Categories
#JumuahBerfaedah Movie Review

Hoax Movie: Genius dan Bagusnya bukan HOAX!

Sering sekali, berbedar berita-berita yang hoax. Menurut kamus Oxford, Hoax adalah berita bohong yang ditujukan untuk kejahatan. Kata ini, sekarang sering kali diucapkan oleh netizen zaman now. Bahkan sekarang beberapa orang ada yang membuat artikel tentang cara menghadapi sebuah info apakah itu hoax atau tidak.

Dan entah mengapa Ifa Ifansyah merubah judul filmnya dari Rumah dan Musim Hujan yang ditayangkan perdana di Jogja-NETPAC Asian Fim Festival 2012. Mungkin memang ingin mengikuti zamannya, sehingga judulnya pun berubah menjadi Hoax. Sesuai judulnya film ini memang benar-benar Hoax, jika saya bilang film ini bagus tanpa kamu membaca keseluruhan tulisan ini. So, yang pasti ke-Hoax-an ini akan mendukung karena ketika kamu membaca tulisan ini, film Hoax sudah turun layar karena memang tidak cukup mengundang penonton, dibanding film romance anak SMA dan ABG.

Awal film ini dimulai, saya cukup terpukau dengan skenario pengenalan karakter dan bagaimana sutradara mengarahkan secara elegan. Buka bersama di sebuah rumah dan kemudain masing-masing dari mereka memainkan permain dari Korea, dari sang sutradara akan memperkenalkan kita kepada pemain-pemainnya, Raga sebagai kakak sulung (Tora Sudiro) yang mengajak pacar barunya Sukma (Aulia Sarah), Ragil (Vino G. Bastian) dan Ade Tara Basro) yang tetiba menerima telepon dari Sang Ibu (Jajajang C. Noer) serta sang bapak (Lando Simatupang) yang memimpin permain di meja makan.

Genius! Menurut saya Ifa Ifansyah, sang sutradara benar-benar genius membuka film dan memberikan konflik dalam setiap orangnya. Bahkan, Sutradara memberikan 3 cerita sekaligus dalam satu film dan menarik serta sangat sayang untuk dilewatkan, tapi mohon maaf ketika kamu baca tulisan ini, Hoax Moview memang sudah turun layar dan jangan pernah harap ada bajakannya.

Tiga cerita yang disorot adalah cerita Ragil dan bapak di rumah mereka yang dari dulu sudah ditempati. Ragil yang cukup pendiam serta misterius akan membuat kita menebak-nebak sebenrnya apa yang terjadi sama orang ini. Setiap orang punya rahasia, bahkan seklaipun mereka keluarga kandung bahkan se-rumah. Dan saya cukup bisa menebak karakter Ragil dan bagaimana endingnya nanti.

Tapi tidak dengan karakter Raga dan Sukma. Raga yang sudah mapan dan mempunyai rumah sendiri mengajak sang kekasih ke rumah dan ada beberapa dialog yang cukup satire dan (mungkin) kamu bisa tertawa terbahak atau mengernyitkan dahi, bahkan melakukan keduanya bersamaan. Bagian Raga juga cukup sulit untuk ditebak. Namun, lebih sulit lagi menebak cerita Ade.

Setelah pulang dari rumah bapak ke rumah Ibu. Ade mengalami hal yang sangat menyedihkan dan membuat hati saya pilu. Dan ternyata sampai di rumah mengalami hal yang sebanarnya mengerikan, namun Ifa Isfansyah menyelipkan dialog yang cukup membuat heran dan terbahak. Terlebih keluarga ini yang masih cukup kuat memegang adat jawa, dan percaya bahwa setiap orang sebenarnya mempunyai 4 saudara ketika dalam kandungan). Peran ibu yang sangat membingungkan bisa jadi karena memang saudara-saudara ibu dalam kandungan sedang mengikuti Ade dan memainkan perannya masing-masing.

