Categories
Book Review

#BookReview: Rumah Kertas by Carlos Maria Dominguez

Pernah kebayang untuk tinggal di rumah yang dibangun dari tumpukan kertas-kertas atau buku? Entahlah, saya pun tak pernah membayangkan hal itu, tapi Carlos Maria Dominguez mempunyai sudut pandang yang berbeda pada pecinta buku, kutu buku atau kolektor buku sekalipun dan bahkan dia bisa mengeksplore mereka semua sehingga menjadi satu cerita yang asik dan mungkin di beberapa part kamu akan merasa ‘gue banget’.

Kisah dalam Rumah Kertas adalah tentang perjalanan menyusuri asal usul buku aneh yang diterima rekannya dari profesor sastra di Universitas Cambridge, Inggris yang tewas ditabrak mobil ketika sedang membaca buku. Buku aneh yang diterimanya membacanya dan mungkin juga kamu sebagai pembaca memasuki dunia pecinta buku, dengan berbagai ragam keunikan dan kegilaannya.


Dari kisah ini kamu akan diajak menikmati kegilaan penulis membuat cerita tenta buku dan penikmatnya. Mulai dari seorang penikmat buku yang membeli buku hanya untuk koleksi di rumahnya, mungkin mereka menjadikan buku adalah barang antik yang perlu dilestarikan, bahkan si Penulis juga bercerita tentang seseorang yang membuat bentuk manusia dari buku yang sedang tertidur di atas kasurnya. Mengerikan bukan? Tapi mungkin saja itu memang pernah terjadi di dunia ini, seseorang yang terlalu percaya dengan buku bahkan dia menjadikan buku sebagai teman kencan atau tidur sekalipun. Ada juga yang harus menjual mobilnya demi menumpuk buku di garasi rumahnya. Ohya, ada lagi yang meninggal karena tertimpa buku di perustakaannya, bayangkan berapa ton buku yang jatuh menimpanya? Gokil ya?!


Unik dan gila. Memang dua hal yang hampir mirip. Ketika membaca perjalanan untuk menemukan asal usul buku aneh tersebut, banyak cerita yang membuat kamu mengernyitkan dahi karena kegilaan dan keunikan ceritanya. Dalam buku ini, Carlos juga bercerita tentang tipe pembaca, ada yang membaca buku dan memberi  lipatan pada ujung halaman atau ada yang mencorat-coret buku dengan rangkuman/penjelasan/opini menurut dia atau juga tipe pembaca yang harus bersih dan tak boleh kusut sedikitpun sampul/kertasnya. Dominguez menceritakan hal-hal yang terjadi pada penikmat buku dan sangat dekat.


Akhir dari ide cerita itulah yang membuat klimaks dalam buku ini, hal yang tak terduga dan tak mungkin menurut saya, namun Dominguez menceritakannya dalam porsi yang pas. Rumah yang dibangun dari tumpukan buku itu ada atau hanya fiksional penulis. Namun, sampai sekarang saya menulis review ini, saya berpikir mungkin saja itu benar ada, tak ada yang tak mungkin bagi para penikmat atau penggemar buku di dunia ini.

Categories
inspirasi Movie Review

Tips Menyontek Kreatif & Genius (?)

Menyontek dan dicontek adalah hal yang sangat lumrah. Bahkan kamu mungkin atau langganan jadi pelakunya. Hahaha. Mau tahu tips menyontek yang kreatif & genius? Oh, sayangnya saya tak akan memberikan tips itu, tapi lain cerita jika kamu sudah menonton film Thailand yang berjudul Bad Genius.


Bad Genius film Thailand ber-genre drama kriminal, kisah dengan latar dunia sekolah (SMA). Awalnya, saya kira film ini paling tentang contek menyontek di dunia sekolah yang dibalut dengan romance ala ABG. Ternyata film ini dieksekusi dengan sangat detil, kreatif & genius, seperti judul film ini.


Lynn, perempuan genius bahkan bisa menjawab soal matematika dengan hanya melihat soalnya, geniusnya sudah keblinger. Kehidupan Lynn berubah ketika bertemu Grace yang ingin sekali mengikuti ekstrakulikuler teater tetapi peraturan sekolah memutuskan untuk siswa/i yang ingin mengikuti ekskul tersebut harus memiliki nilai bagus. Grace yang memiliki kemampuan akademik yang tak cukup bagus, menginkan Lynn untuk menjadi gurunya. Pada ujian matematika tiba, ternyata Grace tetap tak bisa mengerjakan soal-soal tersebut, padahal soal tersebut serupa dengan yang diajarkan oleh Lynn. Dan Lynn pun memberikan jawabannya lewat penghapus yang di taruh di bawah sepatu dan diberikan kepada Grace. Yeah, menyontek pun berbuah hasil, Grace berhasil mendapatkan nilai bagus.


Namun, setelah nilainya tercapai, ternyata sang penulis skenario melupakan misi utama Grace meraih nilai bagus. Tanpa menyinggung Grace yang ingin aktif di teater, nampaknya penulis langsung membelokkan untuk fokus pada sindikat nyontek menyontek.


Grace menceritakan kisah Lynn ke pacarnya, Pat. Lynn sang genius di bidang akademik, miskin & pendiam. Sedangkan Pat anak orang kaya yang orang tuanya mengharapkan anaknya bisa bagus dalam akademik tapi selama ini tak bisa membahagiakan orang tuanya lewat nilai-nilai akademiknya. Karakter dalam film ini sangat nyata dan dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari.


Akhirnya, Pat & teman-temannya juga menyewa Lynn agar bisa memberikan jawaban saat ujian, sehingga mereka lulus dengan nilai yang tak mengkhawatirkan. Tentunya, Lynn menerima karena adanya imbalan yang menggiurkan. Menariknya dalam film ini, cara Lynn memberikan jawaban untuk kliennya dengan sangat kreatif, dengan menggerakan jari layaknya memencet tuts piano, sehingga pengawas mana pun mungkin tak akan sadar, bahwa Lynn sedang memberikan jawaban untuk klien-kliennya.


Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh. Sepandai-pandainya manusia menutupi kesalahan atau kecurangan apapun pasti akan ketahuan juga. Film genius, ditulis orang digenius, kurang afdol jika tak di-direct oleh orang genius. Director dalam film ini, berhasil memainkan emosional saya, pasalnya jika kamu menonton akan diajak untuk berpikir, tegang & sedih. Menarik bukan?


Bahkan, setelah ketahuan memberikan jawaban ke kline-kliennya, Lynn mendapat tawaran untuk memberikan jawaban untuk teman-temannya dalam ujian SAT, STIC. Lynn mengembangkan sayapnya untuk menyontek ujian yang dilaksanakan secara International. Lagi-lagi kecurangan terjadi diatur dengan sangat apik, detil dan rapi. Memang kampret banget karakter Lynn ini, kampret geniusnya, ga pernah kebayang malah kalau menyontek macam itu, kalau dulu saya punya teman sepinter Lynn, lumayan ga perlu susah payah belajar. Iya kan? Eh. Hahaha.


Lynn melakukan itu semua demi uang, karena uang kamu bakal bisa melihat sisi gelap dari seseorang. Padahal jika ditelaah kembali, orang yang punya uang belum tentu bahagia, ya walau tak munafik tentu saja dengan uang bisa masuk universitas luar negeri tanpa beasiswa. Dalam film ini, kamu akan mendapat pesan bahwa uang memang bukan segalanya, ternyata setelah berhasil meraup keuntungan dari para kliennya, Lynn mengaku pada pihak berwenang jika dia melakukan kecurangan pada saat STIC dan memilih menjadi seorang guru.


Kejeniusan dalam film ini terdapat pada bagaimana emosi penonton dimainkan, cara Lynn melakukan kecurangan yang sangat rapi agar tak ketahuan, serta pemain-pemain dengan acting yang pas dan tak berlebih.


Awalnya, saya menganggap film ini pasti akan membosankan dan klise. Sungguh di luar ekspetasi sehingga yang tadinya menonton hanya agar cepat tidur, malah jadi tak bisa tidur karena out of the box. Tak heran film ini mendapat banyak penghargaan baik national maupun international, pastinya sang director (Nattawut Poonpiriya) mendapat banyak penghargaan berkat kerja kerasnya. 


Pesan moralnya sepandai-pandainya kamu curang pasti bakal ketahuan dan uang tak akan bisa membeli kebahagianmu. So, jangan nyontek! Karena menyontek adalah awal/akar dari korupsi. Kok bisa? Ya iyalah, dari hal kecil menganggap enteng jadi kebablasan nyolong uang rakyat. Jadi, ngebayangin para koruptor itu dulu nyonteknya gimana yaa? Ah, pasti ga kreatif, buktinya sekarang masuk penjara gara-gara nyolong duit. Atau jangankan ujian, ngerjain PR aja pakai joki mungkin. Entahlah.

