Categories
inspirasi Music Review

TULUS: Yang Dilakukan Dengan Hati, Akan Sampai Ke Hati.

Mengikuti karya Tulus, sejak album pertamanya. Pertama kali menonton Tulus, kebetulan secara tidak sengaja, ketika itu saya hadir di acara konser dengan bintang tamu Sheila On 7 dan ternyata Tulus juga meramaikan acara tersebut. To be Honest, saya langsung ngomong sama kawan ketika Tulus tampil. Kok, dia aslinya ganteng banget ya, suaranya kalau live lebih bagus! Mulai dari situ saya tambah jatuh cinta dengan karya-karyanya Tulus.


Sampai beberapa bulan lalu, saya diberi kesempatan nonton Tulus live (lagi). Seminggu sebelum nonton live, saya mendengar semua album ketiga tulus. Hafal seketika. Dan Tulus berhasil membuat mata saya mbrebes mili. Setiap lagu yang ada di album ketiga, sunggu sangat sampai ke hati saya. Nampaknya memang album ini sangat-sangat special untuk saya dan seluruh pendengar musik Tulus. Baru kali ini saya suka sekali dengan penyanyi ibukota dan bahkan saya tidak bisa memilih best song di album ini, Karena semua yang lagunya best of best.


Menurut saya, sejak kemunculan Tulus beberapa tahun lalu, membawa angin segar bagi industri musik di Indonesia. Sejak awal, semua lagu dinyanyikan Tulus, sangat beda dari pasaran yang ada. Di setiap lagunya memiliki diksi yang asik. Bahkan di album ketiga ini, semua emosi muncul mulai dari; bahagia, bosan, penasaran & sendu. Atau mungkin siapapun mendengar lagu Tulus akan merasa dapat pesan/petuah dari Tulus.


Mustahil, orang-orang akan mendengar lagu Tulus tidak tersentuh/tergerak. Terbukti, tahun ini Tulus banyak memenangkan award best song & movie clip. Tulus selalu membuat karyanya dengan sepenuh hati, dengan arti, vocal, konsep, lagu, lirik bahkan sampai video clipnya pun digarap dengan sangat serius. Dan tak heran, banyak sekali penikmat karya Tulus.


Nama adalah doa dan amanah. Mungkin itu alasannya kenapa Tulus tidak pernah setengah-setengah dalam berkarya, karena memang amanah dari orang tua, agar Tulus selalu bersikap Tulus/ikhlas/sepenuh hati dalam melakukan segala hal.


Di album ketiga, yang berjudul Pamit. Lagu ini digadang-gadang Tulus sebagai jembatan antara album kedua dan ketiga. Dan meledak di pasaran. Bahkan, muncul meme: “Yang Tulus aja bisa PAMIT, apalagi kamu” hahaha.


Berbeda dengan pamit, yang agak sendu. Tergila-gila membuat saya tersenyum-senyum mendengarnya. Pasalnya, lagu ini bercerita tentang seseorang yang tergila-gila dengan pasangannya. Alunan terompet, membuat lagu ini lebih istimewa. Lirik di bagian “Ini bukan yang pertama, tapi ini paling menarik” membuat saya bergeming, iya iyah kenapa bisa gitu. Hahaha.


Lagu Lekas, justru berbeda. Terkadang Tulus menyanyikan lagu bisa untuk siapa saja. Dan ternyata setelah saya pikir, lagu ini juga cocok untuk kamu yang sudah memiliki buah hati. Menyemangatkan buah hati, agar terus melakukan hal yang baik karena waktu yang sangat terbatas. Kalau saya punya anak nanti, akans aya kenalkan lagu ini kepada anak saya.


Mahakarya, membuat kamu yang mendengarnya  semangat melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, agar terwujudnya Mahakarya. Dan yang baru saja dibuat video klip nya Tukar Jiwa, menurut saya ini konsep lagunya, lirik, video klip dan vocal nya Tulus edan kerennya. Lagu ini banyak disukai karena, memang lagi lagi Tulus mewakili perasaan kita.


Kalau kamu pegang kendali penuh pada cahaya, jalanmu pasti terang. Kurang lebih, begitulah lirik lagu Cahaya. Ada beberapa lagu Tulus, yang jika kamu dengarjkan sekali, kamu belum bisa mendapat pesannya. Olehkarena itu, harus didengarkan secara seksama, sehingga kamu paham pesannya. Sedangkan Monokrom, kamu harus lihat video klip nya dulu, baru akan paham isi dan makna lagunya. Silahkan cek sekarang.


Di Langit abu-abu inilah mata saya mbrebes mili. Kalau kamu belum menemukan tulak rusuk mata kamu bisa basah. Coba aja dengarkan lagunya. Dan yang terakhir Manusia Kuat. Setiap dengar lagu Manusia Kuat, seperti mantra, saya langsung menjadi semangat dan benar-benar ingin menunjukan bahwa saya bisa lebih hebat dari yang mereka lihat. Bahwa, sejauh mana orang lain menjatuhkan saya, semakin jauh juga saya bertambah kuat.


Dan semua konsep, lirik, aransement & video klip, tidak akan sempurna tanpa vokal yang apik dari Tulus. Bukan hanya sekedar bernyanyi, tetapi dalam lagu ini Tulus membuktikan bahwa Mahakarya itu, bisa terjadi, jika kita melakukannya dengan sepenuh hati.


