Marjin Kiri hadir sebagai publishing favorit saya di tahun 2017, bagaimana tidak penerbit buku ini selalu berhasil membuat pecinta buku ketagihan membeli karya-karya yang dilahirkannya. Tak terkecuali dengan saya. Awal membeli buku ini adalah karena saya ingin sekali melihat bagaimana seorang filsuf  terkenal dengan orang yang memiliki kerutan dahi, pemikir terpintar di dunia dan kata-kata unpredictable keluar dari mulutnya membuat joke yang pasti sangat unik dan siapa pun berkata ‘kok bisa dia buat banyolan macam itu?’

Awalnya tidak mengira akan membaca karya Oom Zizek, bahkan sebelum membaca buku ini saya sendiri tidak tahu siapa beliau? Tapi memang cara Tuhan selalu asik membuat hambaNya tertawa dan menertawai hidup. Saya pun, megambil cover buku berwarna kuning dan putih yang dengan gambar seorang pria berambut panjang di bawah telinga dan memakai bulatan merah di hidung seperti badut. Buku ini berhasil membuat saya terkadang mengernyitkan kening, menaikkan satu alis, tertawa terpingkal-pingkal, memicingkan satu mata, mengumpat dan sesekali berdoa agar Oom Zizek masuk syurga dengan selamat tanpa menyambangi neraka terlebih dahulu. Sekiranya itu adalah beberapa reaksi saya ketika membaca buku Mati Ketawa ala Slavoj Zizek.

Banyak dari warga Indonesia mumet dengan pekerjaan yang dilakukan sehingga sangat butuh sekali piknik biar ga panik, tetapi karena piknik membutuhkan modal, biasanya netizen akan mencari hiburan melalui youtube ataupun televisi. Tak heran jika hampir semua acara televisi menyelipkan banyolan, tak jarang juga dari mereka meng-hire comedian atau comic agar acara lebih menarik. Hal di atas membuktikan bahwa memang seseorang sangat butuh sekali hiburan yang lucu dan bisa menghilangkan stres dan hadirnya buku Zizek sangat memberikan angin segar bagi pemburu hiburan lucu. Mengangkat tema yang sangat tabu diperbincangkan di Indonesia membuat siapa pun yang membacanya akan berkata bahwa penulis buku ini selain lucu, pintar dia juga sangat berani.

Tema yang sangat tabu, seperti membahas agama tertentu, Tuhan, sesuatu yang vulgar bahkan beberapa politikus juga menjadi bahan banyolan Zizek dan didukung oleh latar belakangnya yang seorang filsuf, menjadikan buku ini penuh banyolan yang kreatif, lucu dan serius. Tapi saya harap kamu jangan terlalu serius, karena yang sudah-sudah diseriusin malah diputusin, ngeselin ya. Dan karena membahas hal tabu untuk ditertawakan buku ini harus diberi cap oleh penerbit khusus 21+, setidaknya kamu harus sudah mengerti banyak hal, bisa membedakan yang baik dan benar serta dewasa, walaupun kadang kedewasaan seseorang tidak dapat diukur dengan angka, sama saja seperti rasa sayang ke mantanmu dulu.
Rating goodreads.com: 3/5