Categories
Book Review

Lelucon Para Koruptor (Book Review): Kritik Satir Nan Menggelitik Terhadap Politik

Hal yang paling menyenangkan di dunia ini memang mengkritik politik, baik pelakunya hingga pengamatnya. Menjelang Pilkada atau Pilpres peminat kritik politik makin merajalela, bahkan sampai ada sebutan kritikus politik dadakan, apalagi di zaman teknologi serba canggih seperti saat ini. Kritik yang dilakukan berbagai macam cara lewat sosial media. Tak dikit yang mengkritik hanya untuk menjatuhkan lawan politik. Politik apapun bahasannya ujung-ujungnya bisa jadi bertengkar.


Berbeda dengan Agus Noor yang mengkritik politik lewat humor. Kritik satir nan menggelitik terhadap politik ini dilakukan Agus Noor dengan cara yang sangat berkelas, kumpulan cerpen yang berjudul Lelucon Para Koruptor. Kurang lebih ada 11 kumpulan cerita yang bertema politik, Lelucon Para Koruptor sungguh menggiurkan untuk dibaca.


Sungguh tak terduka, bahkan saya tak pernah berpikir bahwa politik dan politikus yang rakus itu bisa dijadikan bahan lelucon. Memang drama anggota dewan yang tertabrak tiang listrik sehingga menimbulkan benjolan sebesar bakpao itu cukup menggelitik bagi beberapa orang, tapi bagi saya yang suka menonton drama dan membaca novel dengan alur dan plot yang bagus, drama anggota dewan itu jadi sangat norak dan menjijikan. Jika Ayat-ayat Cinta 2 cukup konyol dan menggelitik, namun masih cukup bisa ditonton karena ada Dewi Sandra & Fedi Nuril, drama aggota dewan ini, sudah di tahap konyol tingkat dewa bahkan melupakan logika. Bahkan plot FTV lebih bagus dibanding drama anggota dewan tiang listrik itu.


Agus Noor yang dikenal sebagai cerpenis, penyair, esais & penulis skenario televisi dan naskah lakon dengan gaya parodi dan satir menjadikan Lelucon Para Koruptor tak biasa, bahkan sekalipun kamu bukan penikmat politik sungguh dan pasti sangat bisa dibaca dan dinikmati sambil minum kopi di saat senja. Gaya bercerita yang santai, namun memiliki plot twist yang membuat terbahak atau kamu akan terngakak ketika membacanya. Yang jelas, Agus Noor tak akan membiarkan atau menodai cerpennya dengan drama plot ala anggota dewan yang hampir mirip dengan kampret.


Cerpen pertama dalam buku ini saja sudah membuat siapa pun yang membacanya terbahak, saksi mata korban pembunuhan jendral ternyata adalah seekor anjing buta dan beberapa cerpen lainnya juga melibatkan seekor anjing. Ada-ada saja Agus Noor ini, kasian juga anjing yang sering disebut-sebut dalam buku ini, padahal masih banyak binatang yang bahkan kelakuannya tidak pantas jadi binatang, nah lho?!


Buku ini mengajarkan kita untuk tetap tersenyum bahkan tertawa dalam menghadapi suasana atau manusia kampret yang rakus akan harta dan tahta. Saat membaca buku ini, kamu akan dibawa ke alam yang penuh gelak tawa, bisa jadi kamu akan lupa sesaat busuknya para koruptor, tapi setelah membacanya mungkin saja kamu akan melihat orang-orang rakus itu seperti badut kampung. Apalagi buku ini disertai dengan gambar-gambar komik yang kocak dan menyentil.


Ohya, jika kamu membaca buku ini jangan lupa untuk membaca bagian prolog yang ditulis oleh kawan Agus Noor, Edi AH Iyubenu. Hal ini penting agar kamu mengetahui lebih dalam tentang Agus Noor dan karya-karyanya.

Categories
Movie Review

Deadpool 2: Film Ternyinyir di Tahun 2018 (Movie Review)

Beberapa bulan terakhir, bioskop sedang diwarnai dengan film superhero bentukan Marvel. Setelah Avangers yang sampai sekarang masih tayang di bioksop, kali ini Fox 20th Century, bekerjasama dengan Marvel memproduksi Deadpool 2. Super hero yang satu ini memang agak sedikit berbeda dari yang lain. Mungkin DeadPool lebih mirip seperti Spiderman hanya saja Deadpool hadir dengan sangat menyegarkan, lebih lucu dan berandal. 
Menonton Deadpool 2, benar-benar sangat menguras air mata, serta membuat rahang pipi pegal. Dari awal kemunculan di menit awal bahkan sampai scene yang mungkin di film lain akan menguras air mata, maka dalam film ini kamu akan terjungkal terbahak. Ohya, kamu juga bisa menangis menonton film ini, iya menangis karena terlalu banyak tertawa. 
Deadpool 2, saya nobatkan sebagai film tersatir, ternyinyir dan terlucu abad ini. Serta juga tak lupa, angkat topi untuk Penulis skenario Deadpool 2, selamat Anda mendapat julukan ‘Penulis Termalas’. Kok bisa? Iya mangkanya nonton filmnya. Hahaha. Ngeselin ya? 
Deadpool 2, cukup satir. Beberapa bagian, kamu akan diajak menertawai hal-hal yang cukup tabu untuk ditertawakan oleh Netizen Indonesia. Saya pribadi, langsung connect dengan lontaran jokes yang ada, pasalnya saya memang suka memandang segala sesuatu dari sisi humornya. Saya jadi teringat satu buku yang membuat terbahak menertawai hal yang sungguh tabu, buku yang ditulis oleh Filsuf ternama ini bisa jadi referensi kamu untuk berpikir sebelum tertawa. 
Bukan hanya satir, film ini juga nyinyir banget. Beruntungnya saya lebih suka menonton film yang bergenre slince of life, jadi saya bukan Marvel Squad atau DC Squad. Kalau kamu DC Squad garis keras, saran saya tak usah menonton karena memang banyak sekali dialog-dialog yang akan membuat kamu terbahak, jika kamu DC Squad mungkin tak akan tertawa tetapi kesal atau bahkan sakit hati. Ya bagaimana ya, DC sekarang cukup jauh dibanding Marvel. Mungkin DC akan bangkit jika mendahului Marvel dalam membuat karakter superhero muslim. Let’s see. 
Karena kesatiran dan kenyinyiran dialog dalam film Deadpool ini lah yang membuat film ini sangat-sangat lucu, bahkan sekalipun dalam adegan sedih atau adegan (spoiler alert!) sebelum Deadpool mati. Tetapi memang dialog yang lucu tersebut cukup bisa memberi label si penulis skenario ‘Penulis Termalas’. Pasalnya, kamu akan diajak tertawa karena si penulis membuat jokes tentang si rival (DC) menyebut Academy agar melihat adegan atau film Deadpool 2, untuk yang ini benar-benar membuat saya terbahak, film superhero memang jarang meraih penghargaan di Academy Award. Ibarat menembak, si penulis menembak dengan sangat tepat. Hahaha. 
Bukan hanya itu, jokes yang menurut saya cukup menggelitik adalah ketika Deadpool sebelum mati berkata, aku tak ingin mati tanpa penonton. Bedebah! I love that joke. Hahaha. 
Nampaknya, Marvel memang memiliki marketing yang sangat hebat. Setelah film Avangers booming dan sangat sangat laku keras, khususnya di Indonesia. Dan sepertinya penonton Deadpool 2, dipaksa untuk menonton Avangers terlebih dahulu. Ya, karena ada beberapa part yang memang diambil dari Avangers. Ohya, menariknya twistnya cukup unpredictable, saya pun merasa dikasih surprise banget sama si Penulis, dasar emang Penulis Malas. Hahaha. 
Beberapa jokes yang hadir memang tak orisinil, tapi menurut saya selama itu masih bisa dinikmati dan sangat lucu, kenapa kita tak bantu tertawa? Toh, hasilnya memang lucu dan bahkan kurang ajar lucunya. 
Walaupun begitu, alur ceritanya ada beberapa yang saya rasa harusnya bagian ini diceritakan, jangan di-skip. Kecil tapi menurut saya lumayan fatal. Karena jatuhnya bagian ini seperti FTV yang sukanya tiba-tiba. Bagian dimana Domina (salah satu anggota tim X-Force yang dibentuk oleh Deadpool untuk menyelamatkan Russel, anak mutan) dijelaskan sedikit latarbelakangnya, sampai dia bisa menggunakan pistol, terjun payung, nyetir truk dll. Ah, tapi apapun itu akan tertutup dengan semua kejenakaan Ryan Reynold, Deadpool. Kalau saya lebih bahagia nonton Deadpool 2, ketimbang Avangers.  
Jadi, kapan mau melihat film yang sudah di tulis dari Penulis Termalas yang pernah ada? 
8.5/10
Categories
Book Review