Hoax, drama family yang menceritakan bahwa setiap rumah mempunyai penghuni yang berbeda secara fisik & sudut pandang. Di rumah saya, cukup unik bagaimana kami mengartikan rumah dan masing-masing dari kami menyimpan rahasia. Orang tua saya mengartikan rumah sebagai tempat tinggal, tempat berbagi antar mereka, hiburan bahkan diskusi tentang hal-hal yang dilihat di TV atau di luar rumah, sedangkan menurut kakak saya, rumah adalah tempat terbaik untuk membesarkan anaknya, berbeda dengan saya, rumah memang menjadi tempat istirahat dari kebisingan orang-orang di luar. Mungkin kamu juga punya pengalaman dan pemahaman lain tentang rumah, tapi bagaimanapun juga memang rumah seperti surga, dengan pemahaman masing-masing. Itu sebabnya sejauh apapun kamu melakangkah, rumah adalah tempat terbaik untuk kembali, sekalipun kamu membenci orang-orang di dalamnya. 

Tiga cerita dan satu benang merah, pemahaman dan sudut pandang individu terhadap rumah dan bagaimana mereka menyimpan rahasia membuat saya terkagum dengan cara Ifa Isfansyah mengarahkan film ini. Lalu, dalam film ini siapa yang bohong?

Categories
#JumuahBerfaedah Movie Review

The Disaster Artist: Begini Cara Menghadapi Keputus Asaan!

Pernah merasa putus asa?

Sebelum berlanjut, saya ingin kamu menjawab pertanyaan di atas. Kalau jawabannya pernah atau malah sering, saran saya kamu menonton film The Disaster Artist (2017) tapi sebelum menonton silahkan baca review filmnya dulu di sini.

Tahun 2003 The Room, berhasil menjadi film yang masih sering dibicarakan di dunia bahkan sampai detik ini. Dalam berkarya, siapapun pasti ingin karyanya selalu diingat oleh banyak orang. Tommy Wisseu, sutradara, produser dan pemeran utama dalam film The Room selalu menjadi perbincangan setelah film ini muncul. dan dia berhasil membuat karyanya selalu diingat, meski dengan cara yang sukup berbeda, pasalnya film ini diperbincangkan karena memang menjadi worst movie ever. Konyol dan absurd kata yang tepat bagi alur cerita film ini. Dan bisa jadi perbincangan yang diciptakan penonton yang berupa ejekan, tawaan serta bully-an adalah bentuk apresiasi yang diberikan terhadap film tersebut. Dari respon penonton-lah film ini berhasil besar.

Yang menariknya adalah tahun 2017 James Franco dan Seth Rogent bekerjasama membuat film yang mengangkat tentang film The Room. Film The Disaster Artist tidak bisa dibilang seperti film parodi, karena dari kualitas dan alur juga sangat baik, bahkan James Franco berhasil menyabet penghargaan Best Actor di ajang Golden Globe. Film ini hadir bagai behind the scene pembuatan film The Room versi panjang dengan kualitas plot twist yang jelas dan bagus.

James Franco berhasil membuat film ini dengan banyak pelajaran yang bisa diambil. Proses dan cerita bagaimana film terburuk sepanjang masa bisa terkenal dan selalu menjadi perbincangan, membuat saya tambah bersemangat untuk terus berkarya dan mengejar segala impian saya. Tommy Wisseu membuat film The Room karena memang tak ada agency yang menerimanya untuk jadi artist, mungkin saja karena dia terlalu absurd atau kurang good looking. Oh come on! Hollywood memang sangat ketat sekali dalam pemilihan actor dan actress nya, mangkanya keren banget kan setiap film yang dihasilkan mereka.

Olehkarenanya, dia memutuskan untuk membuat script sendiri, mengajak temannya Matt, Dave Franco untuk menjadi salah satu pemain dan dirinya sebagai pemeran utama. Keputusan yang sangat tepat! Untuk apa berputus asa, tapi ayo kita ciptakan kesempatan dan peluang untuk sukses itu sendiri. Jadi teringat, ketika itu saya ingin sekali menjadi Master of Ceremony (MC) di acara yang narasumbernya/pembicaranya Kang Maman, bingung belum ada kesempatan itu. Akhirnya, saya gabung di salah satu komunitas menulis dan mereka membuat acara dengan mengundang salah satu penulis serta pegiat literasi dan saya pun mengajukan nama Kang Maman, bahkan teman-teman di komunitas langsung menunjuk saya untuk menjadi MC di acara tersebut. And finally, dream come true. Alhamdulillah.

So, ketika melihat bagian itu, saya merasa ini film saya banget. Saya merasakan apa yang Tommy Wisseu rasakan, bedanya mungkin pada hasilnya, dia dan filmnya menjadi terkenal dan diperbincangkan banyak orang, sedangkan saya alhamdulillah bisa dikenal sama Kang Maman aja udah syukur banget, plus waktu itu bisa ngobrol dan tanya langsung tentang karyanya serta gali inspirasi apapun dari beliau.

Tak kenal putus asa juga terlihat pada James Franco yang dengan total memerankan Tommy Wisseu dalam film The Disaster Artist. Gila! James Franco mirip banget sama Tommy Wisseu, bahkan kalau kamu belum melihat acting-nya dalam film The Room, tak usah khawatir karena di akhir scene The Disaster Movie memperlihatkan adegan kedua actor dari film mereka. Tak heran jika film ini mendapat nominasi Best Movie kategori drama comedy – musical.

Oh iya, jangan tanya saya apakah Tommy Wisseu itu kaya banget, sehingga bisa membiayai filmnya sendiri. Pertanyaan itu juga yang ada di otak saya, pasalnya tak ada yang tahu siapa sebenarnya sosok orang yang sangat nyentrik ini, dari mana asalnya, berapa kekayaan yang dia punya, bahkan dalam film ini pun James Franco dan kawan-kawannya tak dapat jawabannya. Konon dia memang sangat menutup informasi tentang dirinya.

Apapun itu, Tommy Wisseu tetap bisa jadi contoh kesuksesan yang nyata. Percaya pada mimpi yang kita inginkan dan terus berusaha mewujudkannya, sekalipun orang lain menertawakannya. Terus bermimpi dan berkarya. 


Rating: 4/5

Categories
#JumuahBerfaedah Public Speaking

Do What You Love and Love What You Do

Agustus 2017, saya senang sekali karena telah membaca karya Alanda Kariza yang terbaru, Shopismata. Novel yang berlatar belakang politik membuat saya tahu kiprah perempuan di dunia politik. Tetapi ada satu kalimat yang membuat saya mengernyitkan dahi, yaitu; Do What you love and love what you do itu terlalu utopis. Karena bagaimana pun setiap manusia pasti punya rasa bosan.


Sejenak saya mencari tahu apakah kalimat dalam buku itu benar. Dan ternyata itu semua salah, iya salah besar! Saya gak pernah bosen melakukan apa yang saya cintai, mencintai kamu ngomong. Sampai pada akhirnya tahun 2011 saya memutuskan, bagaimana caranya supaya apa yang saya bicarakan bukan hanya omong kosong belaka, syukur-syukur jadi main job. Keputusan untuk menjadi Master of ceremony(MC) sempat ragu, tetapi bismillah siap melangkah.


Sampai tahun 2017, saya mencoba untuk rewind sesuatu yang sudah dilakukan, serta kawan-kawan yang dikirim Tuhan sebagai perantara antara saya dan klien-klien yang telah percaya. Speechless, terharu. sampai di akhir tahun 2016, saya punya resolusi mau nge-MC in Kang Maman, No tulen ILK. Jatuh cinta dengan buku-bukunya membuat saya ingin mengenal beliau lebih jauh. Saya tahu, agar resolusi itu terwujud maka saya juga harus berusaha. Tuhan Maha mendengar sekalipun, resolusi itu terucap selepas solat.

Thank’s God, It’s come true
Bisa sampai detik itu, membuat saya harus terus belajar tentang dunia Public Speaking, khususnya MC. Karena konon katanya, kalau mau sukses ya harus berusaha sendiri, hasilnya serahkan kepada Sang Maha Segalanya.


Mikir lagi! Bagaimana caranya bukan hanya tahu teori tapi juga butuh tempat untuk mengaplikasikannya. Dan Tuhan mempertemukan saya dengan Komunitas Sobat Budaya. I’m grateful. Sobat Budaya, tahun ini bisa dibilang banyak memberikan saya tempat untuk belajar. Mulai dari Pre Launching Buku Kode Nusantara di Galeri Indonesia Kaya, Hari Sumpah Pemuda dan terakhir Hari Nusantara. Thank you, Sobat Budaya (SB) dan Ka Wulan, selaku ketua dari SB! J


MC Hari Nusantara di Kementerian Komunikasi dan Informatika

Bukan Dewi Sandra (DS) tapi, Diah Sally (DS) MC-ing at JNE Tomang
Setiap habis MC dengan Sobat Budaya, suka dapat tawaran MC yang cukup fantastis, baik secara pengalaman, tantangan dan juga fee. Sewaktu dikasih kesempatan MC acara training inhouse Melukis Slide dengan Hati dengan BPJS Ketenagakerjaan di Park Land Hotel, luar biasa tantangannya. Bisa bayangin orang-orang yang ikut acaranya karena memang disuruh perusahaan. Kalau disuruh ikut sebuah acara, bukan karena panggilan hati, suka ada yang bandel peserta. Ditambah waktu itu, small group dan honestly belum pernah MC small group. But, Challenge accepted and I did it!

Naik kelas dengan mengambil tantangan yang datang

Ketika sharing bersama mentor, Kang Abee Perdana (Penyiar di Bandung), beliau bilang bahwa seseorang yang dateng ke sebuah acara bukan karena MC nya, tapi karena pengisi acaranya keren, okay dan hebat. Pesan itu selalu saya ingat-ingat karena bagaimana pun MC adalah jembatan antara sebuah acara/si pelaksana, pengisi acara dan audience. Tugas MC mengantarkan pengisi acara kepada audience dan ketika pengisi acara sudah melewati jembatan bisa saja jembatannya langsung dibakar atau dilupakan. Tapi bagaimana pun juga yang terpenting dalam sebuah acara adalah perantaranya, tanpa perantara kamu tidak akan sampai ke sebuah acara. Penting tetapi jarang dianggap itulah MC. yang terpenting adalah acara sukses, pelaksana senang, pengisi acara bahagia dan sponsor gembira.


Tapi yang paling saya suka ketika menjadi MC adalah bisa kenal dan ngobrol langsung dengan pembicara atau pengisi acara. Tahun ini, berkesempatan bisa ngobrol dan kenal lebih jauh dunia menulis buku, naskah film/sinetron, dunia para youtubers dan komikus.

MC Fortif Muda 45 di Kementerian Pariwisata
MC-ing Tahi Lalats (Komikus)

MC acara literasi w/ Faris BQ, Muh. Assad, Helvy Tiana & Andi Arsyil


Bagaimana sejauh ini kamu percayakan, kalau perkara do what you love and love what you doitu bukan terlalu utopis. Semua bisa terjadi, kalau kita percaya dan terus memeluk apa yang kita suka dan cintai. Kalau kamu bosan melakukan apa yang kamu cintai, berarti kamu benar-benar gak mencintai hal itu atau bisa jadi cara kamu mencintainya kurang inovasi.

Foto ini yang selalu membuat saya pengen nge-MC orang-orang hebat. Saya, Wizzie (Singer), Ge Pamungkas, Tatjana Shapira & Abimana ketika promo film Negeri Van Oranye

Wah tulisan ini, panjang juga ya ternyata. Sebelum saya tutup, satu hal yang akan saya sampaikan (lagi).


Pernah dengar, kalau kamu membantu saudaramu, maka Tuhan akan memabantu urusanmu juga. Atau kamu juga pernah dengar kalau kita mendoakan seseorang, maka doa itu akan balik ke kamu juga. So, kalau kawan kamu acaranya mau ramai, kamu bisa bantu dengan menghubungi saya. Hubunginya sekarang, soalnya kalau hari senin harga naik. Hahaha. ✌

Doain juga ya, bisa nge-MC di acara konser yang katanya hosting tersusah, karena 99% mereka hadir mau lihat musisinya, 1 % karena diajak teman atau gratisan, kemungkinan host nya ga bakal didenger. Kalau dapat job itu akan saya ambil, karena menurut saya hosting tersusah itu adalah MC di Ramayana atau Robinson, ngomong dari pagi sampe malam gak ada yang denger 😢

Oiya, Sending my huge hug buat orang hal yang kamu cintai ya. Dream, Love, Believe and Make it Happend. Karena tulisan ini, saya khususkan untuk kamu, kamu yang punya mimpi besar dan mencintai sesuatu. Olehkarena itu, saya buktikan bahwa saya berhasil mencintai sesuatu dan gak pernah bosan mencintainya. I did it, how about you?