Terima kasih, Tuhan sudah memeberi kesempatan pada Tulus sehingga saya dan seluruh warga net bisa menikmati mahakarya dari Tulus. Sehat selalu dan terus mengudara di industri musik. Lagumu membuat hidup semakin jauh dari rasa gugup. 
Categories
Music Review Se-cuap

AKAD: Janji Atau Angan (?)

Apa bagusnya?

Kok bisa sih suka?

Dan saya pun langsung mengernyitkan dahi. Setidaknya itulah first impression yang saya berikan ketika mendengar lagu-lagu Payung Teduh. Kekeluargaan, begitulah saya menyebut kondisi keadaan antara teman-teman kantor. Merekalah orang pertama yang mengenalkan saya dengan band indie asal Jakarta, Payung Teduh. Bukan hanya itu, bahkan beberapa kenalan yang umurnya lebih banyak dibanding saya juga, suka dengan karya-karya band ini. To be honest, pengetahuan tentang musik tanah air sangat sedikit sekali, karena memang saya lebih sering mendengarkan lagu-lagu barat. Tujuannya simple, untuk belajar bahasa Inggris, setiap saya mendengarkan lagu bahasa Inggris pasti saya menerjemahkan kata per kata, serta maksud dari lagu tersebut. Mungkin setelah ini, kamu akan bergeming ‘Dasar kebarat-barat-an’. Tapi saya punya cara sendiri dengan mencintai Indonesia lewat koleksi beberapa batik dan tenun dari berbagai daerah. Kamu dan saya punya cara mencintai Indonesia masing-masing.

Singkat cerita, saya pun pensaran. Kenapa banyak sekali yang suka dengan Payung Teduh? Akhirnya, saya memutuskan untuk follow instagram Payung Teduh. Ingat sekali, ketika itu baru saja mengeluarkan lagu baru yang berjudul, Akad. Mendengar sekali, kali kedua dan kali ketiga. Voila! Emang lagunya enak banget didengerin! Asli, Akad adalah lagu pertama yang saya suka dari Payung Teduh. Suka banget. Bukan hanya itu, saya pun menyempatkan diri menyambangi FX Sudirman untuk melihat live Payunng Teduh. Dan… saya makin suka dengan Payung Teduh! Haha. Payung Teduh adalah musisi Indonesia kedua yang saya sukai setelah, Sheila On 7. Sampai sekarang pun Sheila On 7 dan Payung Teduh menjadi playlist wajib di akun Joox dan Spotify saya.

Sangat menarik perhatian, siapa pun tak terkecuali saya adalah judul dari lagu tersebut, akad. Menurut sepengatuhan saya, yang dulu pernah belajar bahasa Arab. Akad itu adalah bahasa Arab, dari asli kata ‘qoda-ya’qidu dan ‘aqdun artinya adalah ‘JANJI’. Sementara tafsiran menurut Abu Bakar Al-Jazair, akad adalah janji antara seorang hamba dan Tuhannya dan antara seorang hamba dan saudaranya. Hukum akad adalah jaiz atau boleh, sedangkan menepati janji hukumnya wajib, melanggar janji sudah pasti hukumnya haram. Bahkan, menurut hadist shahih Bukhari dan Muslim, apabila ada orang yang melanggar janji termasuk salah satu ciri orang munafik. Dan juga menurut Bukhari dan Muslim, orang yang tidak menepati janji akan dilaknat Allah, Malaikat dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan.

Kita lagi ngomongin apa sih Sal? Kan tadi lagi ngomongin lagunya Payung Teduh? Kok, jadi melebar?

Bukan melebar, biar kamu tahu juga, akad itu apa dan bagaimana kalau ga bisa menepati akad. Ternyata, memang kalau diteliti dan ditelaah, judul akad itu hadir dari lirik-lirik yang memang nampaknya penuh dengan janji. Saya rasa siapapun, tak terkecuali saya, mau benar ada orang yang selalu menjaga kita, walau dia tidak bisa beriringan bersama ke pelaminan. Nyatanya, ada tidak orang, laki-laki maupun perempuan yang bisa melakukan hal itu. Haha. Tapi setidaknya Payung Teduh memberikan secercah harapan bagi para pemimpi dengan lagu itu.

Coba sekarang cek ke mantan kamu, yang pernah bilang sayang dan ga bisa hidup tanpa kamu? Masih hidup ga sekarang? Atau sekarang sudah putus berapa kali setelah sama kamu? Haha. Kalau ada yang janji kasih tahu aja, kalau ga mau jadi orang munafik ga usah janji, dosanya besar. Jadi, sekarang kalau pasangan kamu janji, akan sayang sama kamu, mending kamu pakai jurus Dilan, buku yang ditulis oleh Pidi Baiq. Suruh dia tanda tangan di atas materai, jadi kalau dia bohong, kamu bisa lapor polisi atau sekalian kamu punya slogan/visi/misi “Kami pasangan yang berjanji, tidak akan berjanji, karena takut tidak dapat menepati janji.

Untungnya ketika itu, saya tidak berjanji untuk tidak suka dengan Payung Teduh. Kalau gak, gawat deh, soalnya sekarang saya suka banget sama om kribo, eh Payung Teduh maksudnya. Haha.