Review Buku Dekut Burung Kukuk karya J.K Rowling

“Orang awam, akan terpaku pada motif. Sementara kaum profesional akan menempatkan kesempatan pada urutan pertama”



Dekut Burung Kukuk, buku yang ditulis oleh J.K Rowling dengan nama samaran Robert Galbraith. Awal kemunculan buku Dekut Burung Kukuk atau The Cuckoo’s Calling muncul dengan penulis bernama Robert Galbraith dan bukunya terjual cukup laris di pasaran, lalu beberapa waktu kemudian ada berita bahwa Robert Galbraith adalah nama samaran yang digunakan J.K Rowling. Hasilnya, buku ini semakin laku keras di pasaran. 

Dekut Burung Kukuk, buku yang bercerita tentang supermodel, Lula Landry yang ditemukan terkapar di tengah jalan dan mengenakan pakaian rancangan designer ternama di negaranya. Menarik, itu hal yang pertama terlontar dari mulut saya. Bagaimana tidak, ketika membaca buku ini kita akan diajak untuk menduga, apakah supermodel bunuh diri atau dibunuh? ditambah kita akan semakin bingung, karena sang kakak dari supermodel menyewa Detektif Partikelir untuk mencari siapa pembunuh adiknya, ditengah putusan hakim bahwa sang adik meninggal karena bunuh diri. 

Hal yang paling asik di dunia ini adalah menebak sesuatu. Lembar per lembar yang dibaca serta diikuti rasa penasaran yang menggebu. Sampai pada akhirnya, sang pembaca akan menemukan jawabannya di act 3 dari buku ini. Yaiyalah! hahaha. Kalau di act 1 namanya opening ya. 

Cormoran Strike, sang Detektif Partikelir yang ditugaskan oleh kakak Lula mencoba mencari bukti bahwa Lula Landry memang dibunuh dan mencari si pembunuh. Setelah beberapa waktu, akhirnya Strike mendapat kasus yang cukup berat dan kali ini ia dibantu oleh Karyawan magang, Robin. Menyelediki siapa pembunuh Lula Landry, supermodel yang sangat berkelimpahan harta serta ketenaran, benar-benar menyulitkan Strike memutuskan pembunuh sebenarnya. 

J. K Rowling memang penulis ulung, dia tahu bagaimana membuat pembaca penasaran, bingung, sedih DLL. Rasanya saya ingin sekali mengacak-acak rambut si penulis. Bagaimana bisa dia menulis cerita sedetil ini. Novel dengan jumlah halaman 517 ini akan membawamu kepada cerita chaos-nya kehidupan Lula Landry, keluarganya, teman-temannya & orang sekitarnya. Bukan hanya itu, kamu juga akan dibawa ke kehidupan yang tak kalah amburadulnya, kehidupan Cormoran Strike, baik keluarganya, pasangannya bahkan financial sang detektif. Serta kamu juga akan diajak masuk dalam cerita Robin dan pasangannya. 

Bagaimana kamu tertarik membaca buku Dekuk Burung Kukuk? Menurut kamu, Apakah Lula Landry dibunuh atau bunuh diri? Jika bunuh diri siapa pelakunya? 

Mudah saja untuk mengetahui pelakunya jika kamu merujuk kepada kutipan awal yang saya tulis di tulisan ini, yang kebetulan memang dikatakan oleh Strike. Jadi, sudah tahukan siapa pembunuhnya? atau masih bingung? Kalau gitu silakan baca bukunya segera, sebelum mati penasaran. 
Categories
Uncategorized

Amazing Trip to Raja Ampat with Incredible People

Melakukan perjalanan ke suatu tempat, menurut saya adalah bagaimana kita terus belajar dan memperbaiki hubungan antar sesama dan Sang Khaliq Yang Maha Asik. Terkadang saya sengaja melakukan perjalanan yang di dalamnya orang-orang yang belum pernah saya temui. Hal itu, saya lakukan agar selalu belajar dari kehidupan orang lain, mangkanya ketika melakukan trip dengan orang baru, saya cenderung pendiam.


Warga BPJ trip to Wayag berfoto di Piaynemo dengan juru cekrek Om @bintar_binz

Tanggal 27 April 2018 saya mengikuti trip to Wayag, Raja Ampat dengan BPJ. Melihat keindahan dan kecantikan Raja Ampat memang menjadi cita-cita banyak traveller, baik dalam negeri maupun luar negeri. Wajar saja, karena memang Raja Ampat dinobatkan sebagai The Best Destination kategori Adventure oleh Mondo Travel Magazine dari Finlandia, serta menjadi World’s Best Snorkeling Destination 2015 oleh CNN. Dunia saja sudah mengakui keindahan Raja Ampat, tak herankan kalau banyak yang ingin kesana?

Beruntungnya saya sudah menginjakan kaki di Raja Ampat. Bukan hanya itu, bahkan saya bertemu orang-orang hebat dengan latar belakang yang berbeda. Sebenarnya, mereka lah yang membuat trip ini makin asik dan berwarna. Guyonan dan tingkah laku yang menggelitik perut, menjadi hal yang tak terlupakan. Siapa saja mereka? Kali ini saya akan memperkenalkan 33 orang hebat yang saya kenal di Wayag, Raja Ampat langsung kepoin instagram mereka ya!

Si Biang Kerok

Pernah dengar kata ‘Ga ada lo, ga rame!’ ? Yes, mereka ini Biang Kerok pembuat onar serta membuat kami terbahak dengan perkataan dan tingkah lakunya. Saya ga bisa bayangin kalau trip ini ga ada mereka. Seru tapi mungkin akan terasa seperti lagunya Ari Lasso, Hampa. Kalau nanti kamu satu trip dengan mereka bakal tahu deh.

Veni, Ini dia biang Kerok nomor satu. Semua guyonandan tingkah lakunya buat kami terbahak. Ada saja yang dilakukannya. Bahkan, ga ada capeknya untuk menghibur kami. Heran dia itu baterainya ga pernah habis. Padahal pertama kali saya bertemu dia di Bandara Sultan Hasanudin ga ada lucunya sama sekali, bahkan terlihat pendiam. Itu alasanya, kita tak boleh melihat orang dari covernya ya.

Kakak Nona berfoto di Telaga Bintang dengan Juru Cekrek Oom @Bintar_binz

 Kakak Nona begitu teman-teman satu tripmemanggilnya, bahkan ada yang memanggil Kakak Guru, mungkin panggilan itu keluar karena setiap kata yang terucap bukan hanya lucu, terkadang memotivasi dan ngena. Kakak Guru bekerja di salah satu Rumah Sakit bagian administrasi, kalau ga salah, berarti benar. Setelah selesai trip, Kakak Nona pulang ke kampung halamannya Menado. Dan salah satu kami bertanya, apa yang khas di Menado. Dia pun berkata, kalau untuk laki-laki 3B (Bunaken, Bubur & Bibir orang Menado) Hahaha. Saya pun tak tahan dengan kata yang keluar dari mulutnya. Dan ketika di Bandara, kami bertukar id instagram dan ternyata Kakak Nona ini tak main instagram, hanya main facebook dan twitter itu pun untuk mencari info terkini. Gokil! Pantas saja, kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya terasa real.
Mona, wanita berkabut yang pertama kali saya temui di Bandara Soekarno Hatta. Saya sudah duga dia salah satu warga BPJ yang ikut trip ke Wayag. Karena saya ragu, jadi saya urungkan niat untuk menyapa dan bertemu lagi di Bandara Sultan Hasanudin, Makasar di dalam bus menuju pesawat. Seketika Mona bertanya berapa umur saya, dan ternyata dia lebih muda satu tahun dengan saya. Tapi Mona memiliki wajah yang cukup dewasa. Bekerja di perusahaan asing membuat Mona tak absen untuk mengelilingi Indonesia, selain itu, jika dilihat dari instagramnya dia anak gaul Jakarta.

Anak Gaul Jakarta, Mona di Piaynemo. Ahli jepret oleh @FreyituFerry

Wahyu, teman kantor Mona. Mereka berdua satu kantor, namun berbeda divisi. Kalau sudah ada Mona ditambah ada Wahyu, duh bisa adu mulut mereka berdua. Hahah. Mungkin, menurut sebagian orang Wahyu ini adalah tipe cowok yang romantis, mungkin menurut cewek yang suka digombalin. Tapi ga buat cewek yang kalau ditanya ‘Bapak kamu tukang listrik ya?’ yang disambar dengan jawaban ‘enak aja lo, bapak gue PNS tau!’ Hahahaha.

Si tampan di-cekrek oleh Om @Bintar_binz

Si Geng Sunda

Geng sunda ini diisi dengan warga sunda, pastinya. Ada Ryan, Chandra & Yoga. Mereka sekumpulan orang sunda, sudah kenal satu sama lain sebelum trip ini dilaksanakan. Kalau mereka ngomong sunda, suka roaming gitu. Dan memang orang sunda itu diindentik dengan sopan dan lembut. Terbukti mereka bertiga sopan dan lembut. Ohya, selain itu mereka juga baik hati. Saya sering sekali dibantu mereka ketika menuruni bukit yang cukup terjal.

Ryan, Yoga & Chandra berpose untuk majalah Gaul 


Si Suka di Foto

Kemanapun perjalanannya memang yang terpenting adalah sebuah foto. Tanpa foto tak ada kenangan yang tersisa dalam sebuah perjalanan. Dan #JamanNow kalau kita cerita sudah pernah ke Raja Ampat, maka teman-teman pun akan memberikan interupsi dengan berkata, No Picture, Hoax!

Si Narsis ini ditempati oleh Andelo, Opa Andi, Tri, Desi, Om Didit & Om Anton. Sebenarnya, dalam trip to Wayag kali ini, semuanya suka difoto hanya saja beberapa orang yang harusnya masuk kategori suka difoto lebih cocok masuk tim lain.

Ka Desi dijepret ala candid oleh Koh @Freyituferry

Om Didit minta dicekrek sama Om @Bintar_binz

Duileh, gayanya bak raja istri 4 *eh. Diambil dari tustelnya Om @Bintar_binz

Om Anton yang jago diving

Andelo yang siap menyemangatimu untuk sabar menunggu jodoh

Tri, yang siap mati demi membela Indonesia



Si Roommate

Mereka ini yang satu kamar dengan saya; Guntari Simanjuntak, Fifi & Christ.

Guntari, cukup unik ketika mendengar namanya. Lalu, saya bertanya nama panggilannya dan memang dia mengizinkan kami untuk memanggilnya Guntari. Ka Guntari, saya memanggilnya adalah warga trip yang berasal dari Malang. Alumni Unbraw dan sekarang kerja di Sampoerna. Dia juga jago diving, cita-citanya pengen bisa diving ala Marischka. 

Fifi, warga BPJ asal Yogya yang bekerja di perusahaan animasi dan sudah pernah bahkan sering membuat film animasi. Dari dia juga saya paham betapa sulitnya membuat film animasi. Ka Fifi ini lumayan sering nge-trip bareng ka Guntari. Kok bisa mereka saling kenal padahal rumahnya jauh banget? Iyalah, kalau sering nge-trip mah temannya dari mana-mana. Mangkanya, yuk nge-trip 😛
Ekspresi waktu mantan minta balikan. Tukang Keker tustel oleh @FreyituFerry


Christ, alumni Trisakti yang sekarang kerja di Ismaya Live, salah satu promotor ternama di Indonesia. Saya agak menaikan volume suara, ketika tahu Christ bekerja di Ismaya. Promotor ini membuat saya jengkel, pasalnya Ismaya yang membawa Katy Perry ke Indonesia tahun 2015, dan tahun ini agak sedikit kesel karena bukan Ismaya yang membawa Katy Perry tetapi promotor yang ga mau rugi, mangkanya ngegandeng banyak sponsor biar bisa bagi-bagi tiket konser gratis, agar venue ga kosong-kosong banget. Saya jadi tahu alasannya kenapa Ismaya ga mau bawa Katy Perry lagi, mungkin dia tahu bahwa tiketnya ga bakal abis. Dan kekecewaan itu saya luapkan ke Christ. Hahahah. But anyway, Christ suka sekali jalan-jalan jika dilihat dari instagramnya dan highlight instagramnya bagus-bagus. Baru kali ini saya liat highlight instagram orang yang banyak dan sampai habis. 

Christ yang siap ngasih kamu tiket DWP GRATIS, besoknya baru bayar



Si Manis

Si manis paras dan hati melengkapi trip ini. Jika tadi kamu membaca bagian si Biang Kerok, Si Manis inilah yang membuat segala guyonan dan tingkah laku Si Biang Kerok jadi lucu nan kocak. Mereka paling banyak menyumbang tawa. Dan tanpa mereka trip ini ga akan lengkap. 

Linda, seorang dosen di salah satu kampus di Cijantung, kalau ga salah, berarti benar. Memang keliatan sekali dari wajahnya yang sangat berwibawa. Ka Linda yang paling banyak borong oleh-oleh buat keluarga di Jakarta.

Foto Ka Linda diambil oleh ahlinya, Om @Bintar_binz


Agung, orang yang paling kasian. Kenapa? Soalnya, pas di speedboatmenuju Wayag dia duduk di samping saya dan pas di kapal menuju Sorong juga duduk di samping saya. Bukan apa-apa saya kasian dia selalu kegencet. Haha. Mudah-mudahan ga membawa sial ya, duduk samping saya terus.
Senyum sumringah pas awal bulan yang ditangkap oleh kamera @freyituferry

Verdi. Dunia memang sempit. Ternyata Verdi adalah temannya teman saya di Komunitas Kumpulan Para Penulis Indonesia, Simfoni Aksara. Gokil. Verdi juga sering ngasih gaya biar ga mati gaya ketika foto. Gaya epik ala Verdi adalah gaya jalan atau lari sambil menengok kanan, kiri dan ke depan dengan muka sumringah. Ohya, ditambah dia juga memberikan contoh foto dengan menggunakan properti di sekitar. Cool.

Deni, si manis dari Solo. Kurang begitu tahu tentangnya karena memang jarang ngobrol, cuma yang saya inget, dia sering banget manggil saya Sally selalu sendiri. Padahal setiap langkah saya selalu bersama para malaikat #BiarDikataReligius. Ohya, dia juga sering menjadi model Koh Hans ketika berfoto, antara memang perawakannya yang manis atau karena mau-an disuruh gaya gimana pun. Hahahaha.

Kamera ini dikeker oleh Koh @Hianusaeka


Fadil, yang saya tahu darinya adalah hafal jalan daerah rumah saya. Hahaha. Lucu banget, waktu itu ada yang nanya saya rumahnya dimana dan ternyata Fadil tahu betul arah rumah saya. Macam google maps ya dia.

momen merenung di atas kapal ini dipersembahkan oleh Om @Bintar_binz

Cahyo, yang menjadi incaran Kakak Nona selama trip berlangsung. Awal mula itu terjadi, karena Kakak Nona salah memanggil namanya, dan mulai saat itu Kakak Nona menorehkan nama Cahyo di lubuk hatinya yang paling dalam. Sudah basah sekalian saja berenang, begitu mungkin analogi yang pas untuk Kakak Nona dan Mas Cahyo. Lempar kata penuh goda pun berlangsung sampai trip berakhir, bahkan Kakak Nona belajar singkat tata krama Jawa, sungkem. Lucu hahah.
Nyari foto Cahyo yang sendirian susah amat


Along, sependengaran saya, dia baru saja menyelesaikan studi SMA-nya. Dan yang saya tahu Along itu kreatif. Inget betul, bagaimana Along menjadikan payung milik Tri sebagai properti dan bergaya layaknya Captain America, mungkin yang terlintas dalam otaknya saat itu adalah tentang film Infinity War, Avengers. Dan dia pun menyuruh saya bergaya ala Wonder Woman menggunakan payung dan bambu kecil. Hahaha. Setiap melihat fotonya saya terlalu terbahak. Along si Kreatif. Kayanya kalau udah gede dia cocok jadi Content Creator.

 Si Couple

Setiap perjalanan pasti ada sepasang keskasih yang gabung. Terkadang kemesraan mereka yang membuat para jombloers ngiri setengah mampus. Apalagi kalau mereka sudah berfoto, siap-siap baper akut.

