Breaking News
Home / Review / Movie / Jumanji: Keseruan Terjebak dalam Permainan

Jumanji: Keseruan Terjebak dalam Permainan

Beberapa waktu lalu, diramaikan dengan postingan The Rock yang mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Indonesia yang telah menonton film Jumanji. Kabarnya, penonton film Jumanji terbanyak dari Indonesia. Wajar saja, setiap mau memesan film ini bahkan ketika sudah tayang beberapa minggu, sebelum 30 menit tayang semua bangku sudah terisi penuh. Akhirnya, saya baru berkesmpatan menonton film ini ketika tahun baru.
 
 
Cerita diawali dengan 4 orang yang di hukum membersihkan sebuah ruangan, atau lebih tepatnya gudang oleh Kepala Sekolah. Dan mereka pun, menemukan permainan kurang lebih seperti ninetendo yang sudah usang. Dan masuk ke dalam permainan itu. Cukup mengasyikan dan seru. Bahkan ketika itu, saya jadi berpikir gimana kalau saya masuk dalam permainan AOV, karena saya suka main AOV dan memilih Joker sebagai hero.  
 
 
Dua anak laki-laki dan dua anak perempuan, masuk ke dalam permainan tersebut dan mereka pun berubah menjadi jagoan yang mereka pilih. Sayangnya, satu anak perempuan dari 4 orang itu, terjebak dalam tubuh hero laki-laki. Bisa kebayangkan, lawakan yang akan hadir.
 
 
Secara keseluruhan saya suka dengan jalan ceritanya, serta lelucon yang dihadirkan juga cukup mengguncangkan bahu saya untuk beberapa kali, dan siapapun yang menonton film ini, pasti membayangkan dirinya terjebak dalam permainan, Nintendo.  
 
 
Persis seperti games Nintendo, ketika 4 orang ini menjadi jagoan yang mereka pilih. Dalam film ini, juga disebutkan masing-masing kelebihan jagoan serta kelemahannya. Yang agak disayangkan adalah ketika The Rock memiliki kelebihan mempunyai mata membara atau berapi, penonton tidak diperlihatkan bagaimana The Rock mempunyai mata yang membara. 
 
 
Dan juga, adegan ketika Martha memilih jagoan dengan kelebihan jago dansa, setiap ada music maka Martha akan berjoget dan energinya akan bertambah sehingga berhasil mengalahkan musuh. Yang membuat saya ganjil adalah pada adegan terakhir ketika di hutan, ketika penjahat datang dan tetiba ada music. Dari manakah music datang? It’s weird!
Tapi, bagaimanapun juga film ini sangat menarik dan menghibur kamu saat penat dan pusing kerja.
Rating: 3/5

 

About Diah Sally

Check Also

Lelucon Para Koruptor (Book Review): Kritik Satir Nan Menggelitik Terhadap Politik

  Hal yang paling menyenangkan di dunia ini memang mengkritik politik, baik pelakunya hingga pengamatnya. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *