah-sudah kembali ke kehidupanmu sana. Inget, jangan congkak and be humble!