Dedi & istri, suami istri yang mempunyai restoran kepiting, mempunyai persiapan trip yang matang, mulai dari bekal dan keperluan lainnya sangat lengkap dan yang membuat amazing adalah si istri tetap cantik saat nge-trip. Mungkin saya harus menikah dulu biar kaya mbaknya. Hehe.



Albert & Christy, Couple LDR. Albert mahasiswa Unpar, asli Plembang yang hobinya traveling. Dia bertemu Christy saat traveling. Mereka berdua kompak dan romantis banget. Foto-foto mereka dijamin pada bikin ngiri. Christy yang membuat saya menggelengkan kepala, saat turun dari bukit Wayag. Christy did it so easy. Edan. Dan ternyata saya baru tahu dia memang suka climbing. Pantesan. Kebetulan ketika pulang ke Jakarta kami satu peswat, dan Christy banyak berbagi kisahnya kepada saya. Terharu, ternyata Christy benar-benar sangat mandiri. Terima kasih Christy sudah berbagi kisah hidup. Langgeng terus ya kalian berdua, karena kalau ga langgeng tulisan ini harus saya edit (lagi).



Melisa & Kevin, couple favorit saya. Berbeda dengan dua couple di atas. Melisa dan Kevin yang juga satu kamar dengan saya adalah sepasang ibu & anak. Mama Kevin biasa kami memanggilnya, karena beliau sudah seperti ibu kami sendiri, setiap perlu apapun seperti makan atau minuman pasti Mama Kevin punya stocknya. Mama Kevin, si Mama serba ada. Bukan hanya itu Mama kevin banyak sekali berbagi kisah inspiratif, saat di kamar. Beruntungnya, saya satu kamar dengan Mama Kevin karena bisa langsung mendengar kisah yang luar biasa. Mama Kevin juga benar-benar membuktikan pada Kevin, bahwa Ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Melihat Kevin nampaknya saya tahu kenapa dia cerdas sekali, karena Mamanya yang mengajarkannya. Satu kalimat yang paling ngena banget buat saya ketika Mama Kevin bilang ‘Dimanapun kamu berada, kamu yang jaga nama baikmu, jadi kalau kamu ngambek atau marah-marah yang jelek bukan mama, karena mama ga pernah ngajarin kamu. Tapi yang namanya jelek, namamu’.

Akhirnya, ada foto sepasang anak dan ibu ini! 

Mendengar cerita-cerita inspiratif dari Mama Kevin, saya jadi penasaran dengan Kevin, iseng bertanya tentang perjalanan kemana saja yang sudah dilalui. Akhirnya, di suatu malam Kevin menjawab dengan antusias. Kevin, yang bernama lengkap Ahmad Kevin Aljabar, nama itu diberikan karena memang sang mama suka dengan aljabar dan memang jika dalam Bahasa Arab artinya pemimpin, kalau ga salah, berarti benar. Seperti namanya, harapan sang mama, Kevin menjadi seorang pemimpin, saya malah sudah mencium ketika besar dia menjadi Pemimpin trip ke luar negeri. Haha. Anak berusia 10 tahun yang sudah menaiki Gunung krakatau, dan melakukan trip ke Derawan membuktikan bahwa nge-trip ga harus nunggu dewasa, bahkan Mama Kevin juga mengajarkan Kevin untuk menabung jika ingin melakukan trip. Seru sekali, meminta Kevin bercerita tentang keindahan Derawan dan tak kuasa menahan tawa ketika Kevin bilang ada penyu gede banget dengan mimik wajah dan gerakan tangan yang menggemaskan. Bahkan beberapa bagian dia ceritakan dengan detil.

Anak yang hebat lahir dari rahim Mama yang hebat. Dan Mama Kevin sudah membuktikannya, walau perjuangan membuat Kevin lebih hebat lagi dari sekarang, masih panjang. Saya jadi kepikiran kalau Kevin nulis perjalanan yang sudah dilaluinya dan menjadikannya cerita dalam satu buku, pasti keren. Bayangin kalau Kevin sudah tua nanti, anak-anaknya baca buku Ayahnya yang sudah melakukan perjalanan keliling Indonesia mulai usia 10 tahun. Semoga terwujud ya.

Si Juru Cekrek

Tanpa Juru Cekrek apalah arti trip BPJ to Wayag. Tanpa mereka tak ada foto epik yang bisa dipamerkan di sosial media.

Om Binz, juru cekrek yang paling baik. Bahkan kami pun membuat julukan dengan #OmLagiOm untuk difoto lagi dan lagi. Kameranya juga keren banget. Bayangin harus naik ke bukit yang terjal sambil bawa kamera di tas. Gokil, emang Om Binz.

Fery, saya nobatkan sebagai si  juru cekrek landscape yang religius. Waktu makan bersama, dan ketika saya sudah menyuap dua sendok, makanan Koh Fery baru datang dan sebelum menyantap dia berdoa dulu. Seketika, saya baru ingat kalau belum baca doa. Better late than never, langsung baca doa walau sudah menyantap dua sendok. Seperti Om Binz, Koh Fery ini baik banget kalau kita mau difoto sama dia, langsung disambut dengan hangat. Bahkan saya sempat bilang ‘Koh bisa ga buat gue terlihat lebih tirus’ oh kalau gitu agak dongak palanya biar agak tirus. Daebak, emang si Kokoh! Hahaha.

Akhirnya, ada juga foto candid juru cekrek, Koh Fery yang dicekrek profesional oleh Koh @hianusaeka

Chiko, teman Koh Fery ini sangat menggemaskan. Pasalnya, Chiko & Koh Fery buka bisnis bersama, lihat karya mereka disini. Kebetulan duduk bersampingan ketika di peswat menuju Jakarta. Saya pun mengapresiasi Chiko karena naik ke atas bukit yang terjal sekali. Gila ya, saya aja ngos-ngosan naik ke atas bukit Wayag. Semangat Chiko perlu diacungi jempol. Salut juga melihat perteman antara Koh Fery dan Chiko, ketika turun dari bukit Koh Fery membantu dan memandu Chiko agar ga salah pijak. Memang benar untuk menguji persahabat seseorang, harus ngerasain nge-trip bareng dulu baru kita tahu bagaimana orang itu. Dari Chiko saya juga tahu genrenya para juru cekrek. Belajar banyak dari Chiko.



Si CePe yang Kece

Perjalanan yang seru tak akan teradi tanpa Cepe yang Kece. Beruntung kami memiliki CePe yang kece dan luar biasa kerennya.



Emye, Cepe yang paling paham Indonesia. Membaca bio Omed, begitu panggilannya, membuat saya berdecak kagum, pria yang selalu ingin mempromosikan keindahan Indonesia ini terus berusaha membuat trip ke daerah-daerah yang belum terjamah. Omed kalau sudah sampai di satu spot, dia akan menyendiri dulu, mungkin sedang merasakan keindahan alamnya dan setelah itu foto sekali dua kali take. Saking kebanyakan berkunjung ke sebuah tempat, H-1 sebelum trip, Omed mengirimkan foto ke grup dan mengabarkan kalau dirinya drop. Untungnya Omed tetap ikut trip ini kalau tidak kami semua terlantar, karena hanya Omed yang tahu Raja Ampat.

Gaya waktu ditanya kapan nikah? yang dikeker tustelnya Koh @freyituferry



Hans, Cepe yang paling bawel kalau narikin uang buat share cost. Tapi bersyukur banget Cepe-nya Koh Hans, beliau lucu dan setiap kata yang keluar cukup membuat terbahak. Bahkan beliau mengajarkan kami kalau ditanya orang kenapa kita hitaman? Jawab aja, iya nih abis nge-trip ke Raja Ampat. King of Congkak, jadi kalau mau belajar congkak bisa ke Koh Hans, bukan congkak biasa tapi congkak elegan. Dijamin kalau kamu belajar congkak dari Koh Hans, lawan bicaramu bakal terbahak dengan kecongkakan mu. Selain itu, Koh Hans juga ahli cekrek. Bisa tahu, gaya yang bagus dan properti yang layak biar hasil jepretnya bagus. Waktu itu saya dijepret pakai tustelnya, walhasil muka jadi mirip Laudya Cyntia Bela haha.


Ale, yang selalu memakai topi pura-pura botak, padahal aslinya selalu botak. Ga ada Bang Ale ga ramai. Bang Ale ramai banget orangnya, kalau foto gayanya aya aya wae. Dan orangnya ganteng banget sebenarnya, cuma karena kemarin sebelum ke Wayag ke Misol jadi ada perubahan warna kulit yang menakjubkan. Selain lucu, Bang Ale juga suka bergaya di depan kamera, Photo Genic lebih tepatnya. Selain ganteng nan manis, Bang Ale ini juga masih available, buat para wanita buruan sikat dijamin bisa ngebahagian kamu dunia dan akhirat. Sikat sekarang, soalnya kalau hari senin keburu sold out. Hahaha.