Categories
#JumuahBerfaedah

#JumuahBerfaedah: Cantik Dari Hati

Tulisan ini dibuat bukan untuk meng-endorse salah satu alat make up halal pertama di Indonesia, tetapi memang karena saya ingin berbagi cerita kepada kamu yang cantik. Dan bagi kamu yang ganteng, juga boleh lanjut baca, soalnya saya mau kasih tahu rahasia tentang perempuan.
Hari ini, jadwal saya pergi ke dokter kulit. Dokter saya, Inong yang akhir-akhir menjadi salah satu panelis di Indonesia Lawyer Club (ILC) yang membahas tentang LGBT. Tapi kali ini saya tidak akan membahas tentang LGBT, karena menurut saya sudah jelas pembahasannya. Back to my doctor, ketika saya berobat dokter Inong bilang bahwa, anak laki-laki beliau yang berusia 23 bercerita dan mempunyai pasangan, ketika itu dokter bertemu pasangan sang anak. Sebelumnya sang anak bilang bahwa pasangannya cantik sekali.


Dan dokter pun, bilang bahwa ketika mereka bertemu ternyata kekasih anaknya, mempunyai jerawat di wajahnya. Oiya, dokter Inong ini bukan dokter kecantikan, mangkanya saya percayakan perawatan wajah saya kepada dokter Inong karena membuat wajah saya dan pasien lainnya sehat, bukan putih. Dari pendapapat sang anak, dokter Inong menyimpulkan bahwa laki-laki itu sebenarnya melihat ahlaq atau perilaku perempuan bukan hanya sekedar wajah. Coba lihat artis-artis di TV banyak banget kan yang cantik, lalu kenapa masih sering sakit hati, diceraikan bahkan diselingkuhi oleh pelakor (perebut laki orang)?


Ketika itu juga, saya berpikir. Lalu, kenapa kita (perempuan) sering kali mementingkan wajah ketimbang hati? terkadang wanita lupa, jika kecantikan yang dating dari hati maka kecantikannya tidak akan pernah pudar selamanya. Cantik dari hati dimulai dari memperbaiki perbuatan atau ahlaq kita. Ladies, merawat wajah itu juga penting, sama juga dengan merawat ciptaan-Nya, tetapi ahlaq dan perbuatan adalah kunci cantik sesungguhnya.

Categories
#JumuahBerfaedah Movie Review

#JumuahBerfaedah: Wonder!

Libur bulan Desember dipenuhi dengan film-film bagus di bioskop. Bahkan, saya selalu menanti bagaimana para pembuat film berlomba-lomba menampilkan film-film bagus, dan tak dikit dari mereka sengaja menayangkan karya mereka pada bulan penuh penonton, yang sudah pasti membuat mereka banjir omzet. Hahaha.

Well, sampai pada akhirnya saya melangkah ke bioskop untuk menonton film Wonder. Film yang diangkat dari novel bestseller karya R.J Palacio, yang mana menceritakan tentang August Pullman (Jacob Tremblay) yang lain dengan kelainan wajah. Hal itulah yang membuatnya menghindar untuk pergi ke sekolah umum. Namun, saat duduk di kelas 5 SD, orangtuanya (Julia Robert & Owen Wilson) memasukannya ke sekolah swasta. Disinilah konflik terjadi, dimana August harus membuktikan bahwa dirinya sama dengan anak-anak yang lain.