Itu kisah tentang teman-teman trip perdana BJP to Wayag, amazing trip with incredible people. Tulisan ini, adalah tulisan terpanjang yang pernah saya buat di blog, mungkin kalau dijadikan buku tulisan ini bisa jadi satu bab. Tapi saya senang menulis ini, karena mengalir begitu saja. Setiap orang mengucapkan terima kasih dengan cara yang berbeda, dan tulisan ini adalah ucapan terima kasih saya atas kemeriahan, kemurahan hati teman-teman dalam berbagi cerita. 

Dan semoga Cepe ga kapok nerima saya buat trip. Terakhir, saya mohon maaf apabila ada perkataan dan perbuatan yang kurang berkenan. Terkhusus untuk Omed, mohon maaf ya, kalau pas naik ke Wayag saya agak lama atau terkesan lelet, itu semua terjadi karena saya harus ibadah dulu di kapal. Dalam setiap trip saya mencoba untuk seberapa sering saya mengingat Sang Khalik yang Maha Asik.

Sekali lagi, terima kasih kalian sungguh luar biasa, semoga Tuhan menyatukan kita di trip lain J
Kalau kamu kapan mau menginjakkan kaki ke surga Indonesia, Raja Ampat? 
Categories
Public Speaking

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berbicara Di Depan Umum

Komunikasi yang baik dan positif adalah syarat mutlak, bagi setiap orang yang ingin sukses di bidang apa pun – Andrie Wongso –


Ada yang setuju dengan kutipan di atas?

Saya sendiri, sangat setuju dengan kutipan di atas. Pasalnya, mau umur berapa pun, kudu dan wajib bisa berkomunikasi dengan baik. Apalagi, kalau kamu yang sudah bekerja. Dan terlebih, kamu harus bisa berkomunikasi dengan baik saat presentasi ke klien, rekan kerja dan bos. Bayangin deh, kamu punya ide bagus banget yang sudah, dirancang ternyata pas bos minta presentasi, gagapnya setengah mati, padahal presentasi itu sebagai penentuan bulan depan kamu pantes ada di kantor bareng si bos atau terpaksa nyari tempat kerja lain.

Dan beberapa kali, saya punya teman kantor yang kalau ngobrol asik banget, tapi kalau disuruh ngomong depan banyak orang dia langsung berubah menjadi pemalu, bahkan ada juga yang langsung keringat dingin dan tangannya basah. Spontan kaget banget, lihat teman saya yang kalau cerita masya Allah cerewetnya tapi giliran disuruh ngomong depan banyak orang (well, waktu itu hanya ada 15 orang) langsung diam seribu kata.

Beberapa peneliti mengungkapkan hal yang ditakuti pada 3000 orang Amerika oleh The People’s Almanact Book of list, ternyata ada 8 ketakutan, dan nomor satu diduduki oleh ketakutan berbicara di depan umum. Edan. Mungkin, kalau survey ini di lakukan di Indonesia, akan ada 9 ketakutan, yang terakhir akan diduduki oleh ketakutan akan kehilangan dia. Uhuk.

Sejak 2011, saya mulai mendalami tentang dunia Public Speaking, belajar dari banyak expertseperti; Jamil Azzaini, Dj Arie, Dinar A. Hadi, Bintang Cahya, Robie Habibie DLL. Ilmu dari mereka akan saya rangkum di tulisan ini, khusus untuk kamu. Semoga bermanfaat. 

5 Hal yang harus diperhatikan jika ingin berbicara di depan umum;


 1. Konten

Apapun yang akan kamu bicarakan pastikan kamu tahu tujuannya, kalau kamu sudah tahu tujuanmu berbicara, maka kamu akan mempersiapkan diri, kata-kata apa saja yang akan dikeluarkan. Namun, agar apa yang kamu sampaikan didengar dan pesannya sampai ke audience. Pastikan kamu berbicara secara terstruktur. Biasanya, saya akan membagi konten ini menjadi 3 bagian; Opening, Isi & Closing.

Opening, ini adalah sebagai penentu apakah audience akan mendengarkan kamu atau malah akan tidur. Kalau kata guru saya, Jamil Azzaini, 3 menit di awal adalah penentunya. So, pastikan kamu membuka presentasi/sebuah acara dengan sangat baik. Opening yang memukau, bisa kamu lakukan dengan menyampaikan kutipan, telling story, fakta/data atau bisa juga dengan distract thing.

Jika kamu jadi pembicara, masuk ruangan dari sebelah kiri audience & sedikit berlari serta jangan lupa tampilkan wajah berseri/senyum


Selanjutnya isi, ini paling penting diantara opening & closing. Jika kamu ingin mempresentasikan laporan atau apapun, pastikan isinya tidak bertele-tele & mudah dimengerti. Hal ini harus dilakukan, mengingat waktu untuk presentasi pasti sangat terbatas.

Dan ketika closing, bisa dengan pantun serta jangan lupa kasih kontak kamu ya. Ini penting, kalau presentasi depan klien, biar mereka bisa langsung menghubungi kamu kalau deal dengan penawarannya.


 2. Voice

Berbicara di depan umum tidak perlu bingung dan jangan kebanyakan ngomong hmm hmm


Kalau konten dari apa yang mau kita bicarakan penting sekali, maka voice ini tak kalah pentingnya. Coba bayangkan, jika kamu berbicara seperti orang kumur-kumur, apakah pesan kamu tersampaikan cukup jelas?

Okay, berikut yang harus kamu perhatikan pada bagian ‘voice‘;

a. Volume

Pastikan volume kamu tidak terlalu besar dan kecil, jadi harus pas. Dan jika menggunakan alat bantu, mic serta mempunyai suaranya yang cempreng, sebaiknya kamu mengatur mic dengan echo yang pas.

b. Intonasi

Dalam hal ini, kamu akan harus tahu di bagian mana kamu berbicara bagian yang penting sekali, bahkan kalau perlu mereka me-notice apa yang kamu ucapkan, untuk itu kamu perlu melakukan intonasi dengan gaya penekanan, diayun atau dilambatkan. 


3. Gesture

Gesture atau gerakan tubuh juga harus dilakukan agar pesan yang ingin disampaikan bisa dimengerti dengan mudah. Gerakan tubuh yang harus diperhatikan adalah;

a. Eye contact atau kontak mata terhadap audience sangat penting, dengan melakukan hal ini audience sangat-sangat merasa dianggap dan dihargai.




Melakukan kontak mata satu persatu disapu secara rata jika kamu berbicara dalam grup kecil, tetapi lakukan menyapu kontak mata dari kiri ke kanan dengan cara membentuk huruf Z, jika audience mu lebih dari 100 orang atau menatap pelipis mereka.

b. Mimik wajah, memainkan raut muka. Jadi, jika kamu menyampaikan pesan gembira, wajah pun harus menunjukan kebahagiaan, jikalau perlu didukung dengan mata yang bersinar. Begitu Pula, jika ingin menyampaikan hal yang sedih, pasang raut muka sedih bahkan kalau perlu dengan mata yang berkaca-kaca.

Ga usah takut jelek, let’s explore your expression


c. Gerakan tangan & kaki, juga harus sesuai dengan apa yang sedang disampaikan.

All out dalam bergerak
Gerakan tangan untuk meyakinkan audience. Jokowi melakukan gerakan tangan ini pada saat debat Pilpres 2014 & it’s work. Haha


Gesture penting untuk dilakukan karena sangat membantu audience untuk memahami pesan.

4. Penampilan

Ketika berbicara di depan umum, secara otomatis kami menjadi pusat perhatian banyak orang, bahkan seluruh mata yang ada di ruangan akan tertuju pada kita. Olehkarenanya, paling tidak kamu berpenampilan yang enak dipandang. Dan penampilan ini juga harus disesuaikan dengan audience. Misal, kamu akan melakukan presentasi di depan anak SMA, ssbaiknya kamu berpenampilan dari atas  sampai bawah dengan gaya casual tetapi tetap rapi. Begitu juga, jika kamu akan berbicara atau presentasi di hadapan klien, usahakan berpenampilan menyesuaikan perusahaan klien. Contoh, kamu akan presentasi di depan klien Telkomsel kalau perlu kamu pakai kemeja merah menyesuaikan perusahaan mereka.


Ini penampilan saya ketika sharing tentang Public Speaking untuk Tim Promosi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) yang mayoritas pesertanya adalah mahasiswa/i



5. Praktik

Dan jika kamu sudah tahu semua hal penting di atas, alangkah baiknya jika terus dipraktikan. Because Practice make you perfect. Dan untuk menjadi seorang expert butuh waktu dan jam terbang. So, ayo mulai praktik.


Itu yang bisa saya sharing sama kamu, kalau punya kendala ketika berbicara di depan umum, silakan dibagi ke saya, siapa tahu nanti bisa berdiskusi bareng dan saling tukar pikiran.

Mudah-mudahan tips di atas bisa membantu kamu berani tampil dan berbicara di depan umum tanpa grogi. Selamat mencoba & let’s speak up! 


Categories
Book Review

Review Buku: Pemburu Aksara karya Ana Maria Shua

Sejak dua tahun yang lalu, Marjin Kiri menjadi salah satu penerbit favorit saya. Penerbit ini menarik hati saya karena banyak sekali buku-buku yang diterbitkan adalah buku karya Penulis-penulis luar negeri. Maklum, karena ingin sekali membaca karya-karya penulis luar terutama penulis Amerika Latin, namun tak pandai berbahasa Inggris jadilah, Marjin Kiri bagai air di tengah Gurun Sahara, pelepas dahaga dan membuat semangat hidup. Setelah baca buku ini (mungkin) saya akan menjuluki diri saya bagian dari PeMarkir, sapaan bagi pecinta karya-karya Marjin Kiri.



Kali ini Marjin Kiri hadir dengan karya Ana Maria Shua, Penulis kelahiran Buenos Aires. Terbitnya buku ini agak membuat saya sedikit kecewa karena buku ini sangat bagus dan kenapa baru tahun 2018 buku ini hadir dalam bentuk terjemahan, padahal aslinya buku ini terbit tahun 2009. Pemburu Aksara, sepilihan fiksi mini membuat hati saya sedih di beberapa cerita dan tertawa terbahak di cerita-cerita dengan ending yang unpredictable.


Awal melihat promosi yang dilakukan Marjin Kiri lewat instagramnya, serasa pas sekali. Pasalnya, saya sedang gemar membuat fiksi mini, karena di komunitas yang saya ikuti, Klub Blogger & Buku (KUBBU), ada satu malam fiksi mini dimana anggota grup bebas membuat fiksi mini dengan tema yang ditentukan. Fiksi mini sendiri adalah cerita atau narasi yang terbuat dari 2 atau 3 kalimat saja. Namun, ketika saya buka buku Pemburu Aksara ternyata fiksi mininya tak sesingkat yang pernah saya buat ketika malam fiksi mini di KUBBU. Saya pun menyimpulkan bahwa, fiksi mini memang cerita fiksi yang singkat, dalam buku ini semua cerita maksimal tak lebih dari satu setengah halaman.


Saya masih tak bisa berpikir bagaimana Ana Maria Shua membuat cerita dengan sangat ringkas, namun ceritanya punya punchline di akhir yang sangat kena dan menyentil. Saya pun sempat dibuat menyunggingkan satu bibir dan mengernyitkan dahi pada beberapa cerita, mungkin saya harus baca berkali-kali pada bagian itu atau mungkin mendiskusikannya langsung dengan teman saya. Membaca buku ini seperti memecahkan pertanyaan pada Teka Teki Silang (TTS), ada beberapa bagian yang mudah dicerna dan ada beberapa bagian kecil yang membingungkan. Apapun itu, saya sangat suka pada fiksi mini Ana Maria. Cerdas!


Terbagi menjadi 6 bagian yaitu; Pemimpi, Pondok Geisha, Botani Kekacauan, Musim Hantu, Fenomena Sirkus dan Karya Terserak. Favorit saya dalam buku ini adalah bagian Pemimpi. Benar-benar mengesalkan Ana Maria ini, saya jadi ingin sekali membelah isi otaknya, sampai bisa buat fiksi mini yang berkesan dan sulit dilupakan. Dalam buku ini juga banyak kosa kata baru yang bisa kamu dapat.


Nama Ana Maria Shua sudah mulai berkibar sejak umurnya 16 tahun lewat kumpulan puisi. Serta puluhan buku yang ia terbitkan dengan genre; puisi, novel, cerita pendek, fiksi mini dan humor. Bukan hanya itu, ia juga menerima beberapa penghargaan karenanya sayang sekali jika kita tak menyerap ilmu beliau lewat karya-karyanya. Bersyukur sekali, saya bisa menikmati dan memahami karyanya, hal ini tak terlepas dari Ronny Agustinus sebagai penerjemah. Ke depannya saya berharap bisa menikmati karya-karya penulis luar dengan cepat, bahkan tak perlu menunggu bertahun-tahun. Terima kasih, Marjin kiri yang terus menerbitkan buku karena kualitas. Semoga terus mengudara ya!

Categories
Movie Review

Review Drama Korea K2: Drama yang Paling Asik di Dunia

Menurutmu drama apa yang paling asik di dunia ini?

Semua drama baik film atau pun bukan adalah sesuatu yang paling disukai netizen. Mangkanya, apapun yang berbau drama pasti laku, bahkan di sosial media pun seperti itu. Drama yang paling laku di televisi bisa dibilang drama Keeping Up with Kardhasian yang sekarang sudah hampir season 10. Hahaha. Dari anak-anaknya masih kecil sampai sekarang udah punya anak. Terbuktikan laku keras! Tapi akhir-akhir ini yang paling menghebohkan saya atau bahkan kamu juga dan selalu ingin menonton kelanjutannya adalah drama politik. Selalu asik menunggu siapa yang akan menduduki tahta dan partai politik mana yang akan mendapat banyak kursi. Demi sebuah kemenangan semuanya dilakukan. Begitulah yang dilakukan drama Korea K2 yang tayang pada tahun 2016.

Cerita dramanya tentang apa?



Awal mula bisa nonton drama ini karena saya melihat di TV (channel Korea), ketika itu sedang menampilkan behind the scene dari dram K2. Amazing! My first impression with this drama. Pasalnya pemeran utamanya, Ji Chang Wook benar-benar melakukan adegan action sendiri tanpa stuntman. Drama Korea K2 bergenre drama, politik & action. Menakjubkan melihat behind scene-nya bahkan adegan ketika berantem di parkiran, salah satu kaca mobil yang dipakai pecah, terbukti memang mereka benar-benar berantem dan melakukan adegan ekstrem itu. Daebak! Parahnya, drama ini menggunakan teknik kamera time slice photography, teknik ini sebenernya sudah digunakan oleh beberapa film salah satunya, The Matrix pada tahun 1999. Dan teknik ini baru pertama kalinya dipakai dalam drama Korea, terbukti seluruh tim memproduksi drama ini dengan sangat-sangat serius. Keseriusan lainnya terlihat dari latar yang diambil sampai ke negeri Spanyol dan mereka berhasil mengeksplore keindahan negara tersebut.

Namun, yang menarik perhatian saya adalah alur yang sangat-sangat saya suka. Jang Se Joon yang gila akan tahta dan harta menjadi salah satu calon presiden Korea berikutnya, namun pencalonan ini nampaknya bukan karena keiinginannya tetapi karena keinginan sang istri Choi Yoo Jin yang sangat ambisius bahkan bisa menghalalkan segala cara untuk memenangkan sang suami dalam ajang PilPres tersebut. Dalam rangka menghalal segala cara inilah yang membuat saya semakin ingin terus dan terus melihat per episode nya. Choi Yoo Jin memang keturunan kaya raya, orang tuanya yang mempunyai bisnis dan perusahaan besar di Korea dan ayahnyalah yang membuat dia menjadi sangat-sangat ambisius. Permainan drama yang ditulis dan diperankan langsung oleh sang istri sangat-sangat epik. Hahaha. Sepanjang menonton ini saya ga berhenti-henti berkata “Gila ya ini si istri, mending ga usah jadi politikus deh, tapi jadi penulis skenario film atau Sutradara.”