Satu setengah jam pertama Stephen Chbosky, sang sutradara berhasil membuat mata saya mbrebes mili. Pasalnya, saya membayangkan, jika saya sebagai ibu August, Julia Robert, yang pasti saya tidak akan sanggup menerima kenyataan, bahkan mungkin akan menangis setiap waktu, bisa jadi akan terus menerus menyalahkan Tuhan atas kejadian itu. Dalam film ini, Julia Robert berhasil memerankan bahwa semua itu terjadi karena dirinya kuat. Teringat dalam Al quran bahwa, Tuhan tidak akan membebani manusia kecuali sesuai dengan kemampuannya. Bahkan, dalam film Wonder, tidak ada sekalipun Julia Robert & Owen Wilson mengeluh tentang sang anak. Justru, kehadiran sang buah hati dengan kelainan wajah membuat mereka terus bersemangat bahwa, sang anak pantas mendapatkan apa yang didapat oleh anak lain.

Dalam film ini juga, kamu akan melihat kesabaran orang tua, August Pullman. Bahkan sang kakak, Via, rela tidak mendapatkan perhatian penuh dari orang tuanya dan sangat menyayangi sang adik, walaupun memiliki kelainan wajah. Pernah dengar, kalau kesabaran itu membantu kita dalam segala hal? Iyes dalam film ini, kesabaran keluarga Pullman dalam membimbing bahkan menerima August Pullman, membuahkan hasil.

Bukan hanya itu, kesabaran August Pullman juga membuahkan hasil yang mengharukan. Pasti kamu sudah bisa membayangkan, apa yang terjadi ketika August masuk ke sekolah swasta? Iyes betul sekali, August mengalami penindasan oleh teman-temannya, bahkan orang-orang yang bertemunya menyebutnya wabah. Setelah adegan itu, saya langsung berpikir pernahkah saya melakukan hal itu pada orang yang seharusnya butuh dukungan? Astaghfirullah.

Janganlah menghina seseorang, karena sesungguhnya setiap manusia memiliki kelebihan
Kutipan di atas, saya pelajari ketika sekolah Menengah. Dan Wonder berhasil  menggambarkannya dengan sangat tepat.

Pesan dalam film ini akan mudah sekali kamu tangkap, karena konfliknya sangat dekat sekali dengan kita, bahkan mungkin dalam keseharian kita. Selain itu juga, seluruh cast dalam film ini berperan sesuai porsinya, tidak kurang atau lebih. Yang perlu diacungkan 100 jempol adalah acting Jacob Tremblay, sangat sangat memukau. Bahkan, saya sudah jatuh cinta denganya sejak acting di film Room, yang membuat saya sesak nafas.

Ada kekurangan dan ada kelebihan dalam sebuah karya. Di tengah film saya dibuat (agak) sedikit bosan dan kaget karena ada beberapa yang tiba-tiba, atau mungkin saya yang melewati sesuatu? Entahlah.  Akhir ceritanya pun sudah tertebak, tetapi nampaknya Sutradara tidak akan membiarkan siapapun yang menonton film ini ini keluar bioskop tanpa mata basah. Saya makin sesak dan mbrebes mili mata ini melihat adegan terakhir, padahal di pertengahan film, mata saya sudah kembali normal seperti saat saya bertemu kawan lama.


Well, yang saya garis bawahi dalam film ini adalah tentang kesabaran, yang tidak pernah berkhianat. Dan lisan yang harus dijaga agar tidak enteng menilai orang, meremahkan bahkan menghina. Film ini cocok kamu tonton bersama keluarga besar, kerabat atau bahkan sendiri seperti saya. Gak usah menghibur saya, malah saya senang nonton sendiri, karena saya bebas mengeluarkan air mata. Kalau ada kamu saya tak bisa berekspresi, nahan nangis itu sakit dan sesak lho #BukanTjurhatTerselubung. 
Categories
#JumuahBerfaedah inspirasi

#JumuahBerfaedah : Apakah Kamu Termasuk Orang Yang Zalim?

Dua tahun terakhir, saya selalu berhati-hati dengan perbuatan zalim. Zalim menurut pemaparan dari wikipdedia adalah meletakan sesuatu atau perkara bukan pada tempatnya. Lawan kata dari zalim adalah adil. Zalim, ada dua yaitu; zalim terhadap orang lain dan diri sendiri. Dan yang saya simpulkan dari paparan wikipedia, zalim bisa juga digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berprikemanusiaan.