Yang lebih menarik adalah adanya sang lawan atau kubu sebelah yang ga kalah kaya setan kelakuannya, Park Kwan Soo. Satu tujuan mereka adalah menang diajang Pilpres Korea Selatan selanjutnya. Karena kalau bisa jadi Presiden selanjutnya, semua bisnis yang mereka pegang akan aman dan semua penduduk Korea serta pemerintahannya di pegang olehnya. Perseteruan antara Park Kwan Soo dan sepasang suami istri (Choi Yoo Jin & Jang Se Joon) membuat drama ini sangat berwarna. Drama semakin menegangkan ketika Kim Je Ha (Ji Chang Wook) bergabung dengan kubu sepasang suami istri demi membalas dendam kepada sang rival, Park Kwan Soo. Kim Je Ha resmi bergabung menjadi bagian dari JSS, kalau di Amerika mungkin seperti FBI yaa JSS itu. Dan ketika bergabung resmi mendapat nama samaran K2. Tugas pertama yang dijalani K2 adalah jaga rumah shif malam, pasalnya rumah ini hanya diisi dengan 1 asisten rumah tangga, 1 penjaga wanita dan sang majikan Go Anna (Yoon-ah). Kemunculan Go Anna nampaknya untuk memperasik film, tanpa Go Anna jelas film ini menarik, tapi tak mendapat gelar menarik sekali dari saya.

Ohya, Go Anna ini adalah anak kandung Jang Se Joon dari rahim salah satu artis dan model di Korea, kata kasarnya anak haram si calon Presiden Jang. Well, jelas harus disembunyikan demi citra baik dan menang PilPres. Musuh dimana-mana dan selalu berganti kubu demi kepentingan mereka masing-masing membuat drama ini sangat-sangat wajib masuk list hiburan akhir pekan. Bahkan saya sempat berbicara dalam hati “berani banget emang Korea ini, ngangkat isi politik ke sebuah film.” Bahkan saya lebih suka film Korea dibanding Hollywood jika mengangkat genre politik. Korea lebih berani dan terkadang saya merasa real kejadian di dunia nyata. Itu juga yang saya rasakan ketika menonton The Whisper, My Lawyer Mr. Joe & Defendant. Bahkan ketika nonton K2 saya jadi mikir, jangan-jangan ini kejadian juga di negara saya dan kamu. I don’t know. Just watch feel the emotion. Haha.  

So, film ini bagus untuk ditonton?

Bedanya film ini dari beberapa film politik yang saya sebutkan adalah mereka memiliki porsi romance yang cukup dan pas jadi tidak berlebihan, serta masing-masing peran memiliki sifat evil dan angel dalam ranah yang  tak kelewatan. Yang agak mengecewakan adalah akhir dari film ini, demi happy ending mereka matikan semua perannya, sepasang suami istri itu meninggal karena ledakan bom serta Park Kwan Soo yang sengaja disuruh bunuh diri. Gosh! Funny right? Hahaha. Dan yang membuat saya bertanya-tanya sampai saat ini adalah dalam cerita Kim Je Ha atau K2 dikabarkan memiliki trauma untuk tidak membunuh orang lain dengan tangannya sendiri tetapi banyak anak buah Park Kwan Soo yang mati dibunuhnya ketika baku hantam, atau mungkin adegan itu sebenarnya tidak menggunakan pistol sungguhan atau mereka sebenarnya sedang main paintball? Entahlah. Kematian semua role pun menimbulkan satu pertanyaan (lagi), mereka jadi Pilpres ga sih? Kan semua calonnya mati, apa si Presiden lama jadi 2 periode? Hahaha. Entahlah, film terkadang dibuat memang sengaja dengan ending yang menggantung.

However, film ini bukan film receh tapi film yang sangat niat dan berbobot. Serta membuat kita lebih melek lagi terhadap dunia politik. Cocok ditonton marathon saat weekend.


Categories
Book Review

Nostalgia Lewat Buku Anak Aku, Meps & Beps (Book Review)

Masa kecil adalah masa-masa yang sangat-sangat menakjubkan. Jelas menakjubkan, dimana kamu ga perlu lagi berpikir besok makan apa, kapan nikah, ribut mau resign dari kantor, atau mikir kenapa si temen suka bermuka dua. Karena yang ada dalam benak anak kecil hanya main, main dan main. It’s fun. Always be  fun. Setiap dari kita pasti ingin sekali kembali ke masa kecil, masa dimana setiap libur nonton film kartun dari pagi sampai sore atau cukup nebeng tv teman untuk menonton Disney Channel.

Menemukan buku Aku, Meps dan Beps karya anak dan ibu, Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo, sangat-sangat menyenangkan sekali. Buku yang diambil dari sudut pandang si anak yang mana akan membawa kita pada masa kana-kanak. Simple story yang disampaikan oleh ibu dan anak ini membuat saya berpikir bahwa menulis itu mudah sekali ternyata, hanya perlu menggali dan berpikir lebih keras untuk menghasilkan karya yang berbeda.

Out of the box, itu yang dihadirkan dalam buku ini. Bahkan saya baru pertama kali membaca buku anak seperti ini. Buku yang ditulis dari sudut pandang sang anak, so bisa dipastikan ketika kamu membaca buku ini, kamu akan membaca dalam hati dengan logat anak-anak. Selalu asik menyaksikan perjalanan seseorang dan kali ini kita akan disuguhkan perjalanan Soca ketika kecil dan bagaimana orang tuanya merawatnya. Simpel memang, tapi banyak yang akan kamu dapat dalam buku ini.

Reda sang ibu mencoba mematahkan skeptis di masyarakat tentang bapak yang harus mencari nafkah buat keluarga dan ibu yang harus memasak dan menjaga buah hati di rumah. Lewat penuturan sang anak, kita akan dibawa bagaimana Meps, panggilan sang anak untuk ibunya dan Beps, untuk sang ayah, merawat anak dengan peran keluarga yang justru sebaliknya. Beps bekerja di rumah dan mengantar jemput sang anak dan istri, serta Meps yang bekerja kantoran bahkan cukup sering lembur di kantor.

Aku, Meps & Beps ringan dibaca namun susah dilupakan karena cerita-cerita yang dihadirkan memang betul-betul menggemaskan dan membuat kita nostalgia masa kecil. Saya juga suka bagaimana penulis-penulis ini menceritakan hal kecil menurut orang dewasa, namun mungkin itu hal yang sangat penting bagi anak-anak. Saya jatuh cinta bukan pada halaman pertama, bahkan saat membaca blurp buku ini saya langsung mantap ingin membelinya. Lucu dan unik. 
Setiap buku mempunyai kata-kata iconic dalam bukunya, itulah yang membuat saya selalu ingat pada sebuah buku. Dalam buku Resign! Almira menggunakan kata Cungpret – Kacung Kampret – untuk menggambarkan sosok karyawan kantoran. Namun dalam buku ini, entah memang dari lahir atau hanya dalam buku ini si anak memanggil ibunya dengan sebutan Meps dan Beps untuk sang ayah. Apapun itu, dua kata itu berhasil mencuri perhatian saya dan mungkin akan selalu terngiang. Dan saya jadi pengen punya panggilan Meps ketika menjadi ibu kelak. Hahaha.

Kesuksesan buku ini hadir karena penerbit indie yang mulai menarik perhatian saya di tahun 2017, bahkan saya lebih tahu mereka punya toko buku terlebih dahulu dibanding dengan penerbitan mereka. Toko buku alternatif yang hadir di tengah-tengah toko buku besar di jakarta, membuat saya jatuh cinta, pasalnya buku-buku di toko buku ini bagus-bagus dan jarang ada di toko buku besar. Semanjak kehadirannya, saya jadi rajin beli buku karya penulis-penulis Amerika Latin. Yang mana karyanya membuat saya menggelengkan kepala, terbahak atau menyunggingkan bibir kiri.
POST Press penerbit indie baru yang menerbitkan karya dengan satu syarat, naskahmu harus sangat-sangat digandrungi oleh mereka. Dan hasilnya pun cukup menakjubkan karya-karya terbitan POST Press berbeda dari buku yang ada di pasaran. Mereka hadir bukan untuk mengikuti pasar, tapi mereka hadir untuk memberikan bacaan yang bisa dibilang pasar yang akan mengikuti mereka. Seperti buku ini, ternyata sudah masuk cetakan ke-4 di tahun 2018, buku ini terbit pada tahun 2016. Awesome bukan? Walau saya kurang tahu cetakan pertama mereka cetak berapa eks. Dan bisa dibilang hadir dengan cukup berani, buku pertama terbitan POST, Aku Meps & Beps bukan hanya berbeda dari segi cerita tetapi lengkap dengan gambar yang benar-benar sangat mendukung cerita dalam buku.

Buku-buku indie yang hadir terkadang memang sangat total, baik segi cerita alur dan look buku itu sendiri. Begitu juga yang saya rasakan pada buku terbitan POST Press ini nampaknya di-design dengan sangat menarik mungkin, pembatas buku yang dibuat menyatu dengan cover serta tata letak ISBN yang cukup berbeda seperti buku pada umumnya. Hal kecil namun sangat unik. Sungguh.