Dan menurut al quran,  ayat al ‘ankabut 46 zalim adalah orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan. Serta menurut hadist shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Sirin, Muhammad pernah mengatakan bahwa, “Di antara bentuk kezaliman seseorang terhadap saudaranya adalah apabila ia menyebutkan keburukan yang ia ketahui dari saudaranya dan menyembunyikan kebaikan-kebaikannya.


Sepakat dengan pernyataan di atas, saya pun menyimpulkan zalim bisa juga merusak sesuatu. Dua tahun yang lalu saya adalah orang yang paling tidak bisa minum air jika tidak dingin atau berwarna. Singkat cerita, ada kawan yang kasih saya petuah bahwa yang saya lakukan tersebut, dapat merusak tubuh dan bahaya untuk tubuh, yang mana nantinya bermuara pada penyakit. So, sampai sekarang saya sangat berhati-hati jika ingin makan, minum dll. Salah sedikit, bisa-bisa saya menzolimi diri sendiri.


Zalim terhadap orang lain juga, sering sekali bahkan kamu pun mungkin menemuinya. Seringkali beberapa kawan saya, curhat mengenai masalah mereka. Sebagai kawan yang senang mendengarkan cerita sesama, saya pun mendengarkannnya dengan seksama. Suatu ketika kawan saya, Selena Gomez (bukan nama asli) bercerita bahwa, dia bekerja di tempat A, kerjaannya banyak, namun gajinya segitu-gitu saja. Bahkan, karena bosnya yang keterlaluan dalam memberikan kerjaan sehingga timbullah kata ketika curhat, menjelek-jelekan si bos dengan sumpah serapahnya.


Saya pun menyimak ceritanya sampai akhir, dan alih-alih tidak mau hanyut dalam ghibah yang berujung dosa, saya pun memberi beberapa pernyataan di akhir.


“Sampean boleh aja kesal, tapi inget yang sampean omongin bisa berujung ke ghibah dan zalim. Semua bisa selesai kalau sampean bilang langsung ke si bos. Dan kalau case nya seperti itu sampean bisa ngomong kalau keberatan dengan pekerjaan yang diberikan, serta gaji yang sudah disepakati. Sampaikan juga kalau sampean minta naik gaji. Tapi sebelumnya, introspeksi diri dulu, kalau kerjaan sampean aja belom beres, jangan minta naik gaji dulu.”


Nampaknya Gomez kesal dengan yang saya sampaikan, terbukti dengan sikapnya yang tak berani menatap mata saya ketika berbicara.


‘Gini, saya seneng banget kalau sampean cerita masalah keluh kesah, tapi tugas saya juga sebagai kawan untuk meluruskan. Karena saya, gak mau sampean mendzolimi orang lain. Di awal kan ada kontrak kerja, sampean udah baca kan kontraknya? udah ada hitam di atas putih, kalau sampean udah tanda tangan kontraknya, itu tandanya sampean udah setuju dengan penawaran yang ditawarkan. Saya gak mau bela siapa pun di sini, tapi saya gak mau sampean terjebak dengan zalim dan ghibah.’


Dan sampai, sekarang saya masih gak ngerti dengan orang-orang seperti Selena Gomez. Bagaimana dia bisa kerja dengan orang yang tidak dia sukai?


Menurut saya dunia kerja itu adalah dunia dimana saya dapat mengasah skillsaya, no matter how much they’re paid me. Karena saya yakin, ketika saya kerja semaksimal mungkin dan dengan hati (Profesional), Allah pasti gak tidur dan akan memberikan yang lebih. Dan ketika sebuah tempat atau perusahaan sudah tidak ada tempat untuk mengasah skill saya maka waktunya saya mencari tempat lain.


Bagi kamu yang mungkin merasa seperti Selena Gomez, I know, dalam hidup gak mungkin kalau kita gak butuh DUIT. Tapi sebelum mikir duit mending DO IT with heart dulu, maka DUIT akan mengikuti kemana pun langkah kamu berada. Ingat Allah gak pernah tidur.


Do it with Professional and you’ll get professional paid.



Saya, kamu dan kita semua, yuk kita introspeksi diri masing-masing apakah perilaku kita termasuk perbuatan